RADAR BANYUWANGI – Jalan Gajah Mada, Genteng, Banyuwangi, kembali tersendat parah Kamis sore (10/9). Antrean kendaraan mengular setelah aktivitas bongkar muat armada pemasok sayur di depan Pasar Gentengkulon memakan bahu jalan, tepat ketika arus kendaraan sedang padat akibat jam pulang kerja. Polisi pun turun langsung untuk mengurai kemacetan sekaligus menertibkan parkir di kawasan pasar.
Kemacetan terjadi di jalur utama Desa Gentengkulon, Kecamatan Genteng, yang menjadi salah satu akses penting di pusat aktivitas masyarakat Genteng. Kepadatan semakin terasa ketika kendaraan pengangkut bahan pokok berdatangan untuk memasok kebutuhan pasar.
Kondisi tersebut membuat ruang gerak kendaraan yang melintas menyempit. Kendaraan lain terpaksa memperlambat laju hingga akhirnya membentuk antrean panjang.
Mengetahui kepadatan mulai mengganggu arus lalu lintas, jajaran Unit Lantas Polsek Genteng langsung menerjunkan personel ke sejumlah titik krusial.
Kapolsek Genteng Kompol Khoirul Anwar mengatakan, waktu sore memang menjadi periode yang rawan terjadi kepadatan di kawasan tersebut.
“Sore memang menjadi titik rawan karena bersamaan dengan jam pulang kerja dan jam kedatangan armada pasokan sayur,” ujarnya.
Bahu Jalan Tergerus Armada Bongkar Muat
Menurut Khoirul, salah satu persoalan yang berulang adalah aktivitas bongkar muat bahan pokok yang menggunakan ruang di sisi jalan.
Ketika kendaraan angkut berhenti dan melakukan bongkar muatan terlalu menjorok ke badan jalan, kapasitas jalur yang semestinya digunakan kendaraan umum otomatis berkurang.
“Kapasitas jalan tergerus oleh kendaraan angkut yang parkir sembarangan, sehingga kendaraan lain yang melintas harus melambat dan memicu antrean panjang,” jelasnya.
Situasi menjadi semakin kompleks karena aktivitas bongkar muat berlangsung bersamaan dengan tingginya volume kendaraan pada sore hari.
Jika tidak segera diurai, kepadatan berpotensi menjalar ke ruas jalan di sekitarnya.
Karena itu, personel Unit Lantas Polsek Genteng tidak hanya mengatur kendaraan yang melintas. Petugas juga melakukan pendekatan langsung kepada pihak-pihak yang memiliki peran dalam pengaturan parkir di kawasan pasar.
Jukir Diminta Tak Biarkan Jalan Makin Sempit
Polisi mendatangi para juru parkir (jukir) yang bertugas di sekitar Pasar Gentengkulon. Mereka diberikan arahan agar penataan kendaraan tidak semakin mempersempit badan jalan.
“Kami berikan imbauan tegas namun persuasif kepada para jukir agar tidak menata kendaraan hingga memakan badan jalan,” tegas Khoirul.
Menurutnya, jukir memiliki posisi penting dalam menjaga kelancaran lalu lintas di kawasan pasar.
Jukir diharapkan tidak sekadar mengatur kendaraan yang hendak parkir, tetapi juga memastikan armada pemasok tidak berhenti sembarangan hingga mengganggu kendaraan lain.
“Jukir harus aktif mengarahkan sopir armada sayur agar memarkir kendaraannya lebih rapat dan tidak asal berhenti di sembarang titik,” tegas perwira dengan satu melati di pundak tersebut.
Macet Jadi Pekerjaan Rumah Kawasan Pasar
Persoalan kemacetan di depan Pasar Gentengkulon memperlihatkan pertemuan tiga aktivitas yang terjadi pada waktu hampir bersamaan: arus pulang kerja, kedatangan armada pasokan, dan aktivitas parkir serta bongkar muat.
Ketiganya membuat kapasitas jalan menyusut justru ketika volume kendaraan meningkat.
Bagi pengguna Jalan Gajah Mada, penanganan di lapangan menjadi penting agar kepadatan tidak berkembang menjadi kemacetan yang lebih panjang.
Sementara bagi petugas, pengaturan tidak cukup hanya dilakukan ketika antrean sudah terbentuk. Penataan kendaraan angkutan dan parkir menjadi bagian penting untuk mencegah kemacetan berulang, terutama pada jam sibuk sore hari.
Dengan demikian, solusi kemacetan di depan Pasar Gentengkulon tidak hanya bergantung pada kehadiran polisi ketika jalan mulai padat. Kedisiplinan armada bongkar muat dan peran aktif jukir menjadi kunci agar bahu jalan tidak kembali berubah menjadi titik penyumbat arus lalu lintas. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin