RADAR BANYUWANGI – Pertempuran melawan karhutla di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen wilayah Banyuwangi akhirnya membuahkan hasil. Setelah enam hari operasi, seluruh titik api di sisi Banyuwangi dinyatakan padam total, sehingga fokus penanganan kini bergeser ke Gunung Buthak yang kebakarannya telah meluas hingga mendekati wilayah Blitar.
Operasi pemadaman karhutla Ijen resmi berakhir pada Selasa sore (8/9), setelah dimulai sejak Kamis (3/9). Meski kobaran api telah berhasil dijinakkan, BPBD Banyuwangi belum sepenuhnya menarik personel. Posko Paltuding tetap disiagakan sebagai lapis penyangga karena kawasan yang terbakar berbatasan langsung dengan wilayah Kabupaten Bondowoso.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi Partana memastikan tidak ada lagi titik merah di wilayah Ijen Banyuwangi.
"Untuk penanganan karhutla di Banyuwangi sudah padam, tidak menunjukkan titik merah," ujarnya Selasa (8/9).
Satelit Konfirmasi Ijen Padam
Kondisi tersebut diperkuat data Sistem Monitoring Karhutla (Sipongi) pada Rabu (9/9) pukul 15.00 WIB. Pantauan satelit menunjukkan tidak ada lagi titik merah di kawasan Ijen wilayah Banyuwangi.
Meski demikian, titik kuning yang mengindikasikan adanya potensi panas masih menjadi perhatian. Karena itu, personel tetap ditempatkan di Paltuding untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali bara atau api baru.
Kewaspadaan juga diperlukan karena karhutla belum sepenuhnya berakhir di kawasan Ijen secara keseluruhan. Titik api yang masih aktif berada di Cangkringan dan Widodaren, yang masuk wilayah administratif Bondowoso.
Lokasi tersebut berbatasan langsung dengan Banyuwangi. Posko Paltuding pun dipertahankan sebagai ring kedua untuk mendukung penanganan di wilayah tetangga.
"Penanganan pos operasi komando karhutla sekarang ada di pihak Bondowoso yang di daerahnya masih terjadi karhutla. Kami juga akan membantu sebagai ring kedua untuk membantu atau support ke daerah Bondowoso," jelas Partana.
18 Kali Water Bombing
Keberhasilan memadamkan api di kawasan Kawah Ijen tidak lepas dari operasi udara. Tim gabungan melakukan water bombing secara rutin untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani dari darat.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur Satriyo Nurseno mengatakan, hingga Selasa (8/9) malam, seluruh titik api di kawasan Kawah Ijen telah berhasil dipadamkan.
Sebanyak 18 kali water bombing dilakukan dengan total sekitar 18 ribu liter air yang dijatuhkan ke area terdampak kebakaran.
"Water bombing di sana (Kawah Ijen) dilakukan sebanyak 18 kali. Yakni 18 ribu liter air berhasil memadamkan seluruh kobaran api," kata Satriyo.
Namun, padamnya kobaran api belum berarti operasi pengamanan berhenti sepenuhnya. Tim gabungan di jalur darat masih disiagakan untuk melakukan penyisiran sekaligus pembasahan.
Langkah tersebut penting untuk memastikan tidak ada bara tersembunyi yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Gunung Buthak Jadi Perhatian
Tuntasnya penanganan karhutla di Kawah Ijen membuat perhatian kini beralih ke Gunung Buthak. Kebakaran di kawasan tersebut terdeteksi sejak Jumat (4/9) dan dilaporkan terus meluas.
Api bahkan telah merembet hingga kawasan perbatasan Kabupaten Blitar, tepatnya di wilayah Krisik.
Luas area yang terdampak diperkirakan telah mencapai lebih dari 300 hektare. Besarnya area terbakar menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan yang melakukan penanganan.
Medan Gunung Buthak yang terjal dengan lereng curam membuat mobilitas personel darat tidak mudah. Kondisi geografis tersebut menjadi salah satu faktor yang memperberat upaya pemadaman dan penyisiran.
Dengan Ijen Banyuwangi kini bebas dari titik merah, konsentrasi penanganan karhutla pun bergeser. Dari kawasan wisata alam Ijen menuju medan berat Gunung Buthak yang kobarannya telah membakar ratusan hektare lahan. (ray/ian/aif)
Editor : Ali Sodiqin