Kancil Tewas Tertimbun, Lubang Tambang Gumuk Genderuwo Banyuwangi Dipasangi Police Line

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 04:30 WIB
DIAMANKAN: Polisi memasang garis polisi di tambang emas ilegal Gumuk Genderuwo yang menewaskan Sudarto alias Kancil, 50, di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran pada Sabtu malam (5/9). (HERU for Radar Banyuwangi)
DIAMANKAN: Polisi memasang garis polisi di tambang emas ilegal Gumuk Genderuwo yang menewaskan Sudarto alias Kancil, 50, di Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran pada Sabtu malam (5/9). (HERU for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Tragedi longsor di lubang tambang emas ilegal Gumuk Genderuwo, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, berujung pada pengetatan pengamanan lokasi. Polisi memasang police line dan mensterilkan area tambang tua tersebut setelah Sudarto alias Kancil, 50, tewas tertimbun longsoran, sementara tiga rekannya yang selamat diperiksa intensif untuk mengungkap kronologi sekaligus aktivitas penambangan ilegal di kawasan tersebut.

Penyisiran dan pengamanan dilakukan personel Polsek Pesanggaran. Langkah itu bukan hanya untuk kepentingan penyelidikan, tetapi juga mencegah warga kembali masuk ke lubang tambang yang kondisinya dinilai sangat berbahaya.

Lokasi Dipasangi Police Line

Kapolsek Pesanggaran AKP Agus Hari Widodo mengatakan, pemasangan garis polisi dilakukan untuk menjaga keutuhan barang bukti sekaligus membatasi aktivitas warga di sekitar lokasi kejadian.

Kondisi lubang tambang tua menjadi perhatian serius. Struktur tanah dan penyangga kayu di dalam lubang dinilai masih labil sehingga berpotensi memicu longsor susulan.

“Langkah ini untuk menjaga keutuhan barang bukti, mensterilkan lokasi dari aktivitas warga, serta mencegah potensi bahaya longsor susulan mengingat kondisi struktur tanah dan penyangga kayu di dalam lubang yang sangat labil,” kata Agus.

Sterilisasi tersebut sekaligus menjadi peringatan bahwa lokasi bekas galian tambang tidak aman untuk dimasuki, meskipun aktivitas penambangan sebelumnya telah berhenti.

Tiga Rekan Korban Diperiksa

Selain mengamankan lokasi, polisi bergerak memeriksa tiga orang yang selamat dari insiden maut tersebut. Mereka adalah Rendi Cahyono, 41, Heru Wahyudi, 50, dan Budiono, 50.

Ketiganya dibawa ke Polresta Banyuwangi untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Pidana Khusus (Pidsus) Satreskrim Polresta Banyuwangi.

“Tiga saksi yang merupakan rekan korban sudah dibawa ke Polresta Banyuwangi untuk dimintai keterangan lebih lanjut oleh Unit Pidsus,” terang Agus.

Pemeriksaan diarahkan untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kejadian. Polisi menggali kronologi sebelum hingga saat longsor terjadi, termasuk aktivitas yang dilakukan korban bersama tiga rekannya di dalam lubang tambang.

“Sesaat setelah kejadian, ketiganya langsung diamankan,” paparnya.

Polisi Dalami Aktivitas Tambang Ilegal

Pemeriksaan terhadap tiga saksi juga menjadi pintu masuk bagi polisi untuk mendalami aktivitas penambangan emas ilegal yang kembali marak di kawasan Gumuk Genderuwo.

Lubang-lubang tua yang semestinya ditinggalkan justru masih menjadi sasaran aktivitas penambangan. Kondisi tersebut meningkatkan risiko kecelakaan karena struktur lubang telah mengalami pelapukan dan tidak lagi memiliki tingkat keamanan yang memadai.

Polisi kini mendalami bagaimana aktivitas penambangan berlangsung di lokasi tersebut, termasuk pemanfaatan lubang galian lama yang berada di kawasan Pancer.

Warga Diminta Jangan Masuk Lubang Tua

Pasca-insiden yang merenggut nyawa Kancil, kepolisian mengeluarkan imbauan keras kepada masyarakat. Warga diminta tidak mencoba masuk ataupun melakukan aktivitas penambangan di kawasan tersebut.

Terlebih, lubang-lubang galian tua memiliki kondisi penyangga yang mengkhawatirkan. Kayu yang selama ini menopang struktur lubang rata-rata sudah lapuk dan membusuk.

Kondisi itulah yang membuat lubang tambang tua menjadi perangkap maut. Tanah dapat sewaktu-waktu runtuh tanpa banyak tanda, sementara orang yang berada di dalamnya memiliki ruang gerak dan kesempatan menyelamatkan diri yang sangat terbatas.

Polisi berharap tragedi di Gumuk Genderuwo menjadi peringatan serius agar masyarakat tidak mempertaruhkan keselamatan dengan kembali beraktivitas di lubang tambang ilegal yang struktur penyangganya sudah tidak layak. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Gumuk Genderuwo longsor tambang tambang ilegal Banyuwangi Kancil tewas tambang emas