RADAR BANYUWANGI – Kebakaran lahan di kawasan RPH Kalipait pada 22 Agustus menjadi alarm bagi aparat di Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Memasuki musim kemarau, Polsek Tegaldlimo bersama Perhutani dan Taman Nasional Alas Purwo kini rutin menyisir kawasan hutan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Patroli dilakukan dengan menyasar hutan jati milik Perhutani hingga kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Tak sekadar berkeliling, petugas juga membawa peralatan pemadaman sederhana seperti semprotan air dan gepyok untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu menemukan api.
Kebakaran RPH Kalipait Jadi Pengingat
Kapolsek Tegaldlimo AKP Sadimun mengatakan, patroli gabungan diperkuat setelah kebakaran terjadi di wilayah RPH Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, pada Sabtu (22/8).
Personel Polsek Tegaldlimo bersama pemangku kawasan dari Perhutani dan Taman Nasional Alas Purwo rutin melakukan peninjauan ke sejumlah area hutan.
“Peninjauan ini bertujuan untuk mengantisipasi terjadi karhutla di saat musim kemarau,” ujar Sadimun, Senin (7/9).
Menurut dia, kondisi kemarau membuat kewaspadaan harus terus dijaga. Material hutan yang mengering berpotensi mudah terbakar apabila tersulut api.
Polisi Bawa Semprotan Air hingga Gepyok
Dalam patroli, petugas menyisir kawasan hutan jati Perhutani serta hutan di kawasan Alas Purwo. Penyisiran dilakukan untuk mendeteksi sedini mungkin apabila muncul asap maupun titik api.
Petugas juga membawa sejumlah perlengkapan yang bisa digunakan untuk penanganan awal. Semprotan air disiapkan, sementara ranting pohon atau alat gepyok juga dibawa untuk membantu memadamkan api apabila ditemukan kebakaran kecil.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan agar api tidak meluas dan sulit dikendalikan.
“Usai kejadian Sabtu (22/8) lalu, Alhamdulillah sudah tidak ditemukan adanya karhutla di wilayah Kecamatan Tegaldlimo,” kata Sadimun.
Warga Diminta Tak Bakar Lahan
Meski belum kembali ditemukan karhutla, polisi tidak ingin kewaspadaan diturunkan. Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan hutan diminta ikut menjaga kondisi hutan selama musim kemarau.
Sadimun mengingatkan dua potensi pemicu kebakaran yang kerap dianggap sepele, yakni puntung rokok dan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
“Kami mengimbau kepada masyarakat sekitar maupun warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan untuk lebih berhati-hati. Jangan membuang puntung rokok sembarangan atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di tengah kondisi kemarau ini,” pungkasnya. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin