Empat Kecelakaan Tewaskan Korban, Sasak Tambong Banyuwangi Jadi Sorotan Polisi

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 03:30 WIB
TINJAU LOKASI: Anggota Satlantas dan instansi terkait meninjau langsung arus lalu lintas di jalan raya Kecamatan Kabat. (IRVIN for Radar Banyuwangi)
TINJAU LOKASI: Anggota Satlantas dan instansi terkait meninjau langsung arus lalu lintas di jalan raya Kecamatan Kabat. (IRVIN for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Sasak Tambong di Jalan Raya Nasional Jember-Banyuwangi bukan lagi sekadar jembatan yang dilintasi kendaraan setiap hari. Sedikitnya empat kecelakaan fatal hingga Agustus 2026 telah merenggut korban jiwa di kawasan tersebut, membuat Kecamatan Kabat kini menjadi perhatian serius Satlantas Polresta Banyuwangi dan masuk kategori black spot atau titik rawan kecelakaan.

Empat insiden yang berujung kematian itu menjadi alarm keras bagi keselamatan pengguna jalan. Polisi pun tidak hanya memetakan titik kecelakaan, tetapi juga mengevaluasi faktor-faktor yang berpotensi memicu insiden serupa.

Kanit Kamsel Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Irvin Venda Rosida mengatakan, Sasak Tambong menjadi salah satu lokasi dengan tingkat fatalitas kecelakaan cukup tinggi di Banyuwangi.

“Ada empat kejadian kecelakaan yang berada di Sasak Tambong yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” kata Irvin.

Sasak Tambong Masuk Peta Hitam

Pemetaan black spot dilakukan sebagai bagian dari upaya kepolisian membaca pola kecelakaan di jalan nasional. Titik dengan kejadian kecelakaan fatal berulang menjadi perhatian karena memiliki risiko keselamatan yang lebih tinggi dibandingkan ruas lainnya.

Namun, persoalan lalu lintas Banyuwangi tidak berhenti pada kecelakaan. Satlantas juga memetakan trouble spot, yakni lokasi yang kerap mengalami gangguan kelancaran arus kendaraan.

Salah satunya berada di Simpang Tiga utara SPBU Farly, Jalan Raya Nasional, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

Menurut Irvin, kawasan tersebut kerap mengalami kepadatan kendaraan sehingga membutuhkan penanganan dan evaluasi secara berkala.

“Untuk trouble spot-nya berada di wilayah Ketapang,” jelasnya.

Polisi Tak Hanya Cari Titik Rawan

Temuan black spot dan trouble spot tersebut merupakan hasil monitoring dan evaluasi (monev) Satlantas Polresta Banyuwangi.

Monev dilakukan untuk mengetahui perkembangan kondisi lalu lintas sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang berpotensi memicu kecelakaan maupun menghambat kelancaran arus kendaraan.

“Tentu kita lakukan monev untuk memastikan kondisi terkini lalin agar mengantisipasi terjadinya kecelakaan,” sebut Irvin.

Evaluasi dilakukan secara menyeluruh. Polisi tidak hanya melihat perilaku pengendara, tetapi juga kondisi kendaraan, geometrik jalan, hingga lingkungan di sekitar lokasi.

Pendekatan tersebut penting karena kecelakaan lalu lintas biasanya tidak berdiri pada satu faktor. Kondisi jalan, kendaraan, lingkungan, dan perilaku manusia dapat saling berkaitan dalam menciptakan risiko.

Rambu hingga Penerangan Ikut Dievaluasi

Hasil evaluasi kemudian menjadi dasar untuk menentukan strategi penanganan berikutnya.

Polisi mengevaluasi efektivitas berbagai langkah yang telah diterapkan di lapangan. Mulai dari pemasangan rambu lalu lintas, marka jalan, penerangan, pengaturan arus kendaraan, hingga kegiatan preventif dan edukasi kepada masyarakat.

“Sekaligus membuat langkah dan strategi penanganan kecelakaan dan kemacetan lanjutan yang tepat, efektif, dan sesuai dengan kondisi di lapangan,” tutur Irvin.

Evaluasi juga menjadi semacam uji lapangan terhadap berbagai upaya keselamatan yang sudah dilakukan.

Jika sebuah rambu, marka, penerangan, pengaturan lalu lintas, atau langkah preventif dinilai belum memberikan dampak maksimal, polisi akan menyiapkan penanganan lanjutan.

“Sehingga apabila hasilnya nanti ada yang kurang efektif, akan dilakukan penanganan lanjutan,” pungkasnya.

Bagi pengguna Jalan Raya Nasional Jember-Banyuwangi, terutama yang melintas di Sasak Tambong, status black spot tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan tidak boleh ditawar. Empat korban jiwa dalam delapan bulan bukan sekadar angka statistik, melainkan tanda bahwa keselamatan di ruas tersebut membutuhkan perhatian bersama. (*) 

Editor : Ali Sodiqin
black spot Banyuwangi Sasak Tambong kecelakaan banyuwangi Trouble spot jalan nasional