Macet Ketapang Menggila, Bus Madura-Banyuwangi Pilih Jalur Gumitir Jember

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 00:30 WIB
Polisi saat berada di UPT Jembatan Timbang Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru guna sosialisasi dan memantau volume kendaraan khususnya armada bermuatan logistik hingga bus, Minggu (6/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Polisi saat berada di UPT Jembatan Timbang Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru guna sosialisasi dan memantau volume kendaraan khususnya armada bermuatan logistik hingga bus, Minggu (6/9). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kemacetan parah di kawasan Pelabuhan Ketapang mulai mengubah peta perjalanan armada bus antarkota. Sejumlah bus jurusan Madura–Banyuwangi yang biasanya melintas Jalur Pantura kini memilih memutar melalui Jalur Gumitir demi menghindari risiko terjebak berjam-jam di kawasan utara Banyuwangi.

Fenomena peralihan rute itu terpantau dalam beberapa hari terakhir. Kepolisian di wilayah selatan Banyuwangi mencatat adanya peningkatan pergerakan bus yang memilih jalur alternatif, meski arus kendaraan secara umum di pintu masuk selatan Banyuwangi masih terpantau normal.

Pantauan tersebut dilakukan petugas di UPT Jembatan Timbang Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru, Minggu (6/9). Di lokasi itu, volume kendaraan, terutama armada angkutan logistik, masih relatif landai.

Namun, pergerakan bus antarkota justru menunjukkan pola berbeda.

Kanitlantas Polsek Kalibaru Aipda Aries Prasetyanto mengatakan, sejumlah bus yang sebelumnya identik dengan jalur utara mulai terlihat menggunakan jalur selatan. Salah satunya bus jurusan Madura–Banyuwangi.

“Hasil pantauan kami di lapangan menunjukkan ada tren peralihan rute. Beberapa hari terakhir, bus jurusan Madura–Banyuwangi yang biasanya lewat Pantura mulai mengalihkan perjalanannya melintasi Jalur Gumitir,” ujar Aries saat ditemui di sela-sela kegiatan sosialisasi keselamatan berkendara di UPT Jembatan Timbang Kalibaru, kemarin (6/9).

Keputusan pengemudi memilih Jalur Gumitir bukan tanpa alasan. Kemacetan di sekitar Pelabuhan Ketapang membuat waktu tempuh melalui jalur utara menjadi sulit diprediksi. Bagi armada angkutan penumpang, kondisi tersebut berisiko membuat perjalanan tersendat dalam waktu lama.

Jalur Gumitir pun menjadi pilihan untuk menjaga perjalanan tetap bergerak. Meski konsekuensinya, bus harus menghadapi karakteristik jalan yang jauh berbeda dari jalur Pantura.

“Beberapa kali sempat melihat ada bus Mtrans melintas, tapi waktunya tidak bisa dipastikan,” kata Aries.

Tantangan Baru di Jalur Selatan

Peralihan rute tersebut sekaligus menjadi perhatian kepolisian. Sebab, Jalur Gumitir dikenal memiliki medan yang menuntut konsentrasi tinggi dari pengemudi. Jalan berkelok dengan sejumlah tikungan tajam membuat pengemudi harus lebih berhati-hati, terlebih ketika kendaraan besar seperti bus melintas.

Kondisi tersebut semakin krusial karena Jalur Gumitir juga memiliki titik yang rawan longsor. Karena itu, polisi mengingatkan pengemudi agar tidak hanya mengejar waktu tempuh dengan mengorbankan keselamatan.

“Kami mengimbau seluruh sopir bus yang melintas di Jalur Gumitir agar makin waspada. Medan di sana penuh tikungan tajam dan rawan longsor, jadi pastikan kondisi rem dan armada benar-benar prima sebelum melintas,” tegas Aries.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah munculnya tren peralihan kendaraan akibat kemacetan Pelabuhan Ketapang. Ketika arus kendaraan berpindah dari utara menuju selatan, beban lalu lintas di jalur alternatif otomatis berpotensi meningkat.

Karena itu, kesiapan kendaraan menjadi salah satu faktor yang tidak bisa ditawar. Sistem pengereman, kondisi ban, hingga kebugaran pengemudi perlu dipastikan sebelum armada memasuki jalur dengan medan berat.

Polisi Perkuat Edukasi Pengguna Jalan

Selain melakukan pemantauan arus kendaraan, kepolisian memanfaatkan kegiatan di UPT Jembatan Timbang Kalibaru untuk memberikan edukasi keselamatan kepada masyarakat dan pengguna jalan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi peningkatan kendaraan yang menggunakan rute selatan sebagai dampak kemacetan di kawasan Ketapang.

Aries mengatakan, sosialisasi keselamatan berkendara menjadi bagian penting untuk menjaga agar perubahan pola perjalanan tersebut tidak memunculkan persoalan baru di jalan raya.

“Ini sekalian kami sosialisasi ke pengguna jalan yang melintas,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kemacetan Pelabuhan Ketapang tak hanya berdampak pada kawasan utara Banyuwangi. Efeknya mulai merambat ke pola perjalanan kendaraan umum hingga mendorong sebagian armada mencari jalur alternatif.

Bagi bus Madura–Banyuwangi, Jalur Gumitir kini menjadi salah satu pilihan untuk menghindari antrean panjang di Pantura. Namun, pilihan tersebut membawa konsekuensi: waktu tempuh mungkin lebih terjaga, tetapi kewaspadaan dan kesiapan kendaraan harus ditingkatkan menghadapi medan jalur selatan. (sas/sas)

Editor : Ali Sodiqin
macet Ketapang bus Banyuwangi Pantura Banyuwangi Jalur Gumitir pelabuhan ketapang