Bukan Sekadar Pesta Kostum, Karnaval Jambewangi Sempu Hidupkan Ekonomi Warga

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 07:00 WIB
PAWAI: Kemeriahan pesta rakyat berupa pawai budaya di Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Sabtu (5/9). (Bujing for Radar Banyuwangi)
PAWAI: Kemeriahan pesta rakyat berupa pawai budaya di Dusun Panjen, Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Sabtu (5/9). (Bujing for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Jalanan Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu, Banyuwangi, kembali berubah menjadi panggung budaya. Ribuan warga tumpah ruah dalam karnaval budaya Dusun Panjen, Sabtu (5/9), yang bukan hanya menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga sekaligus mempererat guyub antarwarga.

Sejak pagi, suasana di sekitar perempatan utara lapangan Dusun Panjen sudah ramai. Ratusan hingga ribuan warga berdatangan untuk menyaksikan parade kreativitas yang dikemas dalam pesta rakyat khas pedesaan.

Karnaval tersebut menjadi bagian dari tradisi perayaan HUT Kemerdekaan yang digelar secara bergiliran di sejumlah dusun di Desa Jambewangi. Sebelumnya, kemeriahan serupa lebih dulu berlangsung di Dusun Parastembok pada Minggu (23/8).

Kepala Desa Jambewangi Masykur hadir langsung dalam pemberangkatan peserta. Dia mengapresiasi antusiasme masyarakat yang tetap menjaga semangat gotong royong sekaligus melestarikan tradisi tahunan tersebut.

Menurut Masykur, karnaval tingkat dusun memberikan dampak lebih luas dari sekadar hiburan. Keramaian warga di sepanjang jalur pawai turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang berjualan di sekitar rute.

“Gelaran pawai di tingkat dusun ini terbukti memberikan dampak yang sangat positif, terutama bagi perputaran roda perekonomian warga sekitar yang berjualan di sepanjang rute,” ujar Masykur di sela-sela pemberangkatan peserta.

Pawai budaya Dusun Panjen dikemas dalam dua sesi pemberangkatan. Pada sesi pagi, giliran barisan pelajar mulai tingkat TK, SD, hingga SMP yang tampil. Mereka berjalan menyusuri rute dengan mengenakan beragam pakaian adat dan busana kreasi.

Anak-anak sekolah menjadi magnet tersendiri. Aneka kostum warna-warni dan penampilan yang menggemaskan membuat suasana karnaval semakin semarak.

“Sebelumnya di Parastembok, sekarang di Panjen, semoga ini membawa dampak bagus,” kata Masykur.

Kemeriahan berlanjut pada sore hari. Kali ini, kategori umum mengambil alih jalanan desa. Sebanyak 24 RT di Dusun Panjen ikut ambil bagian dengan membawa konsep pertunjukan masing-masing.

Kreativitas warga pun terlihat beragam. Ada yang mengandalkan tarian tradisional, kostum unik, hingga miniatur karya seni berukuran raksasa. Setiap rombongan berusaha menyajikan penampilan terbaik untuk menghibur masyarakat yang memadati sisi jalan.

Di balik kemeriahan itu, panitia juga menyiapkan pengaturan agar pawai tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan. Koordinasi dilakukan sejak awal untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

“Kami upayakan gelaran ini berjalan lancar tanpa adanya hambatan. Panitia sudah kami ajak koordinasi juga agar gelaran ini tidak mengganggu pengguna jalan,” tandas Masykur.

Bagi Pemerintah Desa Jambewangi, karnaval dusun memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar parade kostum. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan warga, tempat kreativitas masyarakat ditampilkan, sekaligus momentum memperkuat hubungan sosial di tengah kehidupan desa.

Masykur menegaskan, semarak HUT RI ke-81 menjadi pintu masuk untuk menjaga tradisi kebersamaan. Ketika warga dari berbagai RT berkumpul dan terlibat dalam satu kegiatan, rasa persaudaraan serta kerukunan pun ikut terawat.

“Tujuan utamanya memang memeriahkan HUT RI ke-81. Namun yang tidak kalah penting, momen seperti inilah yang efektif mempererat tali silaturahmi dan menjaga kerukunan antarwarga di Desa Jambewangi,” pungkasnya. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
budaya banyuwangi HUT RI 81 Karnaval Jambewangi Karnaval Panjen desa jambewangi