Lama Vakum, Pengurus KBIHU Al-Haromain PCNU Banyuwangi Dikukuhkan

Syaifuddin Mahmud • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 13:53 WIB
Pengurus KBIHU AL-Haromain yang diketuai H. Herman Suyitno usai dikukuhkan di Ball Room Hotel Aston, Jumat (4/9). (Akbar untuk Radar Banyuwangi)
Pengurus KBIHU AL-Haromain yang diketuai H. Herman Suyitno usai dikukuhkan di Ball Room Hotel Aston, Jumat (4/9). (Akbar untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al-Haromain PCNU Banyuwangi resmi dihidupkan kembali setelah sempat lama vakum dari belantika pembimbingan jemaah.

Momentum kebangkitan lembaga di bawah naungan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banyuwangi ini ditandai dengan pengukuhan jajaran pengurus baru masa khidmat berjalan, yang kini dinakhodai oleh H. Herman Suyitno selaku ketua terpilih.

Prosesi pengukuhan yang berlangsung khidmat dan sarat nuansa religius tersebut digelar di Ballroom Hotel Aston Banyuwangi pada Jumat (5/9). Acara dimulai tepat pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Prosesi pelantikan terasa sangat sakral dengan pemandangan khas kaum nahdliyin; seluruh pengurus yang dikukuhkan tampak kompak mengenakan busana muslim berupa baju putih, berkopiah hitam, dan berkain sarung.

Langkah reaktivasi ini tidak main-main. Sebelum prosesi pengukuhan digelar, manajemen KBIHU Al-Haromain telah terlebih dahulu menyelesaikan proses reaktivasi dan pengurusan administrasi resmi di Kementerian Haji.

Hal ini dilakukan demi memastikan legalitas formal lembaga kembali kuat dan siap melayani umat secara resmi dan profesional.

Acara bersejarah bagi warga NU Banyuwangi ini dihadiri langsung oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Selain bupati, tampak hadir perwakilan resmi dari Kementerian Haji Banyuwangi, Ketua PCNU Banyuwangi jajaran Tanfidziyah KH. Ahmad Turmudzi, Sekretaris PCNU M. Bisri Mustofa, Bendahara Junaedi alias Pak Jo, jajaran Syuriyah PCNU, serta Katib M. Qosim.

Kehadiran para petinggi struktural NU, perwakilan lembaga, serta utusan dari Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Banyuwangi turut menggenapi jumlah tamu undangan yang mencapai sekitar 75 orang.

Dalam sambutannya yang penuh arahan strategis, Bupati Ipuk Fiestiandani menekankan bahwa ibadah haji bukan sekadar perjalanan fisik semata, melainkan sebuah perjalanan spiritual yang sangat mendalam.

Oleh karena itu, ia meminta seluruh pengurus KBIHU Al-Haromain yang baru dilantik untuk memegang teguh amanah dalam melayani para tamu Allah.

Ipuk kemudian memaparkan tantangan nyata di depan mata. Pada musim haji 2026 ini, jumlah jemaah haji asal Kabupaten Banyuwangi tercatat mencapai 1.321 orang yang nantinya akan terbagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter).

Menurut Ipuk, dinamika di lapangan sangat kompleks dan membutuhkan kesabaran serta manajemen yang matang.

"Ibadah haji itu ada tabungan, ada juga doa dalam perjalanan, dan harapan dengan lamanya jemaah menunggu bus di sana nanti. Kehadiran KBIHU sangat krusial di sini," ujar Ipuk di hadapan para pengurus.

Bupati perempuan tersebut menaruh harapan besar agar KBIHU Al-Haromain mampu menjelma menjadi lembaga pembinaan jemaah yang terpercaya, yang memadukan antara kekuatan keimanan dan profesionalisme kerja.

Ia berpesan agar para pengurus tetap kuat dalam menata niat luhur demi agama, sekaligus membekali diri dengan kesiapan fisik, kesehatan, dan penguasaan teknologi informasi.

Kesiapan teknologi dan kesehatan ini dinilai penting agar para pendamping jemaah mampu menghadapi kondisi lapangan yang dinamis dan adaptif, terutama saat mendampingi jemaah calon haji (JCH) yang masuk kategori lanjut usia (lansia).

Lebih lanjut, Ipuk meminta agar kualitas para pembimbing haji terus di-upgrade secara berkala.

Seorang pembimbing haji zaman sekarang dituntut tidak hanya ahli dalam urusan fikih dan ritual ibadah semata, melainkan wajib memiliki kecakapan mumpuni dalam memberikan pelayanan publik yang prima.

”Harus kita bangun adalah layanan transparan dan baik. Layani jemaah dengan ikhlas, dengan ilmu, karena kebanyakan dari mereka baru pertama kali melaksanakan ibadah ini sehingga jangan sampai ada kesalahan. Kelola lembaga ini dengan profesional dan jangan saling melimpahkan tanggung jawab dengan yang lain,” tegas Ipuk.

Sebagai bentuk komitmen penuh, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyatakan siap memfasilitasi dan membantu penuh proses perizinan bagi lembaga yang berniat baik.

Pemkab tidak ingin ada satu pun jemaah asal Banyuwangi yang telantar atau tidak terlayaani dengan baik di tanah suci akibat masalah administrasi travel.

Merespons arahan bupati, Ketua KBIHU Al-Haromain PCNU Banyuwangi H. Herman Suyitno dalam sambutannya menyatakan kesiapan penuh jajarannya untuk membawa perubahan besar.

Sebagai komitmen awal pasca-vakum, KBIHU Al-Haromain akan langsung menerapkan sistem digitalisasi layanan, standardisasi profesi para pembimbing, keterbukaan informasi lewat transparansi dan akuntabilitas keuangan, serta pengawasan mutu (quality control) yang ketat.

Untuk mengawal kerja-kerja organisasi ke depan, Herman mengumumkan bahwa lembaga yang dipimpinnya kini mengusung motto kerja utama: Cepat, Efektif, Responsif, Inovatif, Amanah, dan Profesional.

Di tingkat implementasi lapangan saat musim haji tiba, seluruh petugas diperintahkan untuk mengawal target besar yang disebut sebagai "Tri Sukses".

"Pelaksanaan di lapangan nantinya harus menerapkan Tri Sukses, yaitu sukses ritual ibadahnya jemaah, sukses ekosistem penyelenggaraannya, dan sukses peradaban bagi kemaslahatan umat," pungkas Herman optimistis. 

Editor : Lugas Rumpakaadi
KBIHU Al-Haromain Banyuwangi Bimbingan Haji Banyuwangi Haji 2026 Banyuwangi Herman Suyitno pcnu banyuwangi