11 Titik Api Terpantau di Ungup-Ungup, Karhutla Mengancam Kawasan Ijen

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 00:00 WIB
Asap tebal keluar dari area lahan yang terbakar di Gunung Merapi Ungup-Ungup, masuk wilayah Licin, Kamis (3/9). (Kholil for Radar Banyuwangi)
Asap tebal keluar dari area lahan yang terbakar di Gunung Merapi Ungup-Ungup, masuk wilayah Licin, Kamis (3/9). (Kholil for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali mengancam kawasan pegunungan Banyuwangi. Sedikitnya 11 titik panas terdeteksi di sekitar Gunung Merapi Ungup-Ungup, hanya sekitar satu kilometer dari kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Ijen. Api bahkan terlihat dari Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, hingga jalur pendakian Ijen.

Kebakaran mulai terpantau sejak Rabu malam (2/9). Hingga Kamis (3/9), sejumlah titik api masih terlihat dan terus dipantau untuk mengantisipasi kobaran meluas ke kawasan sekitar Ijen.

Prakirawan BMKG Banyuwangi Agung Dwi mengatakan, berdasarkan pantauan laman SiPongi milik Perhutani, indikasi kebakaran mulai terdeteksi pada Rabu malam sekitar pukul 19.30.

"Berdasarkan situs SiPongi milik Perhutani, titik kebakarannya mulai terjadi pada Rabu malam sekitar pukul 19.30," ujarnya.

Pantauan pada Kamis (3/9) sekitar pukul 16.00 menunjukkan sedikitnya 11 titik berwarna merah di sekitar Gunung Merapi Ungup-Ungup. Titik tersebut mengindikasikan adanya suhu permukaan ekstrem dengan tingkat kepastian sangat tinggi sehingga berpotensi menunjukkan kebakaran aktif atau titik api.

Kondisi tersebut membuat kebakaran menjadi perhatian lantaran lokasinya berada tidak jauh dari kawasan wisata Ijen.

Kepala TWA Ijen Rusdi Santoso membenarkan adanya kebakaran di kawasan Gunung Merapi Ungup-Ungup.

"Titik kebakaran berada di area Gunung Merapi Ungup-Ungup," katanya.

Api Terlihat dari Jalur Ijen

Visual kebakaran tidak hanya terpantau melalui sistem pemantauan titik panas. Dari kawasan permukiman di Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, keberadaan titik api juga dapat terlihat.

Cahaya maupun kepulan asap dari lokasi kebakaran turut terpantau dari kawasan pendakian TWA Ijen. Kondisi tersebut menunjukkan posisi kebakaran cukup mudah terlihat dari sejumlah titik di sekitar kawasan wisata.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, tim Kecamatan Licin bersama Tim Cepat Tanggap Kebakaran Hutan dan personel kepolisian melakukan monitoring langsung di kawasan Cagar Alam TWA Ijen pada Kamis (3/9).

Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan titik api sekaligus menentukan langkah penanganan dan pencegahan agar kobaran tidak meluas.

Camat Licin Donny Arsilo Syofyan mengatakan, titik kebakaran masih terlihat hingga Kamis siang. Tim pun tetap melakukan pemantauan dari sekitar kawasan TWA Ijen.

"Titik kebakaran sampai siang ini (kemarin) masih ada," ujarnya.

Menurut Donny, lokasi kebakaran berada di kawasan Gunung Merapi Ungup-Ungup. Dari lokasi pemantauan tim di TWA Ijen, jarak titik kebakaran diperkirakan sekitar satu kilometer.

"Kami berada di lokasi TWA Ijen. Kebakaran yang terjadi di area Gunung Merapi Ungup-Ungup kurang lebih berjarak satu kilometer dari Ijen," ungkapnya.

Disebut Sudah Terlihat Sejak Pekan Lalu

Informasi lain datang dari kawasan jalur pendakian. Salah satu pemandu wisata TWA Ijen, Kholil Hidayat, mengatakan titik api sebenarnya sudah sempat terlihat sejak pekan sebelumnya.

Namun, saat pertama kali terlihat, kobaran masih kecil. Kondisi tersebut kemudian berubah karena titik api tampak semakin besar sejak Kamis dini hari.

"Api sudah terlihat sejak minggu lalu, tapi masih kecil di jalur pendakian Ijen," kata Kholil.

Kemunculan kembali titik panas dalam jumlah cukup banyak menjadi sinyal yang perlu diwaspadai. Terlebih, lokasi karhutla berada di kawasan Gunung Merapi Ungup-Ungup yang berdekatan dengan kawasan Ijen dan dapat dipantau dari jalur wisata.

Untuk sementara, tim gabungan masih melakukan pemantauan perkembangan kebakaran. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan titik api tidak meluas sekaligus menentukan penanganan berdasarkan kondisi lapangan. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
karhutla Banyuwangi kebakaran Ijen Gunung Ungup-Ungup titik panas Ijen TWA Ijen