RADAR BANYUWANGI – Kepulan asap kembali terlihat di bagian selatan Puncak Gunung Raung pada Kamis (3/9), setelah sempat menghilang secara visual sejak 22 Agustus. Petugas memastikan kemunculan asap tersebut bukan akibat aktivitas vulkanik maupun erupsi Gunung Raung, melainkan diduga berasal dari titik yang sebelumnya terindikasi mengalami kebakaran vegetasi.
Asap kembali terpantau oleh petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung. Kemunculannya menjadi perhatian karena sebelumnya citra satelit masih menunjukkan adanya titik panas atau hotspot di kawasan selatan puncak gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut.
Petugas PPGA Raung Agung Tri Subekti membenarkan adanya kemunculan kembali titik asap di kawasan tersebut.
"Benar, mulai teramati lagi adanya titik asap di lokasi yang diduga mengalami kebakaran," ujarnya.
Berdasarkan pengamatan petugas pada malam hari, asap yang terlihat berwarna putih. Namun, kepulannya relatif lebih tipis dibandingkan dengan asap yang sempat muncul pada pekan-pekan sebelumnya.
Yang paling penting, kemunculan asap tersebut tidak menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Raung.
"Ini bukan dari aktivitas vulkanik Raung dan kalau malam sangat terlihat kilatan merahnya," tegas Agung.
Hotspot Diduga Belum Padam
Kemunculan kembali asap secara visual tersebut seolah memperkuat hasil pemantauan sebelumnya. Citra satelit masih mendeteksi adanya hotspot di kawasan selatan Puncak Raung meski kepulan asap sempat tidak terlihat dari pos pengamatan.
Kondisi itu membuka kemungkinan bahwa sumber panas di bawah vegetasi belum benar-benar padam. Api atau bara yang berada di dalam lapisan vegetasi bisa kembali memunculkan asap ketika kondisi tertentu mendukung.
"Ada kemungkinan beberapa waktu lalu saat tidak teramati secara visual memang belum padam," kata Agung.
Meski demikian, belum ada kepastian mengenai luasan maupun kondisi terkini area yang diduga mengalami kebakaran tersebut. Titik asap berada di kawasan yang berbeda dari jalur pendakian yang biasa digunakan pendaki.
Pendakian Tetap Berjalan
Kemunculan asap di selatan puncak Raung sejauh ini tidak berdampak terhadap aktivitas pendakian. Jalur pendakian Gunung Raung via Wonorejo masih dibuka dan aktivitas pendaki tetap berlangsung.
Petugas Sekretariat Pendakian Raung via Wonorejo, Eko Wahyudianto, mengatakan jumlah pendaki masih cukup ramai. Kondisi tersebut tidak lepas dari periode libur yang membuat jalur pendakian memasuki masa ramai atau peak season.
"Pendakian masih jalan, sekarang ini di peak season, banyak pendaki yang ke sana pas liburan kemerdekaan," kata Eko.
Namun, Eko belum bisa memastikan apakah titik asap tersebut benar-benar berasal dari kebakaran hutan dan vegetasi atau disebabkan faktor lain.
Sebab, lokasi kemunculan asap berada di luar jalur pendakian.
"Di atas aman-aman saja, kami mengikuti rekomendasi dari PPGA dan Perhutani," pungkasnya.
Dengan demikian, munculnya kembali kepulan asap di selatan Puncak Raung saat ini lebih berkaitan dengan dugaan sisa sumber panas di kawasan vegetasi, bukan tanda gunung memasuki fase erupsi. Aktivitas pendakian pun masih berlangsung dengan mengacu pada rekomendasi petugas pengamatan gunung api dan Perhutani. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin