Tujuh Hari Diblokir, Portal Terminal Elpiji MMP Bulusan Akhirnya Dibongkar

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 06:02 WIB
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan didampingi para perwira memberikan penjelasan kepada para pendemo yang memblokade jalan menuju Terminal Elpiji PT MMP di Bulusan, Kalipuro Selasa sore (1/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan didampingi para perwira memberikan penjelasan kepada para pendemo yang memblokade jalan menuju Terminal Elpiji PT MMP di Bulusan, Kalipuro Selasa sore (1/9). (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Distribusi elpiji kembali bernapas setelah portal beton yang memblokir pintu keluar Terminal Elpiji PT Misi Mulia Petrogas (MMP) Bosowa di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, akhirnya dibuka Selasa sore (1/9). Setelah tujuh hari tertutup akibat aksi demonstrasi sengketa lahan, akses truk tangki kembali normal dan pasokan gas bisa bergerak lagi.

Pembukaan akses tersebut menjadi angin segar bagi distribusi elpiji 3 kilogram (kg) bersubsidi di Banyuwangi dan Situbondo. Sebab, selama sepekan pemblokiran, aktivitas truk tangki terganggu dan pasokan ke sejumlah Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPBE) ikut tersendat.

Dampaknya terasa sampai masyarakat. Kelangkaan gas melon sempat terjadi di sejumlah wilayah karena distribusi dari terminal tidak berjalan normal.

Kapolresta Turun Langsung

Pembukaan portal berlangsung di bawah pengamanan ketat personel Polresta Banyuwangi dan Marinir. Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan turun langsung memimpin pengamanan.

Rofiq didampingi sejumlah pejabat utama Polresta Banyuwangi dan kapolsek. Polisi juga mengerahkan alat berat untuk menyingkirkan portal beton yang dipasang melintang di akses keluar terminal.

Langkah tersebut dilakukan setelah proses negosiasi antara polisi dan massa demonstran mencapai titik temu. Polisi meminta akses dibuka terlebih dahulu agar kendaraan pengangkut elpiji dapat kembali beroperasi.

“Saya akan mediasi dengan pihak perusahaan, silakan bertemu. Tapi, saya meminta agar blokir ini dibuka biar tangkinya bisa mengisi,” ujar Rofiq di hadapan para demonstran.

Bagi kepolisian, pembukaan akses bukan berarti persoalan sengketa lahan selesai. Mediasi antara warga dan perusahaan tetap akan dilakukan untuk mencari jalan keluar atas konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Sengketa Lahan Berlarut Sejak 2014

Pemblokiran pintu terminal bermula dari sengketa lahan yang belum kunjung tuntas sejak 2014.

Warga mengklaim lahan seluas lebih dari dua hektare yang digunakan untuk bangunan terminal merupakan tanah milik mereka. Mereka menyatakan tidak pernah menerima pembayaran atas penggunaan lahan tersebut.

Warga juga mengaku masih memegang sertifikat tanah atas nama Rahmat dan Dul Hadi sebagai dasar tuntutan.

Upaya dialog sebenarnya telah dilakukan berulang kali. Namun, menurut warga, pertemuan yang berlangsung sejak 2015 belum menghasilkan penyelesaian yang mereka harapkan.

Pertemuan terakhir antara warga dan kuasa hukum PT MMP milik Bosowa pada Selasa sore (1/9) juga belum menemukan titik temu.

Karena itu, warga memilih bertahan di sekitar terminal sambil terus menyuarakan tuntutan mereka.

Blokir Dibuka, Tuntutan Tetap Jalan

Meski akses truk tangki kini kembali terbuka, persoalan lahan belum berakhir. Sejumlah warga masih bertahan di sekitar pintu keluar terminal untuk mengawal tuntutan mereka.

Bagi warga, pembukaan blokir hanyalah langkah untuk mengembalikan distribusi gas yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Mereka tetap meminta perusahaan menyelesaikan persoalan tanah yang mereka klaim sebagai haknya.

Rahmat, salah satu warga yang ikut demonstrasi, mengaku tidak menuntut lebih dari hak yang diyakininya sebagai milik sendiri.

“Saya tidak menginginkan hak orang lain, saya cuma minta hak saya sendiri. Tolong bayarlah tanah saya, sudah 11 tahun saya berjuang. Tolong, jangan abaikan kami ini rakyat kecil,” keluh Rahmat.

Kini, truk tangki elpiji kembali dapat keluar-masuk terminal. Distribusi gas pun diharapkan segera kembali stabil setelah sempat terganggu selama tujuh hari.

Sementara itu, penyelesaian sengketa lahan tetap menjadi pekerjaan rumah yang harus dituntaskan melalui jalur dialog dan mekanisme hukum yang berlaku agar persoalan serupa tidak kembali mengganggu distribusi kebutuhan energi masyarakat. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Gas melon Banyuwangi Terminal elpiji MMP Blokir terminal elpiji Sengketa lahan Bulusan Distribusi elpiji Banyuwangi