RADAR BANYUWANGI – Kebakaran mengubah kehidupan Mujaini, 62, dan dua anaknya dalam hitungan jam. Rumah mereka di Dusun Krajan I, Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, ludes terbakar pada Selasa (1/9).
Tak hanya kehilangan tempat tinggal, keluarga tersebut juga kehilangan hampir seluruh harta benda. Pakaian hingga berbagai dokumen penting, termasuk sertifikat tanah, ikut hangus dilalap api.
Kini, Mujaini dan kedua anaknya harus menata kembali kehidupan dari titik nol. Untuk sementara, mereka menumpang di rumah Ketua RT setempat.
Kebutuhan sandang pun masih mengandalkan bantuan warga. Tetangga dan masyarakat Desa Kembiritan bergerak cepat mengumpulkan pakaian serta kebutuhan sehari-hari tak lama setelah musibah terjadi.
Di tengah kehilangan tersebut, kepedulian warga menjadi penyangga pertama bagi keluarga Mujaini.
Mengungsi Sambil Menunggu Bantuan Rumah
Hingga Rabu (2/9), keluarga Mujaini masih tinggal sementara di kediaman Ketua RT.
Untuk kebutuhan makanan dan pakaian, warga sekitar bahu-membahu memberikan bantuan. Kondisi tersebut sedikit meringankan beban keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharga dalam kebakaran.
Pemerintah Desa Kembiritan juga langsung bergerak. Kepala Desa Kembiritan Sukamto mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi untuk mempercepat proses pemulihan.
Koordinasi dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk mengupayakan bantuan perbaikan rumah.
“Saat ini (kemarin) proses assessment dan pengajuan bantuan sedang berjalan agar korban bisa segera memiliki tempat tinggal yang layak kembali,” ujar Sukamto.
Menurut dia, rumah Mujaini mengalami kerusakan total sehingga membutuhkan penanganan serius. Pemdes kini fokus mengawal proses administrasi agar pengajuan bantuan perbaikan atau bedah rumah dapat segera diproses.
Sertifikat Tanah Ikut Hangus
Persoalan menjadi lebih rumit karena kebakaran tidak hanya menghanguskan bangunan dan perabot rumah tangga.
Sejumlah dokumen penting milik Mujaini turut terbakar. Salah satunya sertifikat tanah.
Kondisi itu berpotensi menyulitkan proses administrasi bantuan. Namun, Pemdes Kembiritan memastikan keluarga korban tidak akan dibiarkan mengurus semuanya sendiri.
“Musibah ini berat untuk Pak Mujaini, apalagi sertifikat tanah dan dokumen penting lainnya ikut hangus. Kami dari pihak desa akan membantu penuh pengurusan administrasi kependudukan dan surat kehilangan agar proses pengajuan ke BAZNAS maupun BPBD berjalan lancar,” tuturnya.
Dokumen yang hilang akibat kebakaran akan ditangani melalui prosedur administrasi yang diperlukan. Pemdes berupaya memastikan persoalan tersebut tidak menjadi hambatan dalam proses pemulihan hunian keluarga Mujaini.
Warga Jadi Penopang Pertama
Di tengah proses pengajuan bantuan pemerintah, warga Dusun Krajan I justru menjadi pihak pertama yang bergerak membantu.
Pakaian, makanan, dan kebutuhan dasar lainnya dikumpulkan secara swadaya. Ketua RT juga menyediakan tempat tinggal sementara bagi keluarga Mujaini.
Sukamto mengapresiasi respons cepat masyarakat tersebut.
“Alhamdulillah, rasa kepedulian warga sangat tinggi. Untuk pakaian, makanan harian, dan tempat tinggal sementara sudah tertangani berkat kebaikan warga dan ketua RT setempat,” katanya.
Bagi keluarga Mujaini, bantuan tersebut bukan sekadar soal pakaian atau makanan. Dukungan warga menjadi modal penting untuk melewati hari-hari pertama setelah kehilangan rumah.
Pemdes Kembiritan memastikan pendampingan akan terus dilakukan sampai proses perbaikan hunian selesai.
“Kami akan terus dampingi keluarga Pak Mujaini sampai hunian mereka selesai diperbaiki,” pungkas Sukamto.
Kini, setelah api memusnahkan rumah dan sebagian besar harta benda, keluarga Mujaini masih harus menjalani proses panjang untuk kembali memiliki tempat tinggal yang layak. Namun, di tengah musibah itu, uluran tangan warga menjadi tanda bahwa mereka tidak benar-benar sendirian. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin