Dentuman Sound Horeg Bikin Plafon Rumah Warga Genteng Rontok

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 11:31 WIB
Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kecamatan Genteng meninjau rumah warga yang mengalami kerusakan minor akibat dentuman sound horeg di Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, Senin (31/8). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Panitia HUT ke-81 Kemerdekaan RI Kecamatan Genteng meninjau rumah warga yang mengalami kerusakan minor akibat dentuman sound horeg di Desa Gentengwetan, Kecamatan Genteng, Senin (31/8). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Dentuman sound horeg yang mengiringi pawai di Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Minggu (30/8), menyisakan kerusakan di tiga rumah warga Dusun Resomulyo, Desa Gentengwetan. Kerusakan tergolong ringan, namun getaran suara membuat jendela retak hingga plafon rumah rontok; panitia HUT RI Kecamatan Genteng langsung turun tangan dan memastikan seluruh biaya perbaikan ditanggung panitia.

Tiga rumah yang terdampak masing-masing milik Wati, 57; Heriyanto, 55; dan Wahyu, 20. Ketiganya berada di sekitar jalur pawai sound horeg yang berlangsung dalam rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan RI.

Kerusakan paling terlihat pada bagian bangunan yang rentan terhadap getaran. Sejumlah jendela mengalami retak, sementara sebagian plafon rumah rontok akibat tidak kuat menahan getaran dentuman suara.

Respons panitia datang cukup cepat. Begitu mendapat laporan dari warga, tim Panitia HUT RI Kecamatan Genteng bersama Kepala Desa Gentengwetan H Sukri langsung mendatangi lokasi.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan sekaligus menentukan penanganan yang diperlukan. Dari hasil pemeriksaan, kerusakan dinilai tidak sampai mengganggu struktur utama rumah.

Ketua Panitia HUT RI Kecamatan Genteng Nursalim mengatakan, pihaknya tidak ingin persoalan tersebut berlarut-larut. Setelah menerima laporan, panitia langsung melakukan pengecekan ke tiga rumah warga.

“Kami bergerak cepat. Begitu ada laporan, tim langsung turun ke tiga rumah warga di Dusun Resomulyo untuk pengecekan secara detail dan merumuskan solusi perbaikan,” ujar Nursalim.

Panitia, lanjut dia, memastikan bertanggung jawab atas kerusakan material yang dialami warga. Perbaikan dilakukan pada hari yang sama sehingga pemilik rumah tidak perlu menanggung biaya.

“Kerusakan langsung kita tangani di lokasi. Mengenai seluruh biaya perbaikan dan penggantian material yang rusak, sepenuhnya diganti oleh panitia,” tegasnya.

Bagi Wati, kejadian tersebut sempat membuat dirinya terkejut. Saat insiden terjadi, perempuan 57 tahun itu sedang berada di dalam rumah dan menonton televisi.

Tiba-tiba, bagian plafon rumahnya jatuh. Beruntung, posisi plafon yang rontok tidak tepat mengenai tubuhnya sehingga tidak sampai menimbulkan korban.

“Saya kebetulan tidak kuat kalau lihat (sound horeg). Sebenarnya penasaran. Namun saat nonton TV tiba-tiba plafon jatuh, untung tidak kena kepala saya,” tutur Wati.

Kerusakan tiga rumah tersebut menjadi catatan di tengah kemeriahan pawai sound horeg dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI. Meski dampaknya tergolong minor dan tidak mengenai struktur utama bangunan, respons cepat panitia menjadi langkah untuk memastikan warga terdampak tidak menanggung kerugian material. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
sound horeg Genteng Pawai sound horeg HUT RI Genteng Plafon rontok rumah rusak