RADAR BANYUWANGI - Udang mulai mendapat ruang lebih luas dalam pengembangan kuliner Banyuwangi.
Tidak hanya dipasarkan sebagai hasil budidaya perikanan, komoditas tersebut juga diolah menjadi berbagai hidangan kreatif melalui Banyuwangi Shrimp Fiesta 2026, Minggu (30/8).
Festival ini mempertemukan potensi bahan baku lokal dengan kreativitas para chef profesional.
Beragam olahan udang ditampilkan untuk menunjukkan bahwa komoditas perikanan Banyuwangi dapat dikembangkan menjadi sajian dengan variasi rasa, bentuk, dan penyajian yang lebih menarik.
Ketua Shrimp Club Indonesia (SCI) Banyuwangi, H Yanuar Toto Raharjo, turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Kehadiran Yanuar bersama Pembina SCI Banyuwangi H Hardi Pitoyo menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan kuliner yang memanfaatkan kekayaan bahan pangan daerah.
Menurut Yanuar, kreativitas chef memberikan perspektif baru terhadap pemanfaatan udang lokal.
Bahan yang selama ini identik dengan produk tambak dapat dikembangkan menjadi menu yang memiliki daya tarik lebih luas.
Berbagai kreasi yang disajikan dalam festival sekaligus memperlihatkan peluang peningkatan nilai ekonomi komoditas udang.
Pengolahan yang kreatif dapat membuka ruang pemasaran baru, tidak hanya melalui produk pangan, tetapi juga melalui pengalaman kuliner yang menjadi bagian dari aktivitas wisata.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menilai sektor perikanan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan.
Budidaya udang menjadi salah satu kekuatan yang dapat memberikan manfaat ekonomi lebih besar apabila dibarengi dengan inovasi pada tahap pengolahan dan pemasaran.
Pengembangan tersebut juga dapat dikaitkan dengan sektor pariwisata.
Produk perikanan lokal yang dikemas menjadi sajian kuliner khas berpotensi menjadi bagian dari pengalaman wisatawan saat berkunjung ke Banyuwangi.
"Dengan kekayaan bahan baku lokal dan geliat industri kreatif yang terus tumbuh, udang berpeluang menjadi salah satu identitas baru wisata kuliner Banyuwangi," kata Mujiono.
Editor : Lugas Rumpakaadi