Api Melahap Rumah dan Toko di Jajag, Pemilik 69 Tahun Berhasil Selamat

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 05:30 WIB
MENYALA: Rumah yang terhubung dengan toko di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, terbakar dini hari, Jumat (28/8). (Irfan Muklisin for Radar Banyuwangi)
MENYALA: Rumah yang terhubung dengan toko di Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, terbakar dini hari, Jumat (28/8). (Irfan Muklisin for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kebakaran menghanguskan rumah yang terhubung dengan toko milik warga Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Jumat (28/8) dini hari. Diduga kuat dipicu korsleting listrik pada pendingin di dalam toko, api kemudian membesar setelah terjadi letupan gas elpiji dan menjalar hingga ke bagian atap rumah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, tetapi kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta.

Pemilik rumah, Supiyah, 69, berhasil diselamatkan warga ketika api mulai berkobar. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melakukan evakuasi sekaligus melaporkan kebakaran kepada petugas pemadam kebakaran.

Petugas Damkarmat Sektor Genteng Irfan Muklisin mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 01.10. Dua tim pemadam dari Sektor Bangorejo dan Genteng kemudian dikerahkan menuju lokasi.

"Penanganan dilakukan oleh tujuh personel pemadam kebakaran serta staf Kecamatan Gambiran dan Genteng bersama warga sekitar," ujarnya.

Setiba di lokasi, petugas langsung melakukan pemadaman. Dua selang berukuran 2,5 inci dan 1,5 inci digelar, masing-masing dilengkapi nozzle dan terhubung dengan unit mobil pemadam.

Petugas berjibaku mengendalikan kobaran api agar tidak semakin meluas ke bagian bangunan lainnya. Pemadaman berlangsung secara berkelanjutan hingga api berhasil dikendalikan dan dipastikan tidak kembali menyala.

"Api dapat dipadamkan menggunakan dua mobil pemadam kebakaran dalam waktu sekitar satu jam," kata Irfan.

Berdasarkan pemeriksaan awal dan keterangan sejumlah saksi, titik awal kebakaran diduga berada di dalam toko. Korsleting listrik pada perangkat pendingin diduga menjadi pemicu munculnya api.

Situasi kemudian memburuk setelah terjadi letupan yang diduga bersumber dari tabung gas elpiji. Api membesar dan dengan cepat menjalar ke bagian atap hingga merembet ke bangunan rumah.

"Masyarakat yang mengetahui kebakaran itu sigap menyelamatkan pemilik rumah dan melaporkan kebakaran ke Damkarmat," terangnya.

Petugas Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Gambiran Itnur Sugiyanto membenarkan peristiwa tersebut. Bangunan rumah sekaligus toko yang terbakar memiliki ukuran sekitar 10 × 8 meter.

Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Supiyah berhasil diselamatkan warga sebelum api semakin membesar.

"Pemilik rumah selamat, kerugian material ditaksir mencapai Rp 100 juta. Untuk objek yang terbakar antara lain sembako, tabung gas, bensin, lemari, bangunan toko, dan rumah," jelas Itnur.

Kebakaran tersebut menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik, khususnya perangkat elektronik yang digunakan dalam waktu lama. Pemeriksaan berkala terhadap kabel dan peralatan listrik diperlukan untuk mencegah potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
kebakaran Jajag kebakaran Gambiran rumah toko terbakar kerugian Rp100 juta Korsleting Listrik