RADAR BANYUWANGI — Sebuah rumah warga di Dusun Krajan, Desa Kajarharjo, Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, ludes terbakar saat sebagian besar warga tengah terlelap, Kamis malam (27/8). Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut karena pemilik rumah, Suyono, 60, sedang berada di luar rumah saat kebakaran terjadi.
Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu diketahui warga sekitar pukul 23.30 WIB. Kobaran api dengan cepat membesar setelah menyambar material bangunan yang mudah terbakar.
Petugas Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Banyuwangi wilayah Kalibaru, Mad Sholeh, mengatakan warga pertama kali menyadari adanya kepulan asap tebal dan kobaran api dari rumah Suyono.
Begitu mengetahui kejadian tersebut, warga langsung berdatangan. Kepanikan sempat mewarnai situasi karena api terlihat semakin membesar di tengah malam.
“Kejadiannya baru diketahui sekitar pukul 23.30. Begitu sadar ada kobaran api dari rumah Pak Suyono, warga langsung bergerak cepat,” ujar Mad Sholeh, Jumat (28/8).
Warga Bergerak Sebelum Damkarmat Tiba
Situasi semakin genting karena kebakaran terjadi ketika aktivitas warga sudah berkurang. Namun, warga sekitar memilih tidak tinggal diam.
Tanpa menunggu bantuan armada pemadam kebakaran, mereka bahu-membahu melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya.
“Warga tidak sampai melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat). Dengan kompak warga bergotong royong memadamkan api menggunakan alat seadanya hingga berhasil padam sepenuhnya,” imbuh Mad Sholeh.
Upaya tersebut akhirnya berhasil. Kobaran api dapat dikendalikan hingga benar-benar padam sehingga tidak merembet dan menimbulkan dampak lebih luas.
Dugaan awal, kebakaran bermula dari hubungan pendek arus listrik. Percikan api kemudian menyambar bagian rumah yang mudah terbakar dan membuat api cepat membesar.
Meski rumah mengalami kerusakan berat hingga ludes terbakar, kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa. Pemilik rumah sedang tidak berada di lokasi ketika api mulai berkobar.
“Pemilik rumah sedang pergi ke luar, jadi memang tidak ada orang,” kata Mad Sholeh.
BPBD Lakukan Asesmen Kerusakan
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas TRC BPBD Banyuwangi langsung mendatangi lokasi. Petugas melakukan pengecekan untuk memastikan kondisi pascakebakaran sekaligus mendata dampak yang ditimbulkan.
“Kami sudah menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan asesmen menyeluruh terkait kerusakan serta total kerugian material yang dialami korban akibat musibah ini,” pungkas Mad Sholeh.
Kebakaran di Kalibaru tersebut menjadi pengingat bahwa korsleting listrik dapat memicu kebakaran dalam waktu singkat, terlebih ketika percikan api mengenai material bangunan yang mudah terbakar.
Kewaspadaan terhadap instalasi listrik dan respons cepat warga menjadi faktor penting untuk mencegah api berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin