RADAR BANYUWANGI – Keluar dari bank membawa uang tunai dalam jumlah besar jangan langsung merasa aman. Nasabah justru diminta meningkatkan kewaspadaan sejak meninggalkan halaman bank karena komplotan pencuri bisa membuntuti hingga menemukan momen untuk menjalankan aksi. Menyusul terungkapnya komplotan pencurian dengan modus pecah kaca, Polresta Banyuwangi mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan pengawalan kepolisian saat membawa uang dalam jumlah besar.
Imbauan tersebut disampaikan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan setelah Tim URC Polresta Banyuwangi mengungkap komplotan pencurian dengan modus pecah kaca dan mengamankan dua pelaku.
Hasil pengembangan penyidikan juga menemukan fakta bahwa pelaku memiliki rekam jejak sebagai residivis kasus pencurian dengan pemberatan.
Bagi polisi, temuan tersebut menjadi pengingat bahwa nasabah bank masih menjadi salah satu sasaran yang harus diwaspadai.
Dibuntuti sejak Keluar Bank
Modus pecah kaca umumnya tidak berlangsung secara spontan.
Pelaku dapat mengamati calon korban ketika melakukan transaksi atau mengambil uang di bank. Setelah korban meninggalkan lokasi, kendaraan kemudian dibuntuti hingga pelaku melihat kesempatan.
Barang berharga yang ditinggalkan di dalam kendaraan menjadi sasaran.
Dalam situasi tertentu, pelaku memecahkan kaca kendaraan untuk mengambil uang atau barang berharga yang berada di dalamnya.
Karena itu, Rofiq meminta masyarakat tidak lengah setelah meninggalkan bank.
“Bagi masyarakat yang mengambil uang dalam jumlah besar, kami mengimbau agar tidak ragu meminta bantuan pengamanan dari kepolisian. Polresta Banyuwangi melalui Satpamobvit siap memberikan pelayanan pengawalan untuk memastikan masyarakat merasa aman,” katanya.
Menurut Rofiq, pengawalan bukan hanya ditujukan untuk memberikan rasa aman. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif untuk mencegah tindak pidana terhadap masyarakat yang membawa uang tunai dalam jumlah besar.
Masyarakat dapat berkoordinasi dengan Satuan Pengamanan Objek Vital (Satpamobvit) Polresta Banyuwangi ketika membutuhkan pengamanan dalam transaksi atau saat membawa uang dalam jumlah besar.
“Jangan merasa sungkan untuk berkoordinasi dengan kepolisian. Lebih baik kita melakukan langkah pencegahan daripada masyarakat menjadi korban kejahatan,” tegasnya.
Jangan Tinggalkan Uang di Mobil
Selain menggunakan pengawalan kepolisian, masyarakat diminta tidak memberikan celah kepada pelaku.
Salah satu yang paling penting adalah tidak meninggalkan uang maupun barang berharga di dalam kendaraan, terutama ketika kendaraan diparkir di tempat umum.
Kewaspadaan juga perlu dilakukan sejak nasabah keluar dari bank.
Sebab, pelaku bisa saja mengamati aktivitas korban sebelum menentukan waktu dan lokasi yang dianggap tepat untuk beraksi.
Rofiq meminta masyarakat memastikan kendaraan terkunci dan memilih lokasi parkir yang aman.
“Jangan menaruh uang atau barang berharga di dalam kendaraan, kemudian meninggalkannya. Pastikan kendaraan terkunci dan parkir di lokasi yang aman. Jika membawa uang dalam jumlah besar, silakan koordinasikan dengan petugas kami,” katanya.
Pesan tersebut menjadi penting karena keamanan tidak hanya ditentukan oleh pengamanan di sekitar bank. Perjalanan setelah transaksi juga menjadi bagian yang harus diperhatikan.
Polisi Perkuat Patroli
Terungkapnya komplotan pecah kaca membuat polisi kembali mengingatkan pentingnya sinergi antara masyarakat, perbankan, dan kepolisian.
Rofiq menegaskan, kerja sama ketiga pihak dibutuhkan untuk mempersempit ruang gerak pelaku.
Polresta Banyuwangi juga terus melakukan patroli dan pemantauan di kawasan dengan aktivitas masyarakat tinggi, termasuk kawasan perbankan dan pusat perekonomian.
“Kami akan terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan. Namun, kewaspadaan masyarakat juga sangat penting. Jangan memberikan kesempatan kepada pelaku untuk melakukan kejahatan,” pungkasnya.
Pengungkapan komplotan pecah kaca menjadi alarm bagi nasabah bank di Banyuwangi: membawa uang dalam jumlah besar membutuhkan kewaspadaan ekstra, terutama sejak keluar dari bank hingga tiba di tujuan. Menggunakan pengawalan kepolisian, tidak meninggalkan barang berharga di kendaraan, serta memilih lokasi parkir yang aman menjadi langkah sederhana untuk mempersempit peluang pelaku. (*)
Editor : Ali Sodiqin