Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Polisi Banyuwangi Kini Kawal Tanaman Jagung

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 12:30 WIB
Bhabinkamtibmas Desa/Kecamatan Purwoharjo meninjau tanaman jagung di wilayahnya Kamis (27/8). (Agus Suhartono for Radar Banyuwangi)
Bhabinkamtibmas Desa/Kecamatan Purwoharjo meninjau tanaman jagung di wilayahnya Kamis (27/8). (Agus Suhartono for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Ketahanan pangan tak cukup hanya dibicarakan dari balik meja. Di Purwoharjo, Banyuwangi, polisi turun langsung ke lahan pertanian untuk memastikan tanaman pangan tetap produktif sekaligus menyerap kebutuhan petani. Monitoring dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Purwoharjo di lahan jagung seluas 2,5 hektare pada Kamis (27/8).

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya jajaran Polresta Banyuwangi memperkuat program ketahanan pangan nasional melalui pendampingan petani di tingkat desa.

Kali ini, anggota Polsek Purwoharjo menyambangi wilayah Dusun Curahpecak, Desa/Kecamatan Purwoharjo. Bhabinkamtibmas Desa Purwoharjo Aipda Agus Andriyanto melakukan pengecekan langsung terhadap lahan pertanian milik Soenarto.

Tanaman yang menjadi perhatian adalah jagung yang telah berusia satu bulan lima hari. Dari luas lahan mencapai 2,5 hektare, petugas melihat kondisi tanaman sekaligus berdialog dengan petani terkait perkembangan pertanian di lapangan.

Polisi Tak Sekadar Datang, Petani Diajak Berkomunikasi

Kapolsek Purwoharjo Iptu Agus Suhartono mengatakan, monitoring pertanian akan terus dilakukan sebagai bentuk dukungan kepolisian terhadap petani.

Menurut dia, pendampingan menjadi penting agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara optimal. Polisi tidak hanya melihat kondisi tanaman, tetapi juga membangun komunikasi langsung dengan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor pertanian.

“Pendampingan ini penting agar program ketahanan pangan terus berjalan optimal,” ujar Agus.

Bagi kepolisian, turun ke lahan pertanian juga membuka ruang komunikasi yang lebih dekat dengan warga. Berbagai persoalan yang dihadapi petani dapat diketahui secara langsung, bukan hanya melalui laporan atau pertemuan formal.

“Dengan turun langsung ke lahan pertanian, kami bisa menjalin komunikasi yang lebih baik sekaligus memahami kebutuhan warga,” tambahnya.

Lahan Jagung 2,5 Hektare Jadi Sasaran Monitoring

Dalam monitoring tersebut, Aipda Agus Andriyanto memeriksa lahan jagung milik Soenarto yang berada di Dusun Curahpecak.

Tanaman jagung yang berusia lebih dari satu bulan itu menjadi salah satu bagian dari aktivitas pertanian yang mendapat pendampingan aparat.

Monitoring semacam ini penting karena fase pertumbuhan tanaman menjadi salah satu penentu produktivitas saat panen. Dengan pemantauan secara berkala, kondisi lahan dan perkembangan tanaman dapat diketahui lebih awal.

Kehadiran Bhabinkamtibmas juga diharapkan dapat menjadi penghubung antara petani dengan berbagai unsur terkait apabila ditemukan kendala di lapangan.

“Ini bentuk dukungan kepolisian terhadap masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan melalui sektor pertanian,” kata Agus.

Ketahanan Pangan Dimulai dari Desa

Program tersebut tidak berhenti pada pengecekan lahan.

Jajaran Polsek Purwoharjo menjadikan kegiatan monitoring sebagai bagian dari pendekatan kepolisian kepada masyarakat. Petugas dapat berinteraksi langsung dengan petani sekaligus memahami kondisi sektor pertanian di wilayah binaannya.

Bagi masyarakat desa, pola pendampingan tersebut memiliki arti penting. Sebab, ketahanan pangan nasional pada akhirnya sangat bergantung pada produktivitas pertanian di tingkat lokal.

Semakin aktif lahan pertanian dikelola dan didampingi, semakin besar pula peluang produksi pangan tetap terjaga.

Karena itu, peran Bhabinkamtibmas diperluas. Mereka tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga didorong ikut mengambil bagian dalam pengembangan potensi pangan lokal.

Kebijakan Kapolresta Banyuwangi

Kapolsek Agus menjelaskan, aktivitas monitoring pertanian tersebut merupakan bagian dari kebijakan Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan.

Kebijakan itu mendorong seluruh Bhabinkamtibmas agar berperan aktif dalam pengembangan pangan lokal di wilayah masing-masing.

Dengan pola tersebut, kepolisian ingin memastikan program ketahanan pangan tidak berhenti sebagai kebijakan di tingkat pusat. Program diterjemahkan melalui kegiatan nyata di desa, salah satunya dengan mendampingi petani dan memantau lahan pertanian.

“Ketahanan pangan itu juga salah satu tanggung jawab kita bersama,” pungkas Agus.

Dari Lahan Jagung untuk Ketahanan Pangan

Apa yang dilakukan polisi di Purwoharjo memang terlihat sederhana: mendatangi lahan, memeriksa tanaman, dan berbincang dengan petani.

Namun, dari aktivitas tersebut terdapat pesan yang lebih besar. Ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat, petani, dan masyarakat.

Kesimpulannya, monitoring polisi di lahan jagung seluas 2,5 hektare di Purwoharjo bukan sekadar pengecekan tanaman. Langkah tersebut menjadi bentuk pendampingan langsung kepada petani sekaligus upaya menjaga produktivitas pangan lokal agar ketahanan pangan nasional dimulai dari desa. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Polsek Purwoharjo polisi Banyuwangi Jagung Purwoharjo petani banyuwangi Ketahanan Pangan