RADAR BANYUWANGI – Niat membakar tumpukan sampah justru nyaris berubah menjadi petaka. Api yang ditinggalkan tanpa pengawasan melalap lahan pembuangan sampah lokal di Dusun Krajan 1, Desa/Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, Selasa sore (25/8). Kobaran api bahkan sempat mengancam rumah warga yang berada tak jauh dari lokasi.
Kebakaran tersebut dipicu tindakan seorang warga lanjut usia yang membakar sampah di lahan terbuka berukuran sekitar 20 x 20 meter. Setelah api disulut, warga tersebut meninggalkan lokasi tanpa memastikan seluruh bara benar-benar padam.
Situasi berubah ketika angin cukup kencang bertiup. Bara dari tumpukan sampah merembet ke ilalang dan rumput kering di sekitar lahan. Api pun cepat membesar hingga menghanguskan sebagian besar vegetasi kering dan menghasilkan kepulan asap hitam pekat.
Kondisi itu membuat warga sekitar panik. Terlebih, lokasi kebakaran berdekatan dengan bangunan rumah sehingga api berpotensi meluas ke kawasan permukiman.
Laporan kebakaran diterima Call Center Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) sekitar pukul 17.25. Pelapor, Hilda Putri, 30, merupakan warga yang rumahnya berada sangat dekat dengan titik kebakaran.
Damkarmat Sektor Genteng langsung mengerahkan regu piket menuju lokasi. Petugas juga mendapat dukungan dari Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dan staf Kecamatan Genteng.
“Bersama rekan-rekan Redkar dan staf Kecamatan Genteng kami langsung meluncur ke titik kejadian,” kata Damkarmat Sektor Genteng Sutikno.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api sudah membakar sebagian besar vegetasi kering. Kepulan asap tebal juga terlihat di sekitar lahan yang digunakan sebagai tempat pembuangan sampah lokal tersebut.
Petugas kemudian memprioritaskan penyelamatan bangunan di sekitar lokasi. Rumah pelapor menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian karena posisinya sangat dekat dengan kobaran api.
“Fokus utama kami pada menit-menit awal adalah membentengi rumah pelapor dan bangunan di sekitarnya,” ujar Sutikno.
Penyemprotan air dilakukan secara terarah pada sejumlah titik yang dinilai menjadi jalur penyebaran api. Langkah tersebut dilakukan untuk memutus pergerakan api agar tidak menjalar menuju area perumahan.
Upaya petugas akhirnya membuahkan hasil. Kobaran api utama berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat. Namun, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi.
Proses pendinginan dan overhaul tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada bara yang masih tersembunyi di balik tumpukan sampah maupun vegetasi kering.
“Overhaul wajib dilakukan. Kami melakukan overhaul hingga pukul 17.55. Kami pastikan tidak ada bara api tersembunyi yang berpotensi memicu penyalaan kembali,” tegas Sutikno.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa membakar sampah di lahan terbuka bukan sekadar persoalan kebersihan. Api yang tidak diawasi dapat dengan cepat merambat, terutama ketika kondisi sekitar dipenuhi rumput kering dan angin bertiup cukup kencang.
Dalam kejadian di Tegalsari ini, respons cepat petugas berhasil mencegah kobaran api meluas ke bangunan warga. Tidak ada laporan mengenai rumah yang terbakar dalam insiden tersebut. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin