Cuaca Kemarau Bantu Petani Tembakau Banyuwangi Jaga Mutu dan Percepat Proses Pengeringan Panen

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 07:00 WIB
Petani tembakau di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, memanfaatkan cuaca kemarau untuk mempercepat proses pengeringan hasil panen. (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
Petani tembakau di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, memanfaatkan cuaca kemarau untuk mempercepat proses pengeringan hasil panen. (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Kalangan petani tembakau di Banyuwangi tengah semringah.

Musim kemarau yang terjadi beberapa pekan terakhir berdampak baik terhadap proses pengolahan, sehingga kualitas tembakau tetap terjaga.

Salah satu petani tembakau Ponirah, 70, warga  Dusun Sumberjoyo, Desa Kumendung, Kecamatan Muncar mengatakan, untuk menghasilkan tembakau berkualitas, diperlukan proses pengolahan yang tepat.

Setelah dipetik, daun tembakau disortir, dirajang, dan dijemur dengan sinar matahari langsung.

“Sebelum dirajang, tembakau diangin-anginkan selama empat sampai tujuh hari untuk menghilangkan getah,” katanya. 

Setelah proses menghilangkan getah selesai, daun tembakau dirajang.

Waktu terbaik untuk merajang adalah malam hari.

Selanjutnya, rajangan tembakau dikumpulkan ke dalam wadah dan dicampur dengan gula. 

"Biasanya proses merajang tembakau dimulai setelah Magrib hingga tengah malam," katanya.

Selanjutnya, pada pagi harinya, tembakau yang sudah dicampur gula ditaruh di nampan dan dijemur dengan memanfaatkan sinar matahari langsung.

Selama proses penjemuran, cuaca harus cerah atau panas supaya tembakau cepat kering.

“Kalau cuaca panas, satu hari bisa kering,” ujarnya.

Namun, bila sering turun hujan, pengeringan akan terganggu.

Tembakau berisiko terserang jamur sehingga tidak laku dijual.

“Bulan Agustus sampai Oktober momen yang pas untuk memanen tembakau, karena cuaca sedang kemarau," jelasnya. 

Petani lain, Ponijan, 75, mengatakan bahwa di Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, menambahkan, dengan kondisi seperti ini, tembakau yang sudah diproses mudah dijual.

“Bahkan, para pedagang biasanya datang ke rumah,” ujarnya.

Ponijan mengatakan, dirinya  menanam tembakau jenis Semarangjahe.

“Harga tembakau ini mulai Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu per kilogram,” pungkasnya. 

Editor : Lugas Rumpakaadi
tembakau Semarangjahe Petani Tembakau banyuwangi muncar musim kemarau