RADAR BANYUWANGI - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Kembiritan, Kecamatan Genteng, berlangsung meriah, Selasa (25/8) pagi.
Ribuan warga tumpah ruah di jalanan desa untuk menyemarakkan tradisi tahunan Festival Endog-Endogan.
Kemeriahan tradisi khas Bumi Blambangan yang masuk dalam kalender Banyuwangi Attraction tersebut kian istimewa dengan hadirnya Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi itu bergabung langsung di tengah-tengah ribuan warga yang tampak antusias memadati lokasi acara.
Tak kurang dari 6 ton telur dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk rasa syukur dan kebahagiaan bersama.
Sejak pagi, suasana gotong royong dan sukacita warga sudah terpancar jelas di sepanjang rute festival.
Tak kurang dari 1.500 warga yang terbagi dalam 20 regu tampil totalitas menyuguhkan beragam atraksi unik.
Berbagai kreasi kembang endog dengan hiasan kreatif nan estetik berhasil memukau para penonton yang hadir.
Tak sekadar menjadi panggung kreasi warga, gelaran ini juga menjadi momen indahnya berbagi keberkahan.
Panitia mencatat tak kurang dari 6 ton telur diarak dan dibagikan secara gratis kepada masyarakat.
”Pembagian telur ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus ungkapan kebahagiaan bersama dalam memperingati kelahiran Nabi," kata Bupati Ipuk Fiestiandani
Bupati turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya Pemerintah Desa Kembiritan yang dinilai konsisten menjaga kelestarian tradisi lokal tersebut.
Semangat kemandirian warga desa menjadi nilai plus yang patut diacungi jempol.
"Apresiasi kepada desa, walaupun desa ini mengalami keterbatasan anggaran, berkat kekompakan, festival ini rutin digelar," ujar Ipuk.
Bupati perempuan tersebut menegaskan bahwa kemeriahan sebuah festival hendaknya tidak berhenti pada aspek seremonial semata.
Nilai-nilai sosial serta dampak nyata bagi masyarakat luas harus menjadi fondasi utama dalam setiap penyelenggaraan acara.
"Harus ada unsur berbagi, sosial, dan gotong royong. Selain memperingati Maulid, persatuan menjaga Banyuwangi harus dilakukan bersama," pungkasnya.
Editor : Lugas Rumpakaadi