Semangat Tandang Bareng, Warga Sidowangi-Bajulmati Bangun Jembatan Rp235 Juta Secara Swadaya

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 01:00 WIB
Warga Sidowangi dan Dusun Badolan, Desa Bajulmati, bergotong royong mengerjakan pengecoran lantai jembatan penghubung kedua wilayah. (Muansin untuk Radar Banyuwangi)
Warga Sidowangi dan Dusun Badolan, Desa Bajulmati, bergotong royong mengerjakan pengecoran lantai jembatan penghubung kedua wilayah. (Muansin untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Semangat “Tandang Bareng” menggelora di Desa Sidowangi, Kecamatan Wongsorejo.

Mulai dari jajaran pemerintah desa (Pemdes), tokoh masyarakat (Tomas), hingga seluruh lapisan warga bekerja sama membangun jembatan yang menjadi salah satu prasarana transportasi penting menuju dan dari desa di Kecamatan Ujung Utara Bumi Blambangan tersebut.

Jembatan tersebut berlokasi di perbatasan Desa Sidowangi dan Desa Bajulmati.

Awalnya, jembatan tersebut terbuat dari kayu. Warga secara swadaya membangun jembatan tersebut menggunakan beton.

Namun, seiring berjalannya waktu, kondisi jembatan berbahan beton itu pun mulai rusak.

Lantaran belum tersentuh perbaikan dari pemerintah, akhirnya para tokoh masyarakat setempat mengajak Kepala Desa (Kades) Sidowangi Muansin bermusyawarah untuk membangun jembatan tersebut sebelum menelan korban.

Kades Muansin pun menyambut ajakan itu dengan tangan terbuka.

Ia lantas mengundang perwakilan warga sebanyak kurang lebih 200 orang di Balai Desa Sidowangi untuk bermusyawarah sekaligus membentuk panitia pembangunan jembatan.

Dalam pertemuan itu disepakati setiap kepala keluarga (KK) menyumbang Rp 100 ribu.

Hasilnya, terkumpul dana mencapai lebih dari Rp 30 juta.

Dana sebesar itu lantas dijadikan modal awal untuk pembangunan jembatan penghubung Sidowangi-Bajulmati tersebut.

Pembangunan dengan ukuran lebar 5 meter dan panjang 12 meter tersebut dimulai pada 3 Juni lalu.

Sementara itu, sembari pengerjaan berlangsung, panitia juga membuka kotak amal di jembatan tersebut.

“Karena meski dikerjakan, jalan masih dipergunakan sehingga warga yang lewat bisa memberikan sumbangannya langsung di jembatan,” ujar Muansin.

Selama 75 hari proses pelaksanaan pembangunan, sumbangan yang terkumpul dari kotak amal di jalan mencapai Rp 184 juta.

Selain itu, ada juga sumbangan khotmil Qur’an warga Dusun Badolan, Desa Bajulmati sebesar Rp 2,5 juta.

Dusun Badolan berbatasan langsung dengan Desa Sidowangi. 

Bukan itu saja, ada pula sumbangan khotmil Qur’an warga Sidowangi sebesar Rp 18,6 juta.

Dengan demikian, untuk sementara jumlah sumbangan dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp 235 juta.

“Jumlah ini di luar sumbangan berbentuk material yang langsung dikirim oleh penyumbang, baik berupa pasir, batu, atau pun semen,” tutur Kades Muansin.

Singkat cerita, pembangunan jembatan tersebut memasuki fase krusial pada Rabu (19/8).

Kala itu, warga gotong royong melakukan pengecoran “lantai” jembatan.

“Setelah cor kering, selanjutnya tinggal finishing, yakbi pembangunan pagar dan pemasangan lampu penerangan,” tutur kades yang juga mantan jurnalis tersebut.

Muansin menyebut, selain tukang yang memang bekerja membangun jembatan, setiap hari juga banyak warga yang ikut gotong royong membantu proses pembangunan infrastruktur penting tersebut.

“Warga yang gotong royong tidak hanya warga Desa Sidowangi, tetapi juga Warga Dusun Badolan, Desa Bajulmati,” ucapnya.

Masih menurut Muansin, untuk sementara jembatan penghubung Desa Sidowangi-Bajulmati tersebut masih ditutup total untuk kendaraan roda empat.

“Diperkirakan jembatan ini akan kembali dibuka secara normal pada pertengahan September mendatang yang ditandai dengan selamatan dan syukuran bersama,” pungkasnya. 

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Radar Banyuwangi
Gotong Royong Warga Jembatan Sidowangi-Bajulmati desa sidowangi wongsorejo banyuwangi