Antrean Truk Menuju Pelabuhan Tanjung Wangi Capai 2 Kilometer, Jalur Banyuwangi-Situbondo Tersendat

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 00:00 WIB
Personel kepolisian mengatur lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Tanjung Wangi. (Polsek Tanjungwangi untuk Radar Banyuwangi)
Personel kepolisian mengatur lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan di jalur menuju Pelabuhan Tanjung Wangi. (Polsek Tanjungwangi untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Kemacetan akibat antrean truk kembali terjadi di jalan raya Banyuwangi-Situbondo, tepatnya di utara Pelabuhan Tanjung Wangi, Minggu (23/8). 

Puluhan truk yang akan menyeberang ke Lombok tak bisa masuk ke area pelabuhan sehingga menimbulkan antrean sepanjang kurang lebih 2 kilometer (km).

Ekor antrean mencapai jalan raya depan pabrik Semen Gresik.

Tak hanya truk, kendaraan roda empat lainnya yang ingin melintas ikut kesulitan karena adanya antrean truk.

Kondisi ini berbarengan dengan proses muat KMP Mutiara Ferindo I di Pelabuhan Tanjungwangi yang membuat sirkulasi kendaraan di jalur menuju pelabuhan semakin padat.

Antrean puluhan truk menuju Pelabuhan Tanjung Wangi mengular sekitar 2 kilometer akibat kendaraan yang belum memiliki tiket kapal. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
Antrean puluhan truk menuju Pelabuhan Tanjung Wangi mengular sekitar 2 kilometer akibat kendaraan yang belum memiliki tiket kapal. (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)

 

Petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas pun tampak kewalahan, lantaran banyak truk yang belum bisa masuk ke area pelabuhan karena belum bertiket. 

Kapolsek Kawasan Pelabuhan Tanjungwangi AKP Taufan Akbar mengatakan, kemacetan tersebut dipicu banyaknya truk yang belum memiliki tiket kapal.

Sehingga membuat kendaraan tersebut tidak bisa masuk ke area pelabuhan.

Pihaknya telah berulang kali melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk mengurai antrean kendaraan tersebut.

"Personel Satlantas dan Polair mengatur lalu lintas, kami berupaya mempercepat proses muat agar truk bisa masuk ke pelabuhan,” ujarnya.

Taufan menambahkan, persoalan muncul ketika kendaraan truk yang hendak masuk kawasan Pelindo harus memiliki tiket.

Ketentuan tersebut, menurutnya, memicu terjadinya penumpukan kendaraan karena banyak sopir truk yang belum memiliki tiket.

“Dari Pelindo untuk masuk pelabuhan Tanjungwangi harus bertiket.  Dampaknya di lapangan, banyak truk yang meluber antre di badan jalan,” ujarnya.

Pihaknya juga telah meminta pengurus truk dan agen tiket untuk mempercepat proses pengaturan kendaraan.

Karena menurutnya, antrean terjadi akibat lambannya proses dari pengurus kendaraan dan agen tiket.

“Kami sudah meminta pengurus truk dan agen tiket untuk mempercepat ticketing. Sistemnya (tiket) sendiri sudah dibuka oleh PT ALP sejak pagi. Ini tergantung sistemnya,” tutur Taufan.

Sementara itu, peningkatan jumlah kendaraan yang menyeberang juga terjadi di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

Sejak Sabtu sore (22/8), ratusan bus menyerbu pelabuhan untuk menyeberang ke Bali.

Koordinator Satuan Pelayaran (Korsatpel) Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Ketapang Tarto mengatakan, ada aktivitas kendaraan wisata yang meningkat pada akhir pekan menjelang libur panjang Maulid Nabi. 

Namun, imbuh Tarto, kondisi tersebut tidak sampai membuat kepadatan kendaraan terjadi. Bus-bus hanya mengantre menunggu jadwal muat sesuai dengan urutannya.

“Hari ini (kemarin) Pelabuhan Ketapang masih cukup lancar meskipun volume meningkat. Penyeberangan tujuan Lombok yang kami pantau terjadi antrean," pungkasnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Radar Banyuwangi
Kemacetan Banyuwangi-Situbondo Penyeberangan Lombok antrean truk banyuwangi pelabuhan tanjung wangi