RADAR BANYUWANGI - Upaya meningkatkan kecakapan generasi muda dalam menggunakan kecerdasan buatan terus dilakukan Polresta Banyuwangi melalui perluasan Program Paham AI.
Kali ini, sebanyak 300 siswa MAN 1 Banyuwangi mengikuti sosialisasi yang berlangsung di Aula MAN 1 Banyuwangi, Kamis (20/8).
Program tersebut tidak hanya memperkenalkan kecerdasan buatan dari sisi teknologi, tetapi juga menekankan pentingnya sikap kritis, etika, dan tanggung jawab ketika memanfaatkan AI dalam kehidupan sehari-hari.
Pendekatan ini dinilai penting karena pelajar merupakan kelompok yang semakin dekat dengan teknologi digital, baik untuk kebutuhan belajar maupun aktivitas di media sosial.
Salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut adalah Fighting Hoax with AI.
Melalui materi ini, para siswa diperkenalkan pada pemanfaatan AI sebagai alat bantu untuk menilai informasi yang mereka terima.
Siswa diarahkan agar tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan sebuah informasi, melainkan terlebih dahulu mengenali tanda-tanda konten mencurigakan, membandingkan sumber, dan melakukan verifikasi.
Kecakapan tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan bermedia digital yang lebih sehat.
Dengan kemampuan memeriksa informasi secara lebih sistematis, pelajar diharapkan tidak mudah terseret penyebaran hoaks yang dapat muncul dan berkembang cepat di ruang digital.
Selain materi tentang pencegahan hoaks, sosialisasi juga mencakup Introduction to AI, Ethical Use of AI, serta AI Prompts 101.
Materi pengenalan memberikan pemahaman dasar mengenai kecerdasan buatan, sedangkan pembahasan etika menitikberatkan pada keamanan dan tanggung jawab penggunaannya.
Sementara itu, materi AI Prompts 101 memberikan pengetahuan mengenai cara menyusun instruksi atau prompt secara tepat agar AI dapat digunakan secara lebih efektif.
Kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan siswa untuk mendukung proses belajar, menggali ide, hingga mengembangkan kreativitas tanpa mengabaikan proses berpikir mandiri.
Salah satu peserta, Virdha, menilai materi yang diberikan memiliki kaitan erat dengan keseharian pelajar yang kini tidak terpisahkan dari teknologi.
“Materinya seru dan relate banget dengan kami yang setiap hari menggunakan teknologi. Ternyata AI bukan cuma buat cari jawaban, tetapi juga bisa membantu mengecek informasi dan mendukung tugas sekolah. Yang penting, kami tetap harus berpikir kritis, mengecek ulang hasilnya, dan menggunakannya dengan bijak," katanya.
Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa pemanfaatan AI di kalangan pelajar tidak cukup hanya didukung kemampuan teknis.
Pengguna juga perlu memahami batasan teknologi, memeriksa kembali informasi yang dihasilkan, serta mempertimbangkan dampaknya sebelum menggunakan atau menyebarkannya.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., menekankan pentingnya literasi AI bagi pelajar seiring semakin luasnya perkembangan teknologi.
Menurutnya, generasi muda perlu dipersiapkan agar mampu memanfaatkan AI untuk hal-hal yang positif sekaligus tetap memiliki sikap kritis dalam menghadapi informasi di ruang digital.
Melalui Program Paham AI yang terus diperluas, Polresta Banyuwangi berharap semakin banyak pelajar memiliki kecakapan digital yang memadai.
Bukan sekadar mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami aspek keamanan, etika, verifikasi informasi, serta tanggung jawab dalam setiap aktivitas digital.
Perluasan program tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pelajar Banyuwangi agar dapat menempatkan kecerdasan buatan sebagai alat pendukung pembelajaran dan kreativitas, tanpa kehilangan kemampuan untuk berpikir kritis dan mengambil keputusan secara bertanggung jawab.
Editor : Lugas Rumpakaadi