RADAR BANYUWANGI – Radar Digital Mission Race 2026 menghadirkan tantangan yang memadukan literasi transaksi digital, pengalaman menikmati kuliner lokal, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Kegiatan yang berlangsung di Agro Wisata Taman Suruh (AWT), Sabtu (22/8), menggandeng Bank Jatim melalui penggunaan QRIS dalam salah satu misi peserta.
Tantangan tersebut berlangsung di kawasan kuliner AWT.
Setiap regu harus mendatangi stan makanan dan minuman yang telah ditentukan untuk menyelesaikan transaksi sebagai bagian dari misi perlombaan.
Berbeda dari transaksi konvensional, seluruh pembelian dilakukan secara nontunai menggunakan QRIS Bank Jatim.
Peserta tidak hanya dituntut menyelesaikan tantangan dalam batas waktu, tetapi juga menunjukkan kemampuan menggunakan pembayaran digital yang semakin dekat dengan aktivitas masyarakat sehari-hari.
Setelah transaksi selesai, tantangan berlanjut.
Sampah yang berasal dari makanan dan minuman yang dikonsumsi peserta wajib dibawa ke pos berikutnya.
Di lokasi tersebut, setiap regu mendapat tugas memilah sampah berdasarkan kategorinya, yakni organik dan anorganik.
Peserta harus mengenali jenis sampah dan menempatkannya pada kategori yang tepat sebelum dapat melanjutkan perjalanan.
Aktivitas tersebut menjadikan misi tidak sekadar berorientasi pada kecepatan, tetapi juga menguji ketelitian sekaligus pemahaman peserta mengenai pengelolaan sampah.
Perpaduan tantangan digital, kuliner, dan lingkungan membuat kegiatan ini memiliki nilai edukasi yang lebih luas.
Peserta diperkenalkan pada kemudahan pembayaran berbasis QRIS sekaligus diajak menikmati produk kuliner yang tersedia di Banyuwangi.
Di sisi lain, misi pemilahan sampah menanamkan pemahaman bahwa aktivitas konsumsi perlu diikuti dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Pesan yang dibangun adalah bahwa pemanfaatan teknologi digital dan kepedulian ekologis dapat berjalan beriringan dalam kehidupan sehari-hari.
Konsep tersebut juga memperkuat karakter Radar Digital Mission Race 2026 sebagai ajang eksplorasi Banyuwangi melalui berbagai pengalaman.
Peserta tidak hanya berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain, tetapi menyelesaikan misi yang berkaitan dengan pengetahuan, keterampilan, budaya, wisata, kuliner, serta lingkungan.
Manager Event Radar Banyuwangi Gerda Sukarno Prayuda mengatakan rangkaian misi dirancang untuk memperkenalkan berbagai sisi Banyuwangi kepada peserta.
“Melalui Radar Digital Mission Race 2026, peserta diajak menjelajah Banyuwangi dengan menyelesaikan berbagai misi. Mulai dari pengetahuan sejarah dan budaya, destinasi wisata, kuliner khas Banyuwangi, hingga keterampilan dan kepedulian terhadap lingkungan," katanya.
Melalui pendekatan tersebut, Radar Digital Mission Race 2026 tidak hanya menjadi perlombaan berbasis tantangan, tetapi juga ruang pembelajaran yang menggabungkan perkembangan teknologi, potensi daerah, dan kesadaran lingkungan dalam satu pengalaman.
Editor : Lugas Rumpakaadi