RADAR BANYUWANGI – Bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sukonatar, Kecamatan Srono, Banyuwangi, telah rampung dan siap digunakan. Namun, posisi bangunan yang hanya berjarak sekitar tiga hingga empat meter dari badan Jalan Nasional membuat lahan parkir menjadi persoalan sejak awal.
KDMP Sukonatar berada di Dusun Sukopuro, tepat di tepi Jalan Nasional. Dari sisi utara, pintu bangunan disebut hanya berjarak sekitar tiga hingga empat meter dari jalan raya. Kondisi itu membuat ruang yang tersedia untuk kendaraan sangat terbatas.
Bahkan, jika dilihat dari sisi barat jalan, posisi bangunan KDMP tampak lebih rendah dibandingkan permukaan jalan raya. Situasi tersebut berpotensi menjadi kendala ketika koperasi mulai melayani aktivitas masyarakat dan membutuhkan akses keluar-masuk kendaraan.
Kepala Desa Sukonatar Ali Masroni membenarkan kondisi tersebut. Menurut dia, minimnya lahan parkir sebenarnya sudah menjadi perhatian pemerintah desa sebelum pembangunan KDMP dimulai.
“Sangat mepet, jadi tidak punya lahan parkir,” kata Ali, Kamis (21/8).
Ali menjelaskan, Pemerintah Desa (Pemdes) Sukonatar sebelumnya telah memberikan arahan agar pembangunan tidak dilakukan di lokasi tersebut. Pemdes bahkan sempat mengusulkan lahan yang berada di tepi Jalan Nasional karena dinilai strategis sekaligus menawarkan alternatif lokasi lain di Dusun Karanglo.
Namun, usulan tersebut tidak disetujui. Salah satu pertimbangan lokasi alternatif di Dusun Karanglo adalah posisinya yang dinilai terlalu jauh dari jalan utama.
“Sebelum dibangun, kami juga sudah memberi arahan supaya tidak membangun di situ (KDMP sekarang) dan menawarkan tempat lain. Tapi tidak disetujui,” ujarnya.
Bangunan 600 Meter Persegi
Dari sisi pembangunan fisik, KDMP Sukonatar kini telah siap digunakan. Bangunan tersebut memiliki ukuran 30 meter × 20 meter atau total luas sekitar 600 meter persegi.
Ali mengaku mengetahui perkembangan pembangunan sebatas kondisi fisiknya yang telah selesai. Sejumlah fasilitas juga telah diterima, di antaranya satu unit mobil, truk, pendingin ruangan (AC), serta beberapa rak.
Namun, kapan KDMP tersebut mulai beroperasi secara penuh, pihak desa belum memperoleh kepastian.
“Kalau progres hanya sekadar tahu bangunannya siap pakai, sedangkan berjalannya kapan masih belum mengerti,” terangnya.
Kondisi itu membuat kesiapan fisik bangunan belum otomatis menjawab persoalan operasional. Selain kepastian kapan mulai melayani masyarakat, akses kendaraan dan ketersediaan ruang parkir menjadi bagian yang perlu diperhatikan ketika aktivitas koperasi berjalan.
Diharapkan Beri Manfaat Langsung
KDMP merupakan program resmi pemerintah yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan warga desa, sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.
Bagi Pemdes Sukonatar, keberadaan koperasi tersebut tetap diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Meski persoalan lokasi dan parkir menjadi catatan, harapan terhadap fungsi koperasi tetap besar.
“Semoga KDMP ini ke depannya bisa bermanfaat bagi masyarakat langsung,” harap Ali.
Dengan bangunan yang sudah rampung, perhatian berikutnya kini tertuju pada kesiapan operasional KDMP Sukonatar, termasuk bagaimana aktivitas kendaraan dan parkir dapat diatur di lokasi yang berada sangat dekat dengan Jalan Nasional. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin