RADAR BANYUWANGI – Bantuan Baznas Banyuwangi menyentuh kebutuhan warga dari berbagai sisi. Seorang siswa MI Irsyadut Tholibien, Sidomulyo, Muncar, kini bisa berangkat sekolah dengan sepeda baru, sementara warga yang menderita kanker hati mendapat bantuan biaya pengobatan. Pada hari yang sama, Baznas juga membantu biaya sidang isbat nikah bagi 25 pasangan duafa.
Rangkaian bantuan tersebut disalurkan melalui Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di sejumlah kecamatan pada Jumat (14/8). Program yang dijalankan menyasar kebutuhan pendidikan, kesehatan, hingga administrasi keluarga bagi masyarakat kurang mampu.
Siswa Muncar Kini Bisa Bersepeda ke Sekolah
Destian Nugraha Adhi, siswa kelas V MI Irsyadut Tholibien, Sidomulyo, Kecamatan Muncar, tampak semringah setelah menerima sepeda baru.
Sepeda tersebut merupakan bantuan Baznas Banyuwangi melalui UPZ Kecamatan Muncar. Bantuan itu diberikan sebagai bagian dari program Banyuwangi Cerdas, yang salah satunya menyediakan fasilitas transportasi bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
Ketua UPZ Kecamatan Muncar Anang Makruf mengatakan, sepeda tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas Destian dalam menempuh perjalanan menuju sekolah.
“Bantuan sepeda ini merupakan program Banyuwangi Cerdas untuk memberikan fasilitas alat transportasi bagi siswa tidak mampu,” kata Anang, Kamis (20/8).
Bagi Destian, sepeda baru bukan sekadar hadiah. Kendaraan tersebut menjadi sarana untuk berangkat dan pulang sekolah dengan lebih mudah.
Program Banyuwangi Cerdas juga menunjukkan bahwa dukungan pendidikan tidak selalu berupa perlengkapan belajar atau biaya sekolah. Akses menuju sekolah juga menjadi bagian penting agar siswa tetap dapat menjalani pendidikan dengan baik.
Tukang Kayu Penderita Kanker Dapat Bantuan Pengobatan
Di Kecamatan Genteng, bantuan Baznas menyasar kebutuhan kesehatan. UPZ Kecamatan Genteng bersama Polsek Genteng menyerahkan bantuan biaya operasional pengobatan kepada Nur Rofiq, 54, warga Dusun Sawahan, Desa Gentengkulon.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang kayu tersebut tengah menjalani pengobatan karena menderita kanker hati. Bantuan diberikan untuk mendukung kebutuhan operasional pengobatan yang dirujuk ke Surabaya.
Ketua UPZ Kecamatan Genteng Tommy Anwar mengatakan bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban biaya yang harus ditanggung keluarga Nur Rofiq selama menjalani pengobatan.
“UPZ Kecamatan Genteng bersama Polsek Genteng menyerahkan bantuan biaya operasional pengobatan yang dirujuk ke Surabaya,” terang Tommy.
Bantuan biaya operasional menjadi penting bagi pasien yang harus menjalani pengobatan di luar daerah. Selain biaya perawatan, perjalanan menuju fasilitas kesehatan rujukan juga membutuhkan biaya tambahan.
Bantu 25 Pasangan Duafa Urus Isbat Nikah
Masih pada Jumat (14/8), Baznas Banyuwangi juga memberikan bantuan biaya sidang isbat nikah kepada 25 pasangan duafa.
Kegiatan tersebut digelar di aula PCNU Banyuwangi dengan melibatkan sejumlah lembaga, yakni Kantor Urusan Agama (KUA), Kementerian Agama (Kemenag), LKKNU Banyuwangi, dan Pengadilan Agama Banyuwangi.
Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu pasangan duafa mendapatkan kepastian administrasi pernikahan melalui proses isbat nikah.
Bagi pasangan yang belum memiliki pencatatan pernikahan secara resmi, isbat nikah menjadi salah satu proses penting untuk memperoleh kepastian hukum dan administrasi keluarga.
Tiga bentuk bantuan tersebut memperlihatkan cakupan penyaluran zakat yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga kepastian administrasi keluarga.
Melalui UPZ di tingkat kecamatan, bantuan Baznas Banyuwangi diharapkan dapat menjangkau warga yang membutuhkan secara lebih tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung dalam kehidupan sehari-hari. (sgt)
Editor : Ali Sodiqin