RADAR BANYUWANGI – Kepulan asap yang membumbung dari bagian selatan puncak Gunung Raung sejak Selasa pagi (19/8) belum menemukan titik terang. Setelah dipastikan tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanis, kini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur bersama Perhutani KPH Banyuwangi Barat bergerak menelusuri sumber asap yang diduga berasal dari api unggun atau kebakaran lahan.
Fenomena tersebut terpantau di kawasan selatan puncak Gunung Raung yang memiliki ketinggian 3.332 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kepulan asap bahkan disebut terus terlihat hingga sore hari dengan intensitas yang cenderung meningkat.
Kondisi itu membuat jajaran terkait meningkatkan kewaspadaan. BPBD Jatim berkoordinasi dengan Perhutani KPH Banyuwangi Barat serta aparat kepolisian dari wilayah setempat untuk memastikan titik dan penyebab munculnya asap.
Agen Informasi BPBD Jatim Ismanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih memetakan sumber pasti kepulan asap tersebut.
Berdasarkan informasi awal yang diterima dari sejumlah pendaki, terdapat kemungkinan asap berasal dari aktivitas manusia di kawasan lereng Gunung Raung.
Salah satu dugaan, ada pemburu liar yang membuat api unggun. Namun, kemungkinan lain yang lebih serius juga tidak bisa dikesampingkan, yakni kebakaran lahan.
“Dari informasi sejumlah pendaki, ada kemungkinan asap itu berasal dari aktivitas pemburu liar yang membuat api unggun. Namun, melihat intensitas asap yang terus mengepul, tidak menutup kemungkinan memang terjadi kebakaran lahan,” ujar Ismanto.
Intensitas Asap Justru Meningkat
Kekhawatiran muncul karena kepulan asap tidak hanya terlihat sesaat.
Dari hasil pemantauan sejak pagi hingga sore, asap masih terus membumbung dari kawasan selatan puncak Gunung Raung. Bahkan, intensitasnya disebut terlihat semakin besar dibandingkan ketika pertama kali terdeteksi.
“Sejak pagi sampai sore ini masih terlihat kepulan asapnya. Itu menandakan memang masih ada sumber panas aktif,” ucapnya.
Namun, hingga kemarin sore, BPBD Jatim belum dapat memastikan koordinat pasti sumber asap tersebut.
Pemantauan dilakukan menggunakan teropong dan citra satelit. Dari hasil pengamatan itu, keberadaan kepulan asap memang terdeteksi. Meski demikian, luas area yang diduga terbakar belum bisa ditentukan.
“Kami pantau dari teropong hingga citra satelit memang ada kepulan asap. Sedangkan berkaitan luas area yang terbakar, tidak bisa hanya dikira-kira, kami belum bisa memastikan,” tandas Ismanto.
Perhutani Terjunkan Tim ke Lokasi
Untuk memastikan kondisi di lapangan, Perhutani KPH Banyuwangi Barat telah menerjunkan tim khusus menuju lokasi.
Tim tersebut melakukan penyisiran sekaligus berupaya menentukan titik koordinat sumber kepulan asap secara langsung.
Waka Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat Sunardi membenarkan bahwa personelnya sudah bergerak menuju kawasan yang diduga menjadi sumber asap.
“Anggota kami sudah menuju lokasi untuk melakukan pengecekan,” katanya.
Namun, proses pengecekan tidak mudah. Lokasi kepulan asap berada di kawasan dengan medan terjal dan membutuhkan waktu tempuh yang tidak singkat.
Kondisi tersebut membuat hasil pemeriksaan lapangan belum dapat diperoleh secara cepat.
“Hasilnya seperti apa, kami mohon waktu. Karena lokasinya cukup sulit, hingga saat ini tim di lapangan belum bisa memberikan pembaruan data terkait kondisi terkini maupun penyebab pasti munculnya asap tersebut,” pungkas Sunardi.
Sebelumnya, kepulan asap di bagian selatan puncak Gunung Raung sempat memicu kekhawatiran masyarakat karena dikaitkan dengan kemungkinan aktivitas gunung api.
Namun, hasil pemantauan Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Raung memastikan fenomena tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas vulkanis dan tidak ada catatan erupsi.
Dengan demikian, perhatian kini mengarah pada kemungkinan adanya sumber api di kawasan lereng atau jalur menuju puncak.
Apakah kepulan itu hanya berasal dari api unggun atau justru kebakaran lahan di kawasan Gunung Raung, masih menunggu hasil penyisiran tim di lapangan. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin