Pelajar Banyuwangi Masih Keluyuran hingga Larut Malam, Bupati Ipuk Tekankan Peran Orang Tua

Fredy Rizki Manunggal • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 21:30 WIB
Bupati Ipuk Fiestiandani bersama para lulusan program Sobat di kantor Dispendik Banyuwangi pada Juli 2025 lalu. (Dok. Radar Banyuwangi)
Bupati Ipuk Fiestiandani bersama para lulusan program Sobat di kantor Dispendik Banyuwangi pada Juli 2025 lalu. (Dok. Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Aktivitas pelajar yang masih berlangsung hingga menjelang tengah malam menjadi perhatian serius Pemkab Banyuwangi. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meminta orang tua, Dinas Pendidikan (Dispendik), Satpol PP, hingga Forkopimda memperkuat pengawasan agar anak-anak tidak bebas berkeliaran pada malam hari tanpa kepentingan yang jelas.

Salah satu langkah yang didorong adalah melanjutkan program Sekolah Orang Tua Hebat (Sobat). Ipuk menilai peran keluarga menjadi fondasi utama dalam mengontrol aktivitas anak, termasuk membatasi kegiatan di luar rumah pada malam hari.

Arahan tersebut disampaikan menyusul masih ditemukannya pelajar yang berkumpul dan beraktivitas hingga larut malam di sejumlah titik di Banyuwangi.

Menurut Ipuk, Dispendik Banyuwangi sebenarnya telah memiliki kebijakan terkait pembatasan aktivitas pelajar pada malam hari. Namun, kebijakan tersebut tidak akan berjalan optimal tanpa keterlibatan dan pengawasan langsung dari keluarga.

Orang Tua Jadi Benteng Pertama

Ipuk menegaskan, orang tua memiliki peran besar dalam menentukan pola aktivitas anak. Ketegasan keluarga dalam mengatur waktu dan aktivitas di luar rumah dinilai menjadi kunci agar pelajar tidak lepas dari pengawasan.

“Kalau orang tuanya melarang anak-anak keluar malam, maka anak-anak tidak akan ada yang keluar malam. Tetapi kalau orang tuanya membiarkan anaknya keluar malam, maka pasti anak-anaknya juga akan bebas keluar malam,” ujarnya.

Karena itu, Pemkab Banyuwangi akan terus mendorong penguatan program Sekolah Orang Tua Hebat atau Sobat.

Program tersebut diharapkan menjadi ruang untuk meningkatkan kapasitas orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak, memahami tantangan yang dihadapi generasi muda, sekaligus memperkuat pengawasan di lingkungan keluarga.

Ipuk meminta Dispendik Banyuwangi agar pelaksanaan program Sobat tidak berhenti di tengah jalan. Menurutnya, pendidikan anak tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif orang tua.

“Kami berharap kepada Dinas Pendidikan, Sekolah Orang Tua Hebat untuk terus dilaksanakan, jangan henti. Karena anak-anak kita ini tergantung bagaimana dari orang tuanya,” tegasnya.

Aktivitas di Depan Pendapa Jadi Perhatian

Selain memperkuat peran keluarga, Pemkab Banyuwangi juga akan meningkatkan pengawasan di sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpul pelajar pada malam hari.

Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan depan Pendapa Sabha Swagata Blambangan.

Ipuk mengaku tidak sepenuhnya melarang anak-anak dan pelajar melakukan aktivitas di kawasan tersebut. Menurut dia, lokasi itu justru relatif lebih mudah dipantau dibandingkan jika para pelajar berkumpul di tempat-tempat yang tidak terjangkau pengawasan.

“Di satu sisi saya senang anak-anak melakukan aktivitas di depan pendapa karena lebih bisa terjaga,” katanya.

Namun, persoalan muncul ketika aktivitas berlangsung hingga larut malam. Apalagi, para pelajar yang berkumpul berasal dari berbagai komunitas sehingga perlu ada pengawasan, termasuk ketika mereka mulai meninggalkan lokasi.

Satpol PP dan Forkopimda Diminta Bergerak

Untuk itu, Ipuk meminta Satpol PP bersama stakeholder terkait meningkatkan pengawasan sekaligus melakukan pemetaan terhadap aktivitas pelajar di kawasan-kawasan yang menjadi titik berkumpul.

Langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk melakukan penertiban, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan agar anak-anak tetap berada dalam lingkungan yang aman dan terkontrol.

Pemkab Banyuwangi juga akan berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk menyusun langkah bersama dalam mengawal aktivitas pelajar, terutama pada malam hari.

“Memang ini harus duduk bersama antara pemkab dengan Forkopimda untuk bareng-bareng nantinya bagaimana mengawal anak-anak kita untuk tidak keluar malam seperti itu,” pungkasnya.

Bagi Pemkab Banyuwangi, persoalan aktivitas pelajar hingga larut malam tidak cukup diselesaikan melalui pengawasan aparat. Keluarga, sekolah, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan memiliki peran yang saling menguatkan.

Melalui keberlanjutan program Sobat dan pengawasan bersama, anak-anak diharapkan tetap memiliki ruang untuk beraktivitas dan berkembang, namun tetap berada dalam pendampingan yang memadai. (fre/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
pengawasan anak Program Sobat Pelajar Keluar Malam Dispendik banyuwangi Ipuk Fiestiandani