Selamatan Kampung, Cara Warga Tanggul Jember Merawat Kerukunan di Momen Kemerdekaan

Desila Aini Hidayah • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 08:23 WIB
Warga Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengikuti selamatan kampung menjelang peringatan 17 Agustus. Kegiatan sederhana tersebut menjadi ajang doa bersama, makan bersama, gotong royong, dan mempererat silaturahmi antarwarga. (Desi untuk Radar Banyuwangi)
Warga Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Jawa Timur mengikuti selamatan kampung menjelang peringatan 17 Agustus. Kegiatan sederhana tersebut menjadi ajang doa bersama, makan bersama, gotong royong, dan mempererat silaturahmi antarwarga. (Desi untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus, suasana kebersamaan mulai terasa di sejumlah lingkungan warga Tanggul, Jember. Selain mempersiapkan berbagai lomba dan kegiatan untuk anak-anak, warga juga menggelar selamatan kampung sebagai bagian dari peringatan kemerdekaan.

Kegiatan tersebut berlangsung sederhana. Warga berkumpul di tempat yang telah disiapkan bersama. Sebelum acara dimulai, beberapa warga terlihat membantu membersihkan area, menata tempat, serta mempersiapkan makanan yang dibawa dari rumah masing-masing.

Beragam hidangan kemudian dikumpulkan untuk dinikmati bersama. Nasi, lauk-pauk, jajanan, buah, hingga makanan lainnya menjadi bagian dari sajian selamatan. Setiap hidangan yang dibawa warga bukan sekadar pelengkap acara, melainkan juga mencerminkan semangat berbagi dalam suasana peringatan kemerdekaan.

Setelah seluruh persiapan selesai, warga mengikuti doa bersama. Doa tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan Indonesia sekaligus harapan agar kehidupan masyarakat di lingkungan kampung senantiasa aman, tenteram, dan rukun.

Suasana kegiatan pun terasa semarak. Warga dari berbagai kelompok usia hadir dalam satu tempat. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga warga lanjut usia berbaur tanpa sekat. Sembari menunggu acara dimulai, mereka saling menyapa, berbincang, dan bercanda.

Momen seperti itu menjadi bagian penting dalam kehidupan warga. Kesibukan sehari-hari membuat pertemuan dengan tetangga tidak selalu mudah dilakukan. Karena itu, selamatan kampung menjadi ruang sederhana untuk kembali bertatap muka dan mempererat hubungan sosial.

Persiapan kegiatan juga dikerjakan secara bersama-sama. Ada warga yang membawa makanan, menata perlengkapan, membersihkan lokasi, hingga membantu merapikan tempat setelah acara selesai. Pola kerja tersebut memperlihatkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di tingkat kampung.

Nayla, salah seorang warga, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Menurut dia, selamatan kampung menjadi kesempatan untuk berkumpul sekaligus menjaga hubungan baik antarwarga.

“Senang bisa kumpul bareng warga, sekalian memperingati 17 Agustus dan menjaga silaturahmi,” ujar Nayla.

Usai doa bersama, makanan yang telah disiapkan kemudian dinikmati atau dibagikan kepada warga. Makan bersama menjadi salah satu momen yang paling ditunggu. Warga duduk bersama menikmati hidangan yang dibawa dari rumah masing-masing dalam suasana santai dan akrab.

Meski digelar tanpa kemeriahan berlebihan, selamatan kampung tetap memberikan warna tersendiri dalam peringatan 17 Agustus. Makna kegiatan tidak berhenti pada seremoni memperingati kemerdekaan, tetapi juga terlihat dalam kebiasaan warga untuk saling membantu dan menjaga hubungan baik.

Dari kegiatan sederhana tersebut, semangat kemerdekaan terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bagi warga Tanggul, peringatan 17 Agustus tidak hanya diisi dengan lomba dan hiburan. Ada pula ruang untuk bersyukur, berkumpul, berbagi makanan, serta merawat kerukunan di lingkungan tempat tinggal.

Selamatan kampung menjadi gambaran bahwa semangat kemerdekaan dapat hadir melalui hal-hal sederhana. Ketika warga mau duduk bersama, saling membantu, dan menjaga silaturahmi, nilai kebersamaan tetap hidup di tengah lingkungan masyarakat.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Gotong Royong Warga selamatan kampung Tanggul Jember hari kemerdekaan 17 agustus