RADAR BANYUWANGI – Pengguna Jalan Nasional III yang menghubungkan Banyuwangi–Jember masih harus bersabar. Perbaikan jembatan di Desa/Kecamatan Gambiran baru mencapai sekitar 50 persen, sehingga rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup masih diberlakukan.
Pengerjaan jembatan yang berada di selatan Kantor Desa Gambiran itu telah berlangsung sekitar satu bulan. Proyek dimulai pada Selasa (14/7) dan ditargetkan selesai pada 14 September 2026.
Hingga Minggu (16/8), progres pekerjaan terus dikebut. Kendati separuh pekerjaan telah terlewati, arus kendaraan di jalur nasional tersebut masih harus bergantian melintasi jembatan.
Kepala Desa Gambiran Eko Hadi Riyanto mengatakan, pembangunan terus berjalan dengan tetap memperhatikan kelancaran lalu lintas. Selama pengerjaan, kendaraan yang melintas diatur menggunakan skema buka tutup.
“Kalau truk besar seperti tronton tidak bisa melintas. Jadi khusus kendaraan besar dialihkan, sedangkan truk kecil hingga bus masih bisa melintas,” katanya.
Menurut Eko, progres pekerjaan kini mendekati 50 persen. Bagian pengecoran di sisi barat jembatan disebut telah rampung dan tahap berikutnya tinggal menyelesaikan sejumlah pekerjaan, termasuk pengaspalan.
“Pengecoran di sisi barat sudah selesai, tinggal pengaspalan,” jelasnya.
Eko berharap proses pengerjaan dapat berjalan sesuai target sehingga jembatan bisa kembali digunakan secara normal dalam waktu dekat. Perbaikan dilakukan karena konstruksi jembatan tersebut sudah berusia cukup tua.
Kondisi bangunan yang menua menjadi alasan utama perbaikan dilakukan. Jika tidak segera ditangani, kondisi konstruksi dikhawatirkan dapat mengganggu keamanan dan membahayakan pengguna jalan yang melintas di jalur utama Banyuwangi–Jember.
Truk Tronton Wajib Dialihkan
Sejak pekerjaan dimulai pada 14 Juli lalu, pengguna Jalan Nasional III di wilayah Gambiran memang telah diminta meningkatkan kewaspadaan. Jalur tersebut merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan Banyuwangi dengan Jember.
Kapolsek Gambiran AKP Dwi Mujianto sebelumnya mengatakan, rekayasa lalu lintas diberlakukan untuk menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus memberikan ruang bagi pekerja menyelesaikan pembangunan jembatan.
“Buka tutup jalan ini akan berlangsung selama dua bulan atau hingga pengerjaan selesai,” ujarnya.
Selama pekerjaan berlangsung, kendaraan berat seperti tronton tidak diperbolehkan melintasi jembatan dan harus menggunakan jalur pengalihan. Sementara kendaraan yang masih diperbolehkan melintas tetap harus mengikuti pengaturan petugas di lokasi.
Dengan target pengerjaan hingga pertengahan September, sistem buka tutup diperkirakan masih akan mewarnai arus lalu lintas di kawasan Gambiran dalam beberapa pekan ke depan.
Pengendara, khususnya kendaraan besar, diimbau memperhatikan rambu dan arahan petugas agar tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun gangguan keselamatan selama proyek perbaikan berlangsung. (why/sgt)
Editor : Ali Sodiqin