RADAR BANYUWANGI – Napas terengah dan langkah kecil puluhan siswa SD/MI mewarnai jalanan desa di Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Bukan sekadar mengejar garis finis, para pelajar itu berlari membawa semangat juang dalam lomba lari jauh tingkat SD/MI yang digelar Pemerintah Desa Wringinagung untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Sejak pagi, puluhan peserta dari SD dan MI se-Desa Wringinagung memadati pelataran kantor desa. Mengenakan seragam olahraga sekolah dan nomor dada, mereka bersiap menaklukkan rute lomba yang telah disiapkan panitia.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu rangkaian perayaan kemerdekaan di wilayah Kecamatan Gambiran. Lomba lari sekaligus diarahkan sebagai ajang pembinaan generasi muda melalui olahraga.
Kepala Desa Wringinagung Muadim mengatakan, lomba tersebut merupakan bagian dari sejumlah agenda yang digelar untuk memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Kegiatan ini salah satu dari beberapa kegiatan yang digelar dalam agenda peringatan HUT RI ke-81,” katanya.
Lintasan lomba memiliki jarak kurang dari tiga kilometer. Rute sengaja dibuat mengelilingi kawasan permukiman warga agar suasana perlombaan lebih meriah. Sepanjang perjalanan, warga turut memberikan dukungan dan menyemangati para pelari cilik.
Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa KKN yang membantu pelaksanaan lomba di lapangan.
“Kami dibantu anak-anak KKN yang bertugas di sini untuk ikut memeriahkan,” terangnya.
Saling Salip Kejar Garis Finis
Meski jarak yang ditempuh cukup menantang bagi pelajar tingkat SD, semangat peserta tidak surut. Begitu perlombaan dimulai, para pelari cilik langsung berusaha menjaga kecepatan dan posisi masing-masing.
Beberapa peserta bahkan terlihat saling menyalip demi menjadi yang pertama mencapai garis finis. Persaingan berlangsung dalam suasana sportif karena masing-masing ingin mempersembahkan prestasi terbaik bagi sekolah.
Bagi peserta yang berhasil menjadi juara, pemerintah desa telah menyiapkan trofi dan apresiasi.
“Bagi peserta yang menang, ada apresiasi dari kami,” tutur Muadim.
Namun, bagi pemerintah desa, kemenangan bukan satu-satunya tujuan. Lomba tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan nilai sportivitas, melatih ketahanan fisik, sekaligus membangun mental pantang menyerah sejak usia dini.
Muadim mengatakan momentum kemerdekaan menjadi kesempatan tepat untuk mengenalkan makna perjuangan kepada generasi muda melalui kegiatan yang menyenangkan dan dekat dengan kehidupan mereka.
“Melalui momentum HUT ke-81 RI ini kami ingin mengajak anak-anak untuk belajar arti perjuangan. Harapannya, dari desa ini kelak lahir bibit-bibit atlet lari potensial yang bisa mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Bakal Jadi Agenda Rutin
Setelah seluruh peserta menyelesaikan perlombaan, kegiatan ditutup dengan penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang.
Senyum bangga terlihat dari wajah para juara ketika naik ke podium. Bagi mereka, trofi tersebut bukan hanya hadiah perlombaan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga dalam memeriahkan perayaan kemerdekaan.
Antusiasme peserta dan masyarakat membuat pemerintah desa berencana menjadikan lomba lari tersebut sebagai kegiatan rutin.
“Saya sendiri yang menyerahkan hadiah, melihat anak-anak sangat senang maka ke depan akan kami gelar secara rutin,” pungkas Muadim. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin