24 Jam Kawal Arus Lalin Ketapang, Satlantas Banyuwangi Digelari Terbaik Polda Jatim

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 04:00 WIB
Dirlantas Polda Jatim Kombespol Rahmat Hakim menyerahkan penghargaan kepada Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol I Gusti Bagus Krisna Fuady (kanan) di Hall Batu Suki Resort & Hotel, Kota Batu, Jumat (14/8). (Satlantas Polresta Banyuwangi)
Dirlantas Polda Jatim Kombespol Rahmat Hakim menyerahkan penghargaan kepada Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol I Gusti Bagus Krisna Fuady (kanan) di Hall Batu Suki Resort & Hotel, Kota Batu, Jumat (14/8). (Satlantas Polresta Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Ribuan kendaraan yang bergerak menuju Pelabuhan Ketapang saat arus mudik dan balik Lebaran bukan sekadar menghadirkan antrean. Di balik padatnya jalur penyeberangan Jawa–Bali, ada strategi rekayasa lalu lintas yang harus bekerja nyaris tanpa jeda.

Kerja tersebut berbuah penghargaan. Satlantas Polresta Banyuwangi meraih penilaian terbaik kategori Manajemen Rekayasa Lalu Lintas pada Area Kawasan Pelabuhan selama Operasi Ketupat Semeru 2026 jajaran Polda Jawa Timur.

Penghargaan itu diserahkan Dirlantas Polda Jatim Kombespol Rahmat Hakim kepada Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol I Gusti Bagus Krisna Fuady dalam agenda Analisis dan Evaluasi (Anev) serta Bimbingan Teknis (Bimtek) Operasi Kepolisian Bidang Lantas 2026 di Hall Batu Suki Resort & Hotel, Kota Batu, Jumat (14/8).

Penilaian terbaik tersebut menjadi apresiasi atas kinerja personel dalam mengelola arus kendaraan, terutama di kawasan Pelabuhan Ketapang–Gilimanuk selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

Kawasan pelabuhan menjadi titik krusial karena merupakan salah satu pintu utama mobilitas masyarakat dan kendaraan dari Pulau Jawa menuju Bali. Ketika volume kendaraan melonjak, antrean berpotensi mengular dan mengganggu kelancaran lalu lintas di sekitarnya.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Satlantas Polresta Banyuwangi menerapkan sejumlah strategi. Rekayasa arus dilakukan dengan memaksimalkan jalur alternatif serta area penyangga atau buffer zone untuk mengendalikan kepadatan kendaraan.

Personel juga disiagakan selama 24 jam untuk memantau sekaligus mengurai kepadatan. Namun, tugas di tengah kepadatan arus kendaraan tidak berhenti pada pengaturan lalu lintas.

Pendekatan humanis ikut menjadi bagian dari pelayanan. Personel membantu pemudik yang mengalami kendala kendaraan, mulai mengganti ban hingga mendorong mobil yang mogok.

Petugas juga memberikan bantuan kepada pengguna jalan yang membutuhkan. Bahkan, sejumlah pasien, termasuk ibu hamil dan ambulans, mendapat pengawalan melalui jalur darurat agar perjalanan menuju tujuan tidak terhambat kepadatan arus kendaraan.

Pemudik yang tertinggal rombongan juga dibantu agar dapat kembali melanjutkan perjalanan. Di tengah padatnya kawasan pelabuhan, personel turut membagikan nasi bungkus dan minuman secara gratis kepada masyarakat yang melakukan perjalanan.

Keberhasilan mengelola arus kendaraan tersebut tidak berdiri sendiri. Satlantas Polresta Banyuwangi bersinergi dengan berbagai pihak, mulai Polri, pemerintah daerah, Dinas Perhubungan, otoritas pelabuhan, TNI, hingga pemangku kepentingan lainnya.

Kasat Lantas Polresta Banyuwangi Kompol I Gusti Bagus Krisna Fuady menyebut penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh personel dan dukungan berbagai pihak.

“Semoga dedikasi dalam menjaga kelancaran dan kenyamanan arus lalu lintas penyeberangan pelabuhan benar-benar menjadi kebanggaan masyarakat Banyuwangi,” katanya.

Menurut Krisna, penghargaan tersebut bukan menjadi alasan untuk berpuas diri. Sebaliknya, capaian itu akan dijadikan bahan evaluasi sekaligus pemacu jajaran Satlantas untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Berbagai strategi dan inovasi di bidang lalu lintas juga akan terus dikembangkan. Hal itu dilakukan dengan menyesuaikan dinamika mobilitas masyarakat, khususnya di kawasan Pelabuhan Ketapang yang menjadi salah satu jalur vital pergerakan kendaraan dan penumpang menuju Pulau Bali,” terangnya.

Penghargaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pengelolaan arus di kawasan pelabuhan tidak hanya bergantung pada kemampuan mengurai kemacetan. Kecepatan merespons persoalan di lapangan, pelayanan kepada pengguna jalan, serta sinergi lintas instansi menjadi bagian penting dalam menjaga jalur Jawa–Bali tetap bergerak. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
Satlantas Banyuwangi rekayasa lalu lintas operasi ketupat pelabuhan ketapang Arus Mudik