Banyuwangi Berpendar! Ribuan Lampion dan Pramuka Bawa Pesan Menabung Sejak Dini

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 08:00 WIB
Tarian gandrung turut memeriahkan Festival Lampion, Kamis malam (14/8). Pakaian yang dikenakan para penari memedarkan cahaya karena ditambah asesoris khusus. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)
Tarian gandrung turut memeriahkan Festival Lampion, Kamis malam (14/8). Pakaian yang dikenakan para penari memedarkan cahaya karena ditambah asesoris khusus. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Ribuan cahaya lampion memenuhi jalanan Kota Banyuwangi, Kamis malam (13/8). Di balik kemeriahan pawai yang diikuti ribuan anggota Pramuka itu, terselip pesan penting: membangun kebiasaan menabung dan memahami literasi keuangan sejak usia sekolah.

Ribuan siswa jenjang SD hingga SMA mengikuti pawai lampion dalam rangka Hari Pramuka ke-65. Mengusung tema Keragaman Budaya Banyuwangi, para peserta tampil dengan seragam Pramuka sambil membawa dan menampilkan lampion dengan beragam kreasi.

Pawai dilepas langsung Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dari Kantor Pemkab Banyuwangi. Ribuan peserta kemudian bergerak menuju garis finis di Taman Blambangan, disaksikan masyarakat yang memadati sejumlah ruas jalan.

Gemerlap lampion tidak hanya menjadi tontonan. Tahun ini, pawai tersebut dikemas berbeda dengan memadukan kekayaan budaya lokal dan edukasi literasi keuangan.

Budaya Banyuwangi Bertemu Edukasi Keuangan

Pawai lampion menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65 sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Indonesia.

Jika pada pelaksanaan sebelumnya fokus utama berada pada kemeriahan atraksi lampion, tahun ini Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengolaborasikannya dengan program literasi keuangan bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kolaborasi tersebut menjadi pembeda dalam pelaksanaan pawai tahun ini.

“Atraksi lampion pada malam hari ini berbeda dari sebelumnya karena kita mengolaborasikan dengan literasi keuangan oleh OJK,” ujarnya.

Menurut Ipuk, momentum tersebut sengaja dimanfaatkan untuk memperkenalkan pentingnya pengelolaan keuangan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar.

Salah satunya melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang mendorong pelajar memiliki rekening sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Saat Lampion Padam, Pesannya Harus Tetap Menyala

Bagi Pemkab Banyuwangi, pawai lampion tidak berhenti sebagai hiburan atau seremoni peringatan Hari Pramuka.

Di balik ribuan cahaya yang bergerak menyusuri jalanan kota, ada upaya menanamkan nilai belajar, berkarya, berinovasi, dan berempati kepada generasi muda.

Ipuk berharap pesan tersebut tidak berhenti selama kegiatan berlangsung. Kebiasaan menabung, kata dia, perlu dibangun sejak anak-anak agar kelak mereka memiliki kemampuan merencanakan kebutuhan dan masa depan.

Kebiasaan mengelola uang sejak dini juga dinilai dapat membantu keluarga lebih siap menghadapi kebutuhan yang tidak terduga.

“Mudah-mudahan kegiatan ini bermanfaat bagi kita semuanya serta menjadi semangat bagi anak-anak kita untuk bisa belajar, berkarya, berinovasi, dan berempati bagi sesama,” kata Ipuk.

Ia kemudian menitipkan satu pesan melalui simbol lampion yang menerangi Banyuwangi malam itu.

“Pawai lampion telah menerangi Banyuwangi. Saya berharap ketika lampion padam, cahayanya tetap tinggal dalam diri kita, menjadi cahaya literasi keuangan dan kebiasaan menabung,” tuturnya.

Ribuan lampion akhirnya terus bergerak menuju Taman Blambangan. Cahaya yang memenuhi pusat kota malam itu bukan hanya menandai semarak Hari Pramuka 2026, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pendidikan generasi muda dapat dimulai dari hal sederhana: mengenal budaya sendiri dan belajar mengelola uang sejak dini. (ray/aif)

Editor : Ali Sodiqin
budaya banyuwangi Hari Pramuka 2026 Pawai lampion Banyuwangi KEJAR pelajar literasi keuangan