Satu Dekade Peduli Penyu, Indofood Kembali Dukung Konservasi BSTF Banyuwangi

Sigit Hariyadi • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 04:00 WIB
Ananto Pramandhika, Branch HR Manager Indofood Noodel Surabaya (tengah) menerima suvenir dari Pendiri BSTF Wiyanto Haditanojo setelah melepasliarkan 1.100 eor tukik di Pantai Ketapang Indah Hotel, Kamis lalu (13/8). (Gerda/Radar Banyuwangi)
Ananto Pramandhika, Branch HR Manager Indofood Noodel Surabaya (tengah) menerima suvenir dari Pendiri BSTF Wiyanto Haditanojo setelah melepasliarkan 1.100 eor tukik di Pantai Ketapang Indah Hotel, Kamis lalu (13/8). (Gerda/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 1.100 tukik kembali mendapat kesempatan untuk menaklukkan laut lepas. Kamis (13/8) pagi, ribuan anak penyu itu dilepasliarkan di kawasan pantai Ketapang Indah Hotel, Banyuwangi, sebagai bagian dari upaya menjaga keberlangsungan populasi penyu.

Aksi tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF) dan Indofood Noodle Surabaya dalam mendukung konservasi penyu di Banyuwangi. Sebelumnya, Indofood juga menyerahkan donasi untuk menunjang kegiatan pelestarian yang telah dilakukan BSTF sejak 2011.

BSTF selama ini konsisten melakukan penyelamatan dan konservasi penyu di kawasan pantai sekitar Kota Banyuwangi serta wilayah di luar taman nasional. Upaya tersebut semakin berkembang setelah BSTF berkolaborasi dengan Balai Pengelolaan Sumber Daya Laut dan Pesisir (BPSPL) Denpasar.

Salah satu indikatornya terlihat dari jumlah telur penyu yang berhasil diselamatkan dan ditetaskan.

21.500 Telur Diselamatkan

Pendiri BSTF Wiyanto Haditanojo mengatakan, sepanjang tahun lalu pihaknya mampu menampung dan menetaskan sekitar 20 ribu telur penyu.

Sementara tahun ini, jumlahnya meningkat menjadi sekitar 21.500 telur.

Telur-telur tersebut ditampung dan ditetaskan menggunakan INTAN ruang, sebuah inovasi media penetasan telur penyu tanpa menggunakan media pasir yang dikembangkan BSTF.

“Sebenarnya jumlah telur yang ditetaskan bisa lebih banyak. Namun karena daya tampung INTAN ruang, jumlah telur yang ditetaskan pun terbatas. Termasuk keterbatasan donasi dari berbagai pihak,” ujar Wiyanto.

Keterbatasan tersebut membuat dukungan dari berbagai pihak menjadi bagian penting dalam keberlanjutan program konservasi. Salah satunya datang dari Indofood Noodle Surabaya yang kembali memberikan donasi kepada BSTF.

Rabu (12/8), jajaran manajemen Indofood Noodle Surabaya mengunjungi sekretariat BSTF di Jalan Wahid Hasyim 42 Banyuwangi.

Branch HR Manager Indofood Noodle Surabaya Ananto Pramandhika melihat langsung proses konservasi, termasuk inovasi INTAN ruang serta aktivitas perawatan tukik yang baru menetas.

Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan dengan aksi pelepasliaran sehari setelahnya.

Jadi Program TJSL Selama Satu Dekade

Sebanyak 1.100 tukik dilepas ke laut di pantai Ketapang Indah Hotel. Pelepasliaran menjadi salah satu tahapan penting dalam rangkaian konservasi, setelah tukik berhasil melewati proses penetasan dan perawatan.

Ananto mengatakan, dukungan terhadap konservasi penyu merupakan bagian dari komitmen perusahaan melalui Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Program tersebut bahkan telah berlangsung selama satu dekade.

“Saat ini sudah tahun kesepuluh. Bentuk kepedulian Indofood kepada pelestarian penyu,” ujar Ananto.

Menurut dia, kepedulian terhadap lingkungan tidak berhenti pada kegiatan donasi maupun pelepasliaran. Keberlanjutan konservasi membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar semakin banyak telur yang dapat diselamatkan dan tukik memiliki kesempatan tumbuh di habitat alaminya.

Indofood Noodle Surabaya pun membuka peluang untuk menggelar kegiatan konservasi dengan skala lebih besar dalam waktu mendatang.

“Doakan saja semoga terlaksana,” imbuh Ananto. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
BSTF Banyuwangi tukik Banyuwangi pelepasliaran tukik konservasi penyu telur penyu