Jaga Banyuwangi Tetap Kondusif, Kapolresta Gandeng Barisan Pendekar Silat

Bagus Rio Rohman • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan berfoto bersama dengan para pendekar di rumah dinas Kapolresta, Selasa malam (11/8). (Humas Polresta Banyuwangi)
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan berfoto bersama dengan para pendekar di rumah dinas Kapolresta, Selasa malam (11/8). (Humas Polresta Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Menjaga Banyuwangi tetap aman tidak cukup hanya mengandalkan barisan kepolisian. Kekuatan masyarakat ikut menentukan. Karena itu, Kapolresta Banyuwangi Kombespol Rofiq Ripto Himawan menggandeng para pimpinan perguruan pencak silat se-Kabupaten Banyuwangi untuk memperkuat sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas).

Silaturahmi tersebut berlangsung di rumah dinas Kapolresta Banyuwangi, Selasa malam (11/8). Pertemuan itu bukan sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi ruang untuk mempererat komunikasi sekaligus menyatukan komitmen menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Rofiq mengapresiasi kontribusi perguruan pencak silat yang selama ini ikut menjaga keamanan lingkungan. Menurut dia, terciptanya situasi kondusif merupakan tanggung jawab bersama.

“Terciptanya situasi yang aman dan kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” kata Rofiq.

Pendekar Diminta Ikut Bentengi Generasi Muda

Dalam pertemuan tersebut, Rofiq turut memaparkan berbagai dinamika yang berkembang, mulai dari persoalan global hingga masalah sosial yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Beberapa di antaranya adalah perkelahian, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan terhadap anak, hingga fenomena perundungan atau bullying.

Persoalan tersebut, kata Rofiq, tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan penegakan hukum. Dibutuhkan keterlibatan tokoh masyarakat, organisasi, keluarga, hingga perguruan pencak silat.

Para pendekar dinilai memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai kedisiplinan, tanggung jawab, sportivitas, dan kebersamaan yang ditanamkan dalam perguruan silat dapat menjadi modal untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam perilaku negatif.

“Penguatan peran Bhabinkamtibmas di tingkat desa dan kelurahan, penanaman nilai-nilai Pancasila, pembentukan karakter generasi muda, serta pentingnya transparansi dalam penanganan perkara kriminalitas,” ujar Rofiq.

Menurut dia, sinergi antara kepolisian dan perguruan pencak silat harus terus dibangun. Dengan komunikasi yang kuat, potensi konflik di masyarakat diharapkan dapat dideteksi dan dicegah sejak dini.

Jangan Terjebak Informasi yang Belum Teruji

Selain persoalan keamanan konvensional, Kapolresta Banyuwangi juga menyoroti tantangan lain yang semakin sulit diabaikan: arus informasi di media sosial.

Kecepatan informasi membuat sebuah kabar dapat menyebar luas hanya dalam hitungan menit. Masalahnya, tidak semua informasi yang beredar benar.

Informasi yang belum terverifikasi bahkan berpotensi memicu kesalahpahaman dan mengganggu kondusivitas apabila langsung dipercaya atau disebarluaskan.

Karena itu, Rofiq meminta para pimpinan perguruan silat dan seluruh elemen masyarakat tidak mudah terpancing isu yang sumber maupun kebenarannya belum jelas.

“Menghadapi berbagai isu dan informasi yang beredar di tengah masyarakat, saya mengimbau seluruh rekan-rekan perguruan silat dan elemen masyarakat untuk tidak mudah percaya, terpengaruh atau menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya,” pesannya.

Masyarakat juga diajak menjadi bagian dari benteng informasi. Caranya sederhana, tetapi penting: memeriksa kebenaran informasi sebelum mempercayai, apalagi menyebarkannya kepada orang lain.

Di sisi lain, kepedulian terhadap lingkungan sekitar juga harus diperkuat. Menurut Rofiq, masyarakat yang aktif memperhatikan kondisi di sekitarnya akan lebih cepat mengetahui potensi gangguan keamanan.

“Penting bagi kita untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta menjaga persatuan dan kondusivitas di Kabupaten Banyuwangi,” imbuhnya.

Pendekar Jadi Mitra Strategis Polisi

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk memperkuat kolaborasi antara kepolisian dan perguruan pencak silat di Banyuwangi.

Rofiq ingin para pendekar tidak hanya dipandang sebagai bagian dari komunitas olahraga dan seni bela diri. Lebih jauh, mereka diharapkan mengambil peran sebagai mitra strategis kepolisian dalam menjaga kedamaian di tengah masyarakat.

“Para pendekar diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari komunitas olahraga dan seni bela diri, tetapi juga ikut menjadi mitra strategis kepolisian dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Bumi Blambangan,” pungkasnya. (rio/aif)

Editor : Ali Sodiqin
kamtibmas Banyuwangi pendekar Banyuwangi informasi media sosial perguruan silat kapolresta banyuwangi