Sekardadu Rawat Sumber Air, Blue Heritage Lepas 10 Ribu Benih Ikan di Rowobayu

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 06:00 WIB
Petugas PU pengairan memberikan edukasi kepada pelajar terkait perawatan  aliran sungai di Embung Rowobayu, Dusun Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Rabu (12/8). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)
Petugas PU pengairan memberikan edukasi kepada pelajar terkait perawatan aliran sungai di Embung Rowobayu, Dusun Sambungrejo, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Rabu (12/8). (Salis Ali/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 10 ribu benih ikan dilepasliarkan di Embung Rowobayu, Desa Bayu, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Rabu (12/8). Di saat yang sama, puluhan pelajar turun langsung membersihkan kawasan sumber air. Dua aksi itu menjadi satu pesan: menjaga air tak cukup hanya dengan menanam ikan, tetapi juga memastikan habitatnya tetap bersih.

Aksi tersebut merupakan kolaborasi program Sekardadu (Sekolah Rawat Daerah Aliran Sungai) milik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Banyuwangi dan Blue Heritage yang digagas Dinas Perikanan Banyuwangi.

Kegiatan dipusatkan di kawasan Embung Rowobayu, Dusun Sambungrejo, Desa Bayu. Siswa SDN 4 Bayu dan SMPN 1 Songgon dilibatkan dalam kegiatan bersih-bersih sekaligus mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga sungai dan sumber air sejak usia sekolah.

Tak hanya membersihkan kawasan embung, para siswa juga diajak memahami keterkaitan antara kebersihan sumber air dengan keberlangsungan ekosistem perairan. Sebab, ribuan benih ikan yang ditebar membutuhkan lingkungan perairan yang sehat agar dapat tumbuh dan berkembang.

Plt Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi mengatakan, Sekardadu dirancang untuk menumbuhkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga daerah aliran sungai (DAS) sejak dini.

“Sekardadu ini kami dorong agar anak-anak mengenal sungai sejak dini, memahami fungsinya, sekaligus memiliki kepedulian untuk menjaganya. Mereka adalah generasi yang nantinya akan menerima dan melanjutkan estafet pengelolaan lingkungan,” ujar Cahyanto.

Pelajar Didorong Punya Rasa Memiliki

Menurut Cahyanto, keterlibatan pelajar sengaja dilakukan di lapangan agar edukasi lingkungan tidak berhenti pada teori di ruang kelas. Dengan melihat kondisi sungai dan sumber air secara langsung, siswa diharapkan memahami dampak perilaku manusia terhadap kelestarian lingkungan.

Menjaga sungai, lanjut dia, bukan semata tugas pemerintah. Kesadaran tersebut perlu dibangun bersama dan dimulai dari lingkungan sekolah sebelum diteruskan ke keluarga serta masyarakat.

“Menjaga sungai bukan hanya tanggung jawab Dinas PU Pengairan. Ini menjadi tanggung jawab bersama. Karena itu, melalui Sekardadu kami ingin membangun gerakan dari sekolah, kemudian diteruskan ke keluarga dan lingkungan masyarakat,” tegasnya.

Koordinator Sumber Daya Air (Korsda) Singojuruh Jasmani yang mendampingi kegiatan tersebut turut memberikan pemahaman kepada para siswa mengenai pentingnya menjaga kawasan hulu.

Menurut dia, kondisi kawasan hulu memiliki kaitan erat dengan keberlangsungan sumber air. Sampah yang masuk ke aliran sungai juga dapat menurunkan kualitas air sekaligus mengganggu ekosistem di dalamnya.

“Anak-anak sekolah sengaja kami libatkan agar mereka punya rasa kepemilikan dan tanggung jawab. Kalau kualitas air sungai dan embung ini bersih dari sampah, otomatis ikan-ikan yang ditanam dalam program Blue Heritage tadi bisa tumbuh dengan sehat dan maksimal,” terang Jasmani.

10 Ribu Benih Ikan Lokal Dilepas

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra mengatakan, pelepasliaran 10 ribu benih ikan menjadi bagian dari program Blue Heritage. Program tersebut diarahkan untuk menjaga kekayaan hayati sekaligus memperkuat ekosistem perairan di Banyuwangi.

Benih yang dilepas bukan sembarang jenis ikan. Dinas Perikanan memilih ikan nilem dan tawes, yang merupakan jenis ikan lokal.

Pelepasliaran ikan tersebut diharapkan dapat memperkaya ekosistem Embung Rowobayu sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan perairan.

Kolaborasi Sekardadu dan Blue Heritage pun menjadi contoh bahwa pelestarian sumber daya air membutuhkan pendekatan yang saling terhubung. Dinas PU Pengairan bergerak membangun kesadaran menjaga sungai, sementara Dinas Perikanan memperkuat ekosistem perairan melalui pelepasliaran ikan.

Kegiatan tersebut juga melibatkan jajaran Forpimka Songgon, Pemerintah Desa Bayu, serta Perhutani KPH Banyuwangi Barat. Wakil Administratur Perhutani KPH Banyuwangi Barat Sunardi turut hadir dalam kegiatan tersebut. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Sekardadu Banyuwangi Blue Heritage Embung Rowobayu sumber air benih ikan