Perang Narkoba Diperluas, BNNK Banyuwangi Gandeng Kemenag Jaga Generasi Muda

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:00 WIB
CEGAH NARKOBA: Penandatanganan kerja sama Kemenag Banyuwangi dan BNNK di Aula MAN 1 Banyuwangi Rabu (12/8). (Kemenag Banyuwangi)
CEGAH NARKOBA: Penandatanganan kerja sama Kemenag Banyuwangi dan BNNK di Aula MAN 1 Banyuwangi Rabu (12/8). (Kemenag Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Perang melawan narkoba di Banyuwangi terus diperluas. Tak hanya menggandeng media, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi kini memperkuat barisan bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Banyuwangi untuk membentengi generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara BNNK dan Kemenag Banyuwangi di Aula MAN 1 Banyuwangi, Rabu (12/8). Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkuat edukasi, pencegahan, serta penciptaan lingkungan yang mendukung generasi muda agar menjauhi narkoba.

Kerja sama dengan Kemenag ini menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui lingkungan pendidikan dan keagamaan. Sebelumnya, BNNK Banyuwangi juga telah menjalin kerja sama dengan Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-RaBa).

Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan mengatakan, generasi muda merupakan aset sekaligus penerus bangsa yang harus mendapatkan perlindungan dari berbagai ancaman, termasuk narkoba.

Menurut Rachmat, perlindungan tersebut tidak cukup hanya mengandalkan penindakan. Edukasi, pendampingan, penguatan karakter, serta lingkungan yang positif perlu dibangun secara bersama-sama.

“Kita ingin membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak, memiliki ketahanan mental, serta mampu menjauhi dan menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba,” ujar Rachmat seusai penandatanganan kerja sama.

Madrasah Jadi Salah Satu Benteng

Rachmat menilai, lingkungan pendidikan memiliki posisi penting dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap narkoba. Karena itu, sinergi dengan Kemenag diharapkan dapat memperluas jangkauan gerakan antinarkoba hingga satuan pendidikan di bawah naungan Kemenag.

Gerakan tersebut, kata dia, tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial. Komitmen antinarkoba harus dijalankan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur.

“Dengan sinergi semua pihak, kita berharap dapat mewujudkan generasi yang sehat, produktif, berprestasi, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” katanya.

Menurut Rachmat, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci untuk menciptakan lingkungan yang mampu memberikan perlindungan sekaligus membangun kesadaran sejak dini.

Kemenag Siap Perkuat Edukasi

Kepala Kantor Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat menegaskan, pihaknya berkomitmen mendukung program dan kerja sama bersama BNNK Banyuwangi. Langkah tersebut diarahkan untuk mewujudkan generasi masa depan yang sehat, kuat, berakhlak, dan terbebas dari narkoba.

Chaironi menilai, gerakan antinarkoba tidak semestinya hanya dipandang sebagai program birokrasi. Lebih dari itu, gerakan tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk menjaga keselamatan sekaligus masa depan generasi bangsa.

“Gerakan antinarkoba harus menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga keselamatan jiwa sekaligus masa depan generasi bangsa,” ujarnya.

Dia menambahkan, pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dilakukan secara menyeluruh dan dimulai dari lingkungan terdekat. Keluarga, madrasah, lingkungan kerja, hingga masyarakat memiliki peran masing-masing dalam membangun kesadaran.

Upaya tersebut dapat dilakukan melalui edukasi, pendampingan, serta keteladanan. Dengan pendekatan bersama, lingkungan pendidikan dan keluarga diharapkan menjadi benteng awal yang mampu mencegah generasi muda terpapar penyalahgunaan narkoba.

Sinergi BNNK dan Kemenag Banyuwangi pun diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi berlanjut dalam program nyata yang menyentuh langsung pelajar, keluarga, dan masyarakat. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
perang narkoba madrasah antinarkoba BNNK Banyuwangi generasi muda kemenag banyuwangi