RADAR BANYUWANGI – Pengendara yang melintas di jalur Gunung Gumitir, Selasa sore (11/8), harus ekstra waspada. Tumpahan molase atau tetes tebu membuat permukaan aspal licin dan sempat menghambat arus lalu lintas yang menghubungkan Banyuwangi dengan Jember.
Cairan kental dan lengket tersebut berceceran di badan jalan sekitar pukul 15.30. Lokasinya berada di jalur Gumitir, tepatnya kawasan Dusun Barurejo, Desa Kalibarumanis, Kecamatan Kalibaru.
Tumpahan itu diduga berasal dari dua truk tangki berukuran besar yang melaju beriringan dari arah Banyuwangi menuju Jember. Kedua kendaraan tersebut diketahui mengangkut molase.
Relawan Gumitir Wiji Haryanto mengatakan, informasi mengenai tumpahan molase pertama kali diterima dari warga yang melintas di kawasan tersebut.
“Kami dapat informasi dari warga yang melintas tentang adanya tetes yang meluap di jalan,” kata Wiji.
Menurut dia, luapan molase diduga terjadi karena volume muatan yang terlalu penuh. Kondisi tersebut diperparah suhu udara panas selama perjalanan yang diduga memicu pemuaian hingga cairan keluar melalui katup tangki.
Saat mengetahui muatan meluber dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, sopir kedua truk langsung menepikan kendaraannya di bahu jalan yang relatif landai.
“Saat muatannya meluber dan membahayakan pengguna jalan lain, sopir truk tangki langsung menepikan kendaraan di bahu jalan yang agak landai,” terangnya.
Kedua sopir kemudian membersihkan sisa cairan yang menempel pada bagian luar kendaraan sekaligus memeriksa katup pengaman tangki. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah tumpahan semakin meluas di jalur Gumitir yang dikenal memiliki banyak tikungan.
Namun, sebagian molase sudah lebih dulu tercecer di permukaan jalan. Bahkan, cairan tersebut mengalir hingga ke sempadan jalan.
“Cecerannya cukup banyak bahkan sampai meluber ke sempadan jalan,” kata Wiji.
Aspal Licin, Relawan Bergerak
Persoalan berikutnya muncul ketika molase yang tercecer membuat permukaan aspal menjadi licin. Kondisi tersebut sangat berisiko bagi pengendara, terutama pengguna sepeda motor yang melintas di jalur tersebut.
Sejumlah Relawan Gumitir bersama warga sekitar langsung bergerak melakukan pembersihan. Mereka berupaya mengurangi lapisan cairan lengket yang menempel di permukaan aspal agar jalur kembali aman dilalui.
“Bersama-sama langsung dibersihkan, meski tidak seratus persen bersih, yang penting aman dilalui,” tuturnya.
Selama proses pembersihan berlangsung, arus kendaraan dari arah Banyuwangi maupun Jember sempat tersendat. Petugas dan relawan menerapkan sistem buka-tutup secara bergantian untuk mengurangi risiko kendaraan tergelincir di titik yang terkena tumpahan.
Antrean kendaraan pun sempat mengular dari kedua arah. Pengaturan lalu lintas dilakukan hingga proses pembersihan selesai dan kondisi permukaan jalan dinilai cukup aman bagi kendaraan yang melintas.
Setelah tumpahan dibersihkan dan sistem buka-tutup dihentikan, arus kendaraan kembali bergerak normal.
“Setelah dibersihkan dan dilakukan buka-tutup sementara, arus lalu lintas bisa kembali normal dan kondusif,” pungkas Wiji. (sas/sgt)
Editor : Ali Sodiqin