RADAR BANYUWANGI – Perang melawan narkoba di Bumi Blambangan tak cukup hanya mengandalkan penindakan aparat. Edukasi dan kesadaran publik menjadi benteng lain yang harus diperkuat. Karena itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyuwangi menggandeng Jawa Pos Radar Banyuwangi (JP-Raba) untuk memperluas gerakan pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Grha Pena Banyuwangi, Selasa (11/8).
PKS diteken langsung Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan dan Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi. Kerja sama itu menjadi langkah strategis untuk memperkuat sinergi lembaga pemerintah dan media dalam membangun kesadaran masyarakat mengenai bahaya narkotika.
Melalui kerja sama tersebut, BNNK Banyuwangi dan JP-Raba berkomitmen memperluas penyebaran informasi mengenai bahaya narkotika, pencegahan penyalahgunaan narkoba, hingga upaya pemberantasan peredaran gelap narkotika di wilayah Banyuwangi.
Kepala BNNK Banyuwangi Kombespol Rachmat Kurniawan mengatakan, perang melawan narkotika tidak mungkin dibebankan kepada aparat penegak hukum semata. Keterlibatan masyarakat dari berbagai unsur diperlukan agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif.
Termasuk di dalamnya peran media massa sebagai saluran informasi yang memiliki jangkauan luas.
“Media memiliki posisi penting dalam menyampaikan informasi yang edukatif sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman narkotika,” kata Rachmat.
Tak Sekadar Berita Penindakan
Rachmat menilai, informasi mengenai narkotika tidak boleh berhenti pada pemberitaan tentang penangkapan maupun proses hukum. Masyarakat juga perlu mendapatkan pengetahuan mengenai risiko penyalahgunaan narkoba serta cara mencegahnya sejak dini.
Menurut dia, media dapat menjadi mitra strategis untuk membangun pemahaman tersebut.
“Kita sangat berterima kasih kepada pimpinan JP-Raba yang sangat membantu dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Kerja sama tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan kampanye P4GN. Sasaran edukasi tidak hanya masyarakat umum, tetapi juga pelajar, generasi muda, keluarga, hingga masyarakat di tingkat desa.
Rachmat berharap kolaborasi BNNK Banyuwangi dan JP-Raba dapat terus dikembangkan sehingga pengetahuan masyarakat mengenai bahaya narkotika semakin kuat.
“Kita berharap dapat terus ditingkatkan, agar SDM masyarakat juga meningkat atas pengetahuan mereka terhadap perang terhadap narkoba,” harapnya.
Media Ambil Bagian dalam P4GN
Direktur Jawa Pos Radar Banyuwangi Samsudin Adlawi menegaskan, media massa memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut mengambil bagian dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika.
Menurut dia, fungsi media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi publik.
“Media massa tidak hanya memiliki fungsi menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari edukasi publik,” tegas Samsudin.
Karena itu, Jawa Pos Radar Banyuwangi menyatakan siap mendukung program-program BNNK Banyuwangi yang berkaitan dengan P4GN. Kerja sama tersebut dipandang sebagai bentuk komitmen bersama untuk memperkuat literasi masyarakat mengenai bahaya narkoba.
“Media memiliki tanggung jawab sosial untuk ikut mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar memiliki pemahaman yang benar tentang bahaya narkoba,” ungkapnya.
Sinergi BNNK Banyuwangi dan Jawa Pos Radar Banyuwangi diharapkan menjadi salah satu penguat gerakan bersama melawan narkotika. Sebab, semakin luas informasi pencegahan disampaikan, semakin besar pula peluang masyarakat mengenali bahaya narkoba sebelum terjerumus menjadi korban. (rio/aif)
Editor : Ali Sodiqin