RADAR BANYUWANGI – Terik matahari tak menyurutkan langkah dua pekerja Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan dan Permukiman (PU CKPP) Banyuwangi. Dari atas crane, mereka bergantian memasang lampion merah putih di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Rabu (12/8).
Satu per satu ornamen kemerdekaan mulai menghiasi ruas jalan protokol tersebut. Pemasangan dilakukan dari kawasan Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi hingga Pendapa Sabha Swagata Blambangan.
Pemandangan itu menjadi penanda bahwa suasana menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mulai terasa di pusat Kota Banyuwangi.
Kepala Dinas PU CKPP Banyuwangi Cahyanto Hendri Wahyudi mengatakan, pemasangan ornamen merah putih merupakan bagian dari penataan kawasan perkotaan untuk menyemarakkan peringatan kemerdekaan.
Menurut dia, pemasangan hiasan tersebut juga menindaklanjuti instruksi Bupati Banyuwangi agar kawasan perkotaan ikut bersolek menyambut momentum kemerdekaan.
"Ini adalah bagian dari kita menyemarakkan HUT RI ke-81. Sesuai instruksi Bupati, wilayah penataan kota juga ikut bersolek dalam HUT RI kali ini," ujar Cahyanto.
Lampion merah putih dipasang di sepanjang jalur poros mulai dari depan Kantor Pemkab Banyuwangi hingga Pendapa Sabha Swagata Blambangan. Meski tampil sederhana, ornamen tersebut diharapkan mampu memperkuat atmosfer perayaan kemerdekaan di pusat kota.
Namun, ada perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya pemasangan hiasan kemerdekaan dilakukan lebih luas hingga ke berbagai wilayah kecamatan, tahun ini penataan dipusatkan di kawasan perkotaan.
Kondisi tersebut tak lepas dari kebijakan efisiensi anggaran. Pemkab Banyuwangi memilih menggunakan material yang lebih sederhana sekaligus membatasi cakupan pemasangan ornamen.
"Tahun ini anggaran hiasan juga terdampak efisiensi. Karena itu, selain menggunakan bahan yang sederhana, pemasangan ornamen 17 Agustus hanya dilakukan di wilayah kota saja," jelas Cahyanto.
Bagi Pemkab Banyuwangi, keterbatasan anggaran tak berarti semangat menyambut kemerdekaan ikut berkurang. Jalur utama di pusat kota tetap ditata agar atmosfer merah putih terasa dan dapat dinikmati masyarakat maupun pengunjung.
"Yang terpenting pesan untuk memperingati kemerdekaan dan membawa nuansa kemerdekaan di Banyuwangi tampak pada hiasan tersebut," katanya.
Lampion dan ornamen merah putih yang mulai menghiasi Jalan Ahmad Yani pun menjadi bagian kecil dari wajah Banyuwangi menjelang 17 Agustus. Dari kawasan pemerintahan hingga pendapa bupati, warna merah putih perlahan mengambil ruang di tengah kesibukan kota.
"Semoga lampion dan ornamen merah putih menjadi bagian dari suasana perayaan kemerdekaan yang dapat dinikmati masyarakat maupun pengunjung Banyuwangi," pungkasnya. (aif)
Editor : Ali Sodiqin