Bukan Cuma Padamkan Api, Damkarmat Banyuwangi Tangani 705 Kejadian dalam 7 Bulan

M Ksatria Raya • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:00 WIB
BERJIBAKU: Petugas Damkarmat melaksanakan tugas memadamkan kebakaran di Dusun Krajan 2, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Selasa (11/8). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)
BERJIBAKU: Petugas Damkarmat melaksanakan tugas memadamkan kebakaran di Dusun Krajan 2, Desa Tampo, Kecamatan Cluring, Selasa (11/8). (Zamrozi Wahyu/Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Sebanyak 705 kejadian harus ditangani Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi hanya dalam tujuh bulan pertama 2026. Menariknya, sebagian besar laporan yang masuk bukan kebakaran, melainkan kejadian penyelamatan dalam berbagai situasi darurat.

Terhitung sejak Januari hingga 31 Juli, Damkarmat Banyuwangi mencatat 109 kejadian kebakaran dan 596 penyelamatan nonkebakaran.

Data tersebut menunjukkan bahwa tugas petugas pemadam kebakaran kini semakin luas. Mereka tidak hanya berjibaku dengan kobaran api, tetapi juga turun tangan ketika warga menghadapi berbagai kondisi yang membutuhkan penanganan dan evakuasi.

Kepala Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, pelayanan penyelamatan menjadi salah satu bagian penting dari tugas instansinya.

“Selain menangani kebakaran, Damkarmat Banyuwangi juga menangani kejadian penyelamatan,” ujarnya.

596 Penyelamatan Nonkebakaran

Dari total 705 kejadian selama tujuh bulan, laporan nonkebakaran mencapai 596 kejadian. Jumlah tersebut jauh lebih banyak dibandingkan kasus kebakaran yang tercatat sebanyak 109 kejadian.

Edy menyebut, laporan penyelamatan bahkan hampir setiap hari diterima petugas.

Jenis kejadian yang ditangani cukup beragam. Tidak hanya berkaitan dengan manusia, petugas juga melakukan evakuasi hewan, penanganan dampak bencana, penyelamatan harta benda, hingga membantu menangani kecelakaan.

Dengan kondisi tersebut, petugas Damkarmat dituntut memiliki kemampuan yang beragam. Mereka harus siap bergerak bukan hanya ketika asap dan api terlihat, tetapi juga ketika masyarakat menghadapi situasi darurat lain.

“Dibandingkan kejadian kebakaran, laporan penyelamatan justru lebih sering diterima petugas. Penanganan kejadian nonkebakaran hampir dilakukan setiap hari,” jelas Edy.

109 Kebakaran Ditangani

Sementara itu, sebanyak 109 kejadian kebakaran juga menjadi bagian dari catatan Damkarmat Banyuwangi selama periode Januari hingga Juli.

Kebakaran yang ditangani meliputi berbagai objek, mulai rumah warga, bangunan tempat usaha, gudang, hingga sejumlah objek lainnya.

Setiap kejadian menuntut respons cepat karena api berpotensi meluas dan mengancam bangunan maupun keselamatan masyarakat di sekitarnya.

Karena itu, kecepatan akses menuju lokasi menjadi salah satu faktor penting dalam penanganan kebakaran maupun penyelamatan.

Tiga Pos Sektor Percepat Respons

Untuk memperluas jangkauan pelayanan, Damkarmat Banyuwangi memiliki tiga pos sektor yang tersebar di wilayah kabupaten.

Ketiga pos tersebut berada di Bangorejo, Srono, dan Genteng.

Keberadaan pos sektor memungkinkan petugas lebih dekat dengan wilayah kejadian sehingga waktu respons dapat ditekan.

Dengan 705 kejadian yang ditangani dalam tujuh bulan, keberadaan petugas Damkarmat menjadi bagian penting dalam sistem pelayanan kedaruratan di Banyuwangi.

Catatan tersebut sekaligus memperlihatkan perubahan wajah tugas pemadam kebakaran. Ketika masyarakat menghadapi kondisi yang tidak dapat ditangani sendiri, petugas Damkarmat menjadi salah satu garda terdepan yang dapat diandalkan.

Bukan hanya memadamkan api, tetapi juga menyelamatkan manusia, hewan, harta benda, hingga membantu menangani berbagai situasi darurat. (ray/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
penyelamatan Banyuwangi kebakaran 2026 pos Damkarmat Damkarmat Banyuwangi kebakaran Banyuwangi