Tak Ada Balap Karung, Warga Ketapang Banyuwangi Adu Cepat dengan Kano di Laut

Shinta Ayu Rahma Wardani • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:58 WIB
Warga RW 03 Dusun Krajan, Ketapang, Banyuwangi, merayakan HUT RI ke-81 dengan balap kano di laut. (Shinta untuk Radar Banyuwangi)
Warga RW 03 Dusun Krajan, Ketapang, Banyuwangi, merayakan HUT RI ke-81 dengan balap kano di laut. (Shinta untuk Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI - Suara sorak warga pecah dari bibir pantai Dusun Krajan, Desa Ketapang, Minggu (9/8).

Bukan balap karung, makan kerupuk, atau lomba kelereng yang menjadi tontonan.

Puluhan warga justru berjibaku mengendalikan kano di tengah laut untuk memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Lomba balap kano di laut itu digelar oleh warga RW 03 Dusun Krajan.

Pesertanya didominasi oleh anak-anak dan remaja.

Mereka harus menaklukkan lintasan sepanjang 200 meter dari bibir pantai.

Berbeda dengan perlombaan kano di sungai atau danau, arena laut memberikan tantangan tambahan.

Peserta tidak hanya dituntut mengayuh dengan cepat, tetapi juga menjaga keseimbangan ketika kano terombang-ambing diterjang ombak dan terpaan angin laut.

Dari tepian pantai, warga terus memberikan dukungan.

Beberapa kano sempat bergerak tidak stabil ketika menghadapi gelombang.

Kondisi itu justru memancing gelak tawa dan membuat suasana perlombaan semakin meriah.

Panitia Pelaksana Camelia Xilena, mengatakan, pemilihan balap kano di laut sengaja dilakukan untuk memberikan pengalaman berbeda dalam perayaan kemerdekaan tahun ini.

"Kami memilih lomba balap kano di laut karena ingin menghadirkan suasana dan pengalaman yang berbeda dari lomba tradisional yang setiap tahun diadakan. Selain itu, lomba ini disesuaikan dengan kondisi lingkungan kita yang berada di wilayah pesisir," ujar Camelia.

Menurut dia, kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya warga untuk memanfaatkan fasilitas yang telah diberikan pemerintah desa.

Terlebih, kawasan pesisir di lingkungan mereka kini semakin ramai dikunjungi masyarakat.

"Kami juga memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pemerintah desa untuk lingkungan kita, yang mana wilayah ini saat ini telah ramai menjadi tempat wisata atau tempat berkunjung orang-orang," imbuhnya.

Bagi warga, kehadiran lomba tersebut membuat perayaan HUT RI tahun ini terasa berbeda.

Kawasan pesisir yang biasanya menjadi tempat aktivitas masyarakat berubah menjadi arena perlombaan sekaligus pusat keramaian.

Kemeriahan itu juga berdampak pada pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.

Puluhan pedagang dan pelaku UMKM membuka lapak di kawasan pesisir.

Jajanan tradisional, makanan ringan, hingga minuman segar ikut meramaikan suasana.

Kerumunan penonton membuat dagangan mereka ikut diburu oleh pengunjung. 

Dengan begitu, kegiatan peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi hiburan warga, tetapi juga membuka peluang tambahan bagi perputaran ekonomi masyarakat sekitar.

Meski berlangsung di perairan terbuka, panitia tidak mengabaikan faktor keselamatan.

Setiap peserta diwajibkan mengenakan rompi pelampung atau life jacket selama perlombaan.

Tim penyelamat yang dilengkapi perahu karet juga disiagakan di sekitar lintasan.

Pengamanan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan selama peserta berlomba di laut.

Panitia berharap balap kano dapat menjadi salah satu kegiatan khas dalam perayaan HUT RI di lingkungan RW 03.

Selain mempererat hubungan antarwarga, kegiatan tersebut diharapkan mendorong masyarakat untuk ikut menjaga kawasan pesisir dan ekosistem laut di lingkungan mereka.

Perayaan kemerdekaan di Dusun Krajan pun tidak berhenti pada lomba konvensional.

Tahun ini, laut menjadi arena permainan sekaligus ruang berkumpul warga, dengan kano, ombak, dan sorakan penonton menjadi bagian dari kemeriahan HUT ke-81 RI.

Editor : Lugas Rumpakaadi
HUT RI ke-81 Banyuwangi Balap Kano Ketapang Banyuwangi Lomba 17 Agustus Banyuwangi Dusun Krajan Ketapang UMKM pesisir Banyuwangi