RADAR BANYUWANGI – Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Klatak akhirnya batal menggunakan lapangan sepak bola yang selama ini menjadi ruang aktivitas warga. Keputusan itu diambil setelah rencana pembangunan di samping Rusunawa Klatak menuai protes karena dinilai menghilangkan fasilitas olahraga masyarakat.
Kepastian relokasi tersebut muncul dalam rapat yang digelar Pemerintah Kecamatan Kalipuro bersama Pemerintah Kelurahan Klatak, unsur TNI-Polri, dan warga di Kantor Kelurahan Klatak, Jumat malam (7/8).
Rapat itu menghasilkan kesepakatan bahwa pembangunan KDKMP Kelurahan Klatak akan dipindahkan dari lapangan. Dua lokasi kini menjadi opsi pengganti, yakni lahan di sebelah selatan lapangan atau tanah kosong yang berada di kawasan Rusunawa.
Persoalan ini sebelumnya mencuat setelah warga mengetahui rencana pembangunan KDKMP di lapangan yang berada di samping Rusunawa. Warga mempersoalkan lokasi tersebut karena belum ada sosialisasi, sementara lapangan telah bertahun-tahun digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat.
Lapangan tersebut tidak hanya menjadi tempat olahraga. Anak-anak dan pemuda setempat masih memanfaatkannya untuk bermain sepak bola. Sebelumnya, lapangan itu juga kerap menjadi lokasi turnamen sepak bola.
Warga Dukung Koperasi, Tolak Lapangannya Digusur
Warga yang hadir dalam rapat menegaskan bahwa mereka tidak menolak pembangunan KDKMP. Dukungan terhadap koperasi justru disampaikan berulang kali. Yang dipersoalkan adalah pemilihan lapangan sebagai lokasi pembangunan.
M. Tauhid, warga Perumahan Klatak, mengatakan dirinya bersama masyarakat telah membentuk tim sepak bola pemuda. Keberadaan lapangan dinilai penting untuk menjaga aktivitas olahraga generasi muda.
“Saya sudah membentuk tim sepak bola pemuda. Apabila pembangunan KDKMP menggunakan lapangan, nanti anak-anak latihannya di mana?” kata Tauhid.
Ketua RW 03 Kelurahan Klatak Romadhon juga mengaku tidak mengetahui adanya rencana pembangunan KDKMP di lokasi tersebut. Menurut dia, warga belum mendapatkan sosialisasi terkait pemanfaatan lapangan untuk pembangunan koperasi.
“Selaku warga, kami tidak tahu apa-apa bahwa sudah ada pembangunan KDKMP. Sementara tidak ada sosialisasi kepada warga,” ujarnya.
Romadhon menilai lapangan tersebut memiliki nilai historis bagi masyarakat. Lapangan itu telah digunakan sejak lama untuk berbagai kegiatan kampung.
“Lapangan tersebut merupakan tanda perjuangan orang tua kita. Setiap ada kegiatan kampung menggunakan lapangan. Kami sangat mendukung 1.000 persen adanya KDKMP di Klatak, akan tetapi saya menolak titiknya jika harus dibangun di lapangan,” tegasnya.
Senada, Ketua RW 02 Kelurahan Klatak Gusbandi menyebut lapangan tersebut sebelumnya sering digunakan untuk turnamen sepak bola. Kendati pertandingan kini tidak sesering dulu, anak-anak masih memanfaatkannya hampir setiap sore.
“Kami selaku masyarakat mendukung adanya KDKMP Klatak, tetapi lokasinya harus dipindah dari lapangan,” desaknya.
Kejar Target Launching Oktober
Sementara itu, Lurah Klatak Ali Murtadho menjelaskan bahwa lokasi pembangunan KDKMP sempat direncanakan berada di lahan tepat di samping tanah SDN Klatak yang berada di pinggir jalan.
Namun, lahan tersebut kemudian digunakan untuk kebutuhan sekolah. Setelah dilakukan pembahasan bersama Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Pemkab Banyuwangi, lokasi pembangunan akhirnya diarahkan ke lapangan di samping Rusunawa.
Camat Kalipuro Ahmad Nuril Falah menjelaskan, pemilihan lapangan sebelumnya mempertimbangkan kondisi lahan yang dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu indikatornya adalah kondisi lapangan yang ditumbuhi rumput cukup tinggi.
“Pertimbangan KDKMP Klatak akan dibangun di lapangan dikarenakan tanah tersebut sudah tidak digunakan. Sedangkan koperasi harus segera dibangun untuk mengejar launching pada bulan Oktober,” ungkap Nuril.
Selain itu, terdapat pertimbangan ekonomi dalam menentukan lokasi. Lahan kosong di sebelah selatan lapangan direncanakan disewakan kepada Hotel Dialoog.
Nuril menyebut nilai sewa lahan tersebut mencapai Rp22,5 juta per tahun. Kontrak Hotel Dialoog yang tersisa dua tahun juga disebut akan diperpanjang.
“Jika dibangun di sebelah selatannya, tanah tersebut akan disewa oleh Hotel Dialoog. Per tahunnya harga sewanya Rp22,5 juta. Hotel Dialoog akan memperpanjang kontraknya yang tinggal dua tahun lagi,” jelasnya.
Dua Opsi Lokasi Baru
Relokasi lokasi pembangunan KDKMP Klatak memang berpotensi menambah waktu proses pembangunan. Hal tersebut menjadi perhatian karena pemerintah mengejar target launching koperasi pada Oktober mendatang.
Namun, setelah mendengarkan aspirasi warga, pemerintah akhirnya memilih mencari lokasi lain tanpa mengorbankan fungsi lapangan yang selama ini digunakan masyarakat.
Dua opsi kini disiapkan. Pertama, lahan di sebelah selatan lapangan. Kedua, lahan kosong yang berada di kawasan Rusunawa.
Dengan keputusan tersebut, pembangunan KDKMP Klatak tetap berjalan, sementara lapangan sepak bola dipertahankan sebagai ruang aktivitas warga.
Bagi masyarakat Klatak, keberadaan koperasi dan lapangan bukan sesuatu yang harus dipertentangkan. Keduanya dinilai sama-sama penting: KDKMP untuk menggerakkan ekonomi masyarakat, sedangkan lapangan menjadi ruang olahraga, interaksi, dan aktivitas sosial warga. (ray/aif)
Editor : Ali Sodiqin