Daftar 20 Tokoh Paling Berpengaruh di Banyuwangi, Siapa Saja Mereka?

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 08:57 WIB
Daftar 20 tokoh berpengaruh di Banyuwangi dari Bupati, mantan menteri, kiai, politisi, birokrat, pengusaha hingga tokoh masyarakat. (Ilustrasi ChatGPT)
Daftar 20 tokoh berpengaruh di Banyuwangi dari Bupati, mantan menteri, kiai, politisi, birokrat, pengusaha hingga tokoh masyarakat. (Ilustrasi ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI – Peta pengaruh di Banyuwangi tidak hanya bertumpu pada kursi pemerintahan atau panggung politik. Di balik dinamika daerah berjuluk Sunrise of Java itu, terdapat sejumlah figur dengan jejaring kuat di berbagai lapisan masyarakat.

Mulai dari kepala daerah, mantan menteri, legislator, kiai pesantren, birokrat, pengusaha, hingga tokoh organisasi kemasyarakatan masuk dalam daftar 20 tokoh berpengaruh Kabupaten Banyuwangi.

Dilansir dari akun Instagram @ali_nurfatoni, daftar tersebut menggambarkan beragam sumber pengaruh yang berkembang di Banyuwangi. Ada tokoh yang kuat karena jabatan politik, ada yang memiliki basis massa dari pesantren dan organisasi keagamaan, sementara lainnya dikenal melalui jejaring birokrasi, dunia usaha, kepemudaan, hingga aktivitas sosial.

Salah satu nama yang masuk dalam daftar adalah Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani. Ia dikenal sebagai figur yang inovatif dalam tata kelola pemerintahan. Posisi sebagai kepala daerah membuat pengaruh Ipuk tidak hanya berada di lingkungan pemerintahan, tetapi juga bersentuhan langsung dengan berbagai elemen masyarakat.

Nama lain yang memiliki rekam jejak nasional adalah Abdullah Azwar Anas. Mantan Bupati Banyuwangi sekaligus mantan Menteri PAN-RB itu disebut memiliki pengaruh besar. Kiprahnya yang telah menjangkau level nasional membuat jejaring Azwar Anas tetap menjadi salah satu kekuatan penting dalam peta sosial-politik Banyuwangi.

Dari kalangan legislatif, terdapat sejumlah nama yang dikenal memiliki jejaring politik dan konstituen kuat. Nihayatul Wafiroh, misalnya, merupakan anggota DPR RI tiga periode. Pengalaman panjang di parlemen membuatnya memiliki jejaring politik sekaligus basis konstituen yang cukup kuat.

Ada pula Sonny Dana Paramita, legislator yang dikenal vokal dalam mengamati kebijakan publik, isu sosial, serta berbagai fenomena yang berkembang di tengah masyarakat.

Ketua DPC PKB Banyuwangi Zaki Al Mubarok juga masuk dalam daftar. Ia dinilai cukup vokal menyuarakan berbagai isu serta kepentingan masyarakat.

Sementara dari PDI Perjuangan, Ana Anjati disebut sebagai figur penting dalam konsolidasi partai politik pemenang Pemilu.

Pengaruh politik lainnya datang dari Sumail Abdullah, Ketua Partai Gerindra Banyuwangi yang juga dikenal sebagai politisi nasional. Basis pengaruhnya dinilai kuat, terutama di kalangan pendukung Prabowo Subianto.

Nama Michael Edy Hariyanto juga memiliki warna tersendiri. Selain tercatat sebagai Ketua PSI Banyuwangi dan Ketua Partai Demokrat, ia aktif dalam pengembangan sepak bola serta memiliki perhatian terhadap berbagai kegiatan sosial.

Kekuatan Pesantren dan Kiai

Di Banyuwangi, pengaruh tokoh agama dan pesantren menjadi bagian penting yang tidak bisa dilepaskan dari dinamika masyarakat.

Salah satunya adalah KH Suyuti Toha. Kiai sepuh tersebut dikenal memiliki pengaruh di berbagai kalangan dan kerap menjadi tempat bersilaturahmi sejumlah tokoh.

Ada pula KH Hisyam Syafaat, pengasuh utama salah satu pondok pesantren terbesar di Banyuwangi. Basis pesantren membuat pengaruhnya cukup kuat, khususnya di kalangan santri dan masyarakat sekitar.

Nama KH Maskur Ali juga tercantum dalam daftar. Ia dikenal sebagai kiai fenomenal yang menjadi salah satu tujuan silaturahmi tokoh-tokoh elite pusat. Salah satu momentum yang mencerminkan jejaring tersebut adalah kunjungan Wakil Presiden Gibran.

Sementara KH Abdul Ghofar dikenal sebagai penceramah dengan gaya komunikasi yang khas. Gaya ceramah yang komunikatif dan humoris membuatnya memiliki daya tarik tersendiri di tengah masyarakat.

Figur pesantren lainnya adalah Gus Munib Syafaat, Rektor UIMSYA yang juga dikenal sebagai tokoh pesantren dan politisi. Jejaringnya disebut kuat di berbagai lini. Ia juga memiliki pengalaman sebagai anggota DPRD selama tiga periode.

Birokrat, Pemuda hingga Dunia Usaha

Peta pengaruh Banyuwangi juga diisi figur dengan kekuatan dari birokrasi dan jaringan profesional.

Mujiono, Wakil Bupati Banyuwangi, merupakan birokrat berpengalaman. Posisi dan rekam jejaknya membuat pengaruhnya cukup kuat, terutama di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).

Sementara Guntur Priambodo, yang tercatat sebagai tenaga ahli Menko Pangan, memiliki kemampuan komunikasi yang fleksibel. Ia juga disebut mempunyai jejaring dan basis pendukung yang kuat, terutama di kalangan petani.

Dari kalangan pemuda, terdapat nama Arvy Rizaldy, seorang politisi sekaligus pengusaha dan Ketua GP Ansor. Pengaruhnya dinilai kuat, terutama di kalangan pemuda Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua PCNU Banyuwangi Ahmad Turmudi juga masuk dalam daftar. Selain memimpin organisasi keagamaan tersebut, ia merupakan kepala desa sehingga memiliki jejaring sosial dan pengaruh yang bersinggungan langsung dengan masyarakat di tingkat akar rumput.

Di sektor usaha, Ferdy Elfian dikenal sebagai pengusaha muda yang pernah memimpin HIPMI. Aktivitasnya membuat ia memiliki jejaring cukup luas di kalangan pengusaha muda.

Ada pula Desi Prakasiwi, owner Sultan Production yang populer di kalangan pencinta sound horeg. Ia juga merupakan anggota DPRD sehingga memiliki dua jalur pengaruh, yakni dunia hiburan dan politik lokal.

Sementara Bomba Sugiarto dikenal sebagai praktisi hukum yang aktif dalam pendampingan masyarakat. Pengalamannya di bidang hukum, politik, dan advokasi menjadi modal jejaring tersendiri.

Dua Puluh Nama dalam Satu Peta

Jika dirangkum, daftar tersebut menunjukkan bahwa pengaruh di Banyuwangi memiliki banyak wajah. Jabatan formal memang menjadi salah satu sumber kekuatan, tetapi bukan satu-satunya.

Jejaring pesantren, organisasi keagamaan, politik, pemerintahan, dunia usaha, kepemudaan, hingga aktivitas sosial ikut membentuk posisi seorang tokoh di tengah masyarakat.

Dua puluh nama yang tercantum dalam daftar tersebut adalah:

  1. Ipuk Fiestiandani

  2. Sonny Dana Paramita

  3. KH Suyuti Toha

  4. Abdullah Azwar Anas

  5. Zaki Al Mubarok

  6. Guntur Priambodo

  7. Nihayatul Wafiroh

  8. Gus Munib Syafaat

  9. Mujiono

  10. KH Hisyam Syafaat

  11. Michael Edy Hariyanto

  12. Sumail Abdullah

  13. KH Maskur Ali

  14. Ana Aniati

  15. Bomba Sugiarto

  16. Arvy Rizaldy

  17. Desi Prakasiwi

  18. Ferdy Elfian

  19. Ahmad Turmudi

  20. KH Abdul Ghofar

Daftar ini sekaligus memperlihatkan betapa beragamnya simpul kekuatan sosial di Banyuwangi. Dari ruang pemerintahan hingga pesantren, dari parlemen hingga komunitas, masing-masing tokoh memiliki jalur pengaruh dan basis jejaring yang berbeda. (*)


Catatan: daftar 20 tokoh tersebut disusun berdasarkan materi pada gambar yang diberikan. Penyebutan sebagai “tokoh berpengaruh” mengikuti keterangan pada materi sumber dan bukan pemeringkatan berdasarkan urutan kekuatan pengaruh.

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Instagram @ali_nurfatoni
tokoh Banyuwangi tokoh berpengaruh kiai Banyuwangi pejabat banyuwangi Politik Banyuwangi