Sumur Warga Banyuwangi Mulai Asin, Lima Desa di Tegaldlimo Disuplai Air Bersih

Zamrozi Wahyu • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 03:14 WIB
BANTUAN DATANG: Petugas BPBD Banyuwangi menyalurkan air bersih kepada warga di Kecamatan Tegaldlimo Jumat (7/8). (Trisetya for Radar Banyuwangi)
BANTUAN DATANG: Petugas BPBD Banyuwangi menyalurkan air bersih kepada warga di Kecamatan Tegaldlimo Jumat (7/8). (Trisetya for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Kekeringan belum sepenuhnya melanda wilayah Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi. Namun, tanda-tanda krisis air bersih mulai terasa. Sejumlah sumur warga mulai mengalami perubahan rasa menjadi asin sehingga pasokan air bersih mulai disiapkan pemerintah untuk mengantisipasi kebutuhan warga selama musim kemarau.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi mulai menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan kekeringan. Di Kecamatan Tegaldlimo, bantuan telah menyasar lima desa, yakni Desa Tegaldlimo, Purwoagung, Kendalrejo, Wringinpitu, dan Kedunggebang.

Setiap desa mendapatkan pasokan air bersih sekitar 5.000 liter. Penyaluran dilakukan sebagai langkah antisipasi agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi ketika kondisi kemarau semakin panjang.

Camat Tegaldlimo Tri Setya mengatakan, wilayahnya memang menjadi salah satu kawasan yang rawan mengalami kekurangan air bersih saat musim kemarau.

“Memang sudah setiap tahun seperti ini, tapi untuk kondisi saat ini masih belum kekeringan,” ujarnya.

Menurut Tri, bantuan air bersih disiapkan karena kebutuhan air masyarakat berpotensi meningkat seiring berlangsungnya musim kemarau. Penyaluran juga akan kembali dilakukan apabila persediaan yang diterima warga telah habis.

“Kemungkinan akan ada gelontoran lagi untuk desa lain. Lantaran kebutuhan masyarakat masih tercukupi, pengiriman air bersih dilakukan ketika jatahnya sudah habis,” tuturnya.

Sumur Masih Ada, tetapi Airnya Mulai Asin

Kondisi serupa dirasakan warga Desa Kedunggebang. Meski belum mengalami kekeringan, sebagian sumur warga mulai tidak bisa sepenuhnya diandalkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Kepala Dusun Krajan, Desa Kedunggebang, Agus Sugiarto membenarkan wilayahnya telah menerima bantuan air bersih. Air tersebut dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Agus mengatakan, persoalan yang mulai muncul bukan semata-mata sumur mengering. Sebagian sumber air warga masih tersedia, tetapi kualitas airnya mulai berubah.

“Kalau kekeringan masih belum, tapi sumur warga banyak yang asin rasanya. Sehingga, bantuan air bersih ini sangat diperlukan,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat bantuan air bersih menjadi penting meski status kekeringan belum mencapai kondisi parah. Pemerintah daerah pun memilih melakukan langkah antisipasi dengan menyalurkan air ke wilayah yang berulang kali mengalami persoalan serupa setiap musim kemarau.

Dengan pasokan tersebut, warga di lima desa diharapkan tetap memiliki cadangan air untuk kebutuhan sehari-hari sembari memantau perkembangan kondisi sumber air selama musim kemarau berlangsung. (why/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
kekeringan Banyuwangi Tegaldlimo Banyuwangi sumur asin bpbd banyuwangi air bersih