Gorong-Gorong Jalan Nasional Kalibaru Berhasil Dibuka, Arus Air Kembali Lancar

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 07:01 WIB
RAMPUNG: Sejumlah pekerja melakukan finishing terhadap pekerjaan normalisasi drainase tersumbat di Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Kamis (6/8). (Wiji for Radar Banyuwangi)
RAMPUNG: Sejumlah pekerja melakukan finishing terhadap pekerjaan normalisasi drainase tersumbat di Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, Kamis (6/8). (Wiji for Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Penanganan saluran drainase yang tersumbat di Dusun Tegalpakis, Desa Kalibaruwetan, Kecamatan Kalibaru, akhirnya membuahkan hasil, Kamis (6/8). Setelah sempat terkendala kondisi pondasi bangunan yang retak dan dinilai membahayakan pekerja, gorong-gorong di bawah jalan nasional berhasil ditembus melalui kombinasi pengerukan menggunakan excavator dan teknik manual dari jarak aman. Normalisasi tersebut membuat aliran air kembali lancar sekaligus membuka harapan berakhirnya kemacetan yang beberapa hari terakhir terjadi di lokasi.

Sebelumnya, proses perbaikan sempat dihentikan sementara karena kondisi struktur di sekitar saluran dinilai rawan ambles apabila pekerja masuk langsung ke dalam cerukan untuk membersihkan material penyumbat.

Menghadapi kondisi tersebut, petugas mengubah metode pekerjaan. Excavator dikerahkan untuk mengeruk endapan lumpur dan material tebal di area utama saluran, sementara bagian dalam gorong-gorong yang sulit dijangkau dibersihkan menggunakan besi dan bambu panjang.

Kepala Desa Kalibaruwetan M. Taufik mengatakan, strategi tersebut akhirnya mampu membuka sumbatan yang selama ini menghambat aliran air.

"Hari ini sudah berhasil tembus, gorong-gorong yang tersumbat sudah tembus," ujarnya.

Menurut Taufik, besi dan bambu panjang digunakan untuk mendorong sampah, lumpur, serta bebatuan yang tersangkut di dalam lorong gorong-gorong. Material yang berhasil dilonggarkan kemudian terdorong menuju titik yang dapat dijangkau alat berat sehingga proses pembersihan bisa dilakukan tanpa membahayakan keselamatan pekerja.

"Petugas menyiasatinya dengan dorongan besi dan bambu panjang untuk merontokkan material bebatuan di dalam," katanya.

Dengan terbukanya kembali saluran tersebut, debit air di sepanjang jalan nasional yang melintasi Desa Kalibaruwetan kini kembali mengalir normal. Kondisi itu diharapkan mampu mengurangi risiko genangan apabila hujan deras kembali mengguyur kawasan Kalibaru.

Saat ini, pekerjaan difokuskan pada tahap akhir, yakni mengembalikan kondisi cerukan yang sebelumnya dibongkar menggunakan alat berat selama proses normalisasi berlangsung.

"Sementara pekerja mengembalikan kondisi cerukan yang kemarin dikeruk alat berat," jelas Taufik.

Normalisasi drainase juga membawa dampak positif terhadap kelancaran lalu lintas. Selama proses pengerjaan, kendaraan yang melintas di jalan nasional harus bergantian karena diberlakukan sistem buka-tutup jalur sehingga antrean panjang kerap terjadi.

Kanitlantas Polsek Kalibaru Aipda Aries Prasetyanto mengatakan, rampungnya pekerjaan menjadi kabar baik bagi pengguna jalan karena arus lalu lintas diperkirakan segera kembali normal.

"Beberapa hari ini memang selalu macet karena ada buka tutup di lokasi itu. Kalau segera selesai bisa dibuka normal jalurnya," ujarnya.

Keberhasilan membuka sumbatan drainase tersebut menjadi solusi penting, tidak hanya untuk memulihkan fungsi saluran air di jalur nasional, tetapi juga mengembalikan kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik yang sempat terganggu akibat kemacetan selama proses penanganan berlangsung. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Drainase Kalibaru excavator jalan nasional banyuwangi Gorong-Gorong