RADAR BANYUWANGI - Sebanyak 100 penari Gandrung asal Kecamatan Kalipuro terus mematangkan persiapan menjelang upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Latihan dilakukan secara intensif beberapa hari sebelum pelaksanaan upacara pada 17 Agustus mendatang.
Selama latihan, para penari fokus menyempurnakan gerakan, menjaga kekompakan, serta membentuk formasi agar mampu menyuguhkan penampilan yang rapi dan menarik di hadapan peserta upacara maupun masyarakat.
Penampilan Gandrung pada peringatan Hari Kemerdekaan tidak sekadar menjadi hiburan. Tarian khas Banyuwangi tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus memperkuat identitas budaya lokal.
Semangat para penari tetap terlihat tinggi meski harus berlatih di bawah cuaca yang cukup panas. Mereka tetap menjalani setiap sesi latihan dengan disiplin dan penuh kesungguhan demi menghasilkan penampilan terbaik.
Salah satu penari, Meyza, mengatakan seluruh peserta memiliki komitmen yang sama untuk tampil maksimal pada upacara HUT RI.
"Kami latihan sungguh-sungguh supaya bisa tampil kompak dan maksimal saat upacara 17 Agustus. Kami bangga bisa ikut membawa nama budaya Banyuwangi dalam peringatan Hari Kemerdekaan," ujarnya.
Menurutnya, kesempatan tampil pada momentum nasional tersebut menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus bentuk kontribusi generasi muda dalam melestarikan warisan budaya daerah.
Kegiatan latihan ini juga menjadi ruang bagi anak-anak muda untuk semakin mengenal dan mencintai seni tradisi. Melalui keterlibatan langsung dalam tarian Gandrung, mereka belajar menjaga kelestarian budaya agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Antusiasme masyarakat Kecamatan Kalipuro juga semakin terasa menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Berbagai kegiatan telah dipersiapkan untuk memeriahkan perayaan, menciptakan suasana kebersamaan, sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme di tengah masyarakat.
Editor : Lugas Rumpakaadi