Jalan Sepi Jadi Arena Balap Liar? Polsek Tegalsari Gelar Patroli Tengah Malam

Salis Ali Muhyidin • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 22:01 WIB
HUMANIS: Jajaran Polsek Tegalsari saat patroli dialogis di kawasan Letter S Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Selasa dini hari (4/8). (AKP Lita Kurniawan fot Radar Banyuwangi)
HUMANIS: Jajaran Polsek Tegalsari saat patroli dialogis di kawasan Letter S Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Selasa dini hari (4/8). (AKP Lita Kurniawan fot Radar Banyuwangi)

RADAR BANYUWANGI – Jalanan lengang pada tengah malam bukan berarti tanpa ancaman. Di balik suasana sepi, titik-titik tertentu justru berpotensi menjadi ruang berkumpulnya anak muda, balap liar, hingga pesta minuman keras (miras) yang berujung pada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Polsek Tegalsari. Untuk mencegah potensi gangguan keamanan sejak dini, aparat menggelar Patroli Blue Light Harkamtibmas Skala Besar pada Selasa (4/8) dini hari.

Patroli dimulai sekitar pukul 00.30. Sejumlah titik yang dinilai rawan disisir petugas, terutama lokasi yang berpotensi digunakan sebagai arena balap liar dan tempat nongkrong pemuda hingga larut malam.

Salah satu kawasan yang menjadi sasaran utama adalah tikungan tajam berbentuk letter S di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari. Petugas juga menyusuri Jalan Raya Desa Dasri yang dikenal cukup lengang pada tengah malam hingga dini hari.

Kondisi jalan yang sepi dan minim aktivitas masyarakat dinilai dapat membuka peluang bagi oknum untuk melakukan aktivitas yang meresahkan, mulai dari balap liar hingga tindak kriminal jalanan.

Patroli skala besar tersebut dipimpin langsung Kapolsek Tegalsari AKP Lita Kurniawan. Dia mengatakan kegiatan patroli dialogis dan pemantauan secara intensif merupakan bagian dari komitmen kepolisian untuk menjaga keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Tidak hanya membidik aksi balap liar dan pesta miras, patroli juga diarahkan untuk mengantisipasi berbagai bentuk kriminalitas jalanan, seperti pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Kawasan Letter S Dasri menjadi salah satu atensi khusus kami karena kondisi jalannya yang miring dan lengang kerap memancing anak-anak muda berkumpul,” ujar Lita.

Menurut dia, aktivitas nongkrong hingga dini hari berpotensi berkembang menjadi balap liar yang membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selain itu, konsumsi miras juga berisiko memicu perkelahian atau gesekan antarkelompok.

Karena itu, patroli tidak hanya dilakukan secara insidental. Polisi mengklaim kegiatan tersebut menjadi agenda rutin, terutama ketika memasuki malam akhir pekan yang biasanya diwarnai peningkatan aktivitas masyarakat.

“Patroli ini rutin kami lakukan tiap malam, terlebih saat akhir pekan,” tegasnya.

Mantan Kapolsek Pesanggaran itu menjelaskan, pendekatan dialogis tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaan patroli. Ketika petugas menemukan warga atau kelompok pemuda yang masih berkumpul hingga dini hari, polisi memberikan imbauan secara humanis agar segera membubarkan diri dan pulang ke rumah.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah potensi gangguan keamanan tanpa mengabaikan pendekatan persuasif kepada masyarakat.

“Kehadiran personel di lapangan pada jam-jam rawan bertujuan untuk menutup ruang gerak para pelaku kejahatan,” tuturnya.

Orang Tua Diminta Perketat Pengawasan Anak

Di luar patroli kepolisian, Lita juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam mencegah kenakalan remaja. Pengawasan keluarga dinilai menjadi salah satu benteng awal untuk mencegah anak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Dia meminta orang tua lebih aktif mengetahui aktivitas anak, terutama ketika malam hari. Menurutnya, anak-anak usia sekolah sebaiknya sudah berada di rumah sebelum larut malam.

“Kami juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya. Pastikan sebelum pukul 22.00 putra-putrinya sudah berada di rumah agar tidak menjadi korban maupun pelaku kenakalan remaja,” imbaunya.

Patroli Blue Light Harkamtibmas Skala Besar di wilayah Tegalsari pun menjadi salah satu langkah preventif kepolisian untuk menjaga situasi tetap kondusif. Dengan menyasar titik rawan pada jam-jam rawan, polisi berharap ruang bagi balap liar, pesta miras, dan kriminalitas jalanan semakin sempit.

Di sisi lain, pencegahan kenakalan remaja tidak bisa hanya mengandalkan patroli aparat. Pengawasan keluarga, kepedulian lingkungan, serta kesadaran para pemuda untuk menjaga ketertiban menjadi bagian penting dalam menciptakan keamanan bersama di wilayah Tegalsari. (sas/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
Patroli Tegalsari Letter S Dasri kenakalan remaja Balap Liar polsek tegalsari