Sterilisasi Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Dimulai 5 Agustus, ASDP Siapkan Pengawasan Terpadu hingga Pendataan Berbasis Pengenalan Wajah

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 06:51 WIB
ASDP Ketapang memperketat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di Selat Bali. (Antara)
ASDP Ketapang memperketat kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di Selat Bali. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mulai menerapkan sterilisasi penuh di enam pelabuhan penyeberangan utama di Indonesia pada Rabu (5/8/2026). Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menjadi bagian dari kebijakan tersebut sebagai upaya memperkuat aspek keselamatan, keamanan, dan ketertiban layanan penyeberangan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Heru Widodo mengatakan penerapan sterilisasi pelabuhan bukan sekadar penataan kawasan operasional. Kebijakan itu menjadi bagian dari transformasi budaya kerja yang menempatkan keselamatan sebagai fondasi utama pelayanan kepada masyarakat.

"Mulai 5 Agustus 2026 kami sudah memasuki fase implementasi penuh sterilisasi pelabuhan utama, dan ini merupakan perubahan budaya operasional yang menempatkan aspek keselamatan, keamanan dan kedisiplinan sebagai prioritas," ujarnya, Senin (3/8/2026), dikutip Antara.

Menurut Heru, ASDP optimistis kebijakan tersebut akan meningkatkan keandalan layanan penyeberangan sekaligus memberikan pengalaman perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi pengguna jasa. Optimisme itu didukung sinergi seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam operasional pelabuhan.

Menjelang pelaksanaan sterilisasi penuh, ASDP bersama para pemangku kepentingan telah menuntaskan berbagai persiapan. Langkah tersebut mencakup sosialisasi kepada seluruh pihak yang beraktivitas di kawasan pelabuhan, pemasangan rambu dan media informasi, serta pendataan berbasis teknologi pengenalan wajah.

Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan sistem satu pintu, mendistribusikan alat pelindung diri berupa rompi dan helm keselamatan bagi pengguna area operasional, menata arus kendaraan, serta memperkuat patroli gabungan dan sistem pengawasan.

"Termasuk optimalisasi sistem satu pintu, distribusi alat pelindung diri berupa rompi dan helm keselamatan bagi pengguna area operasional, penataan arus kendaraan hingga penguatan patroli gabungan serta sistem pengawasan," kata Heru.

Ia menambahkan, implementasi sterilisasi disesuaikan dengan karakteristik operasional di masing-masing pelabuhan. Khusus lintasan Ketapang-Gilimanuk, perhatian difokuskan pada peningkatan sosialisasi kepada perusahaan pelayaran, penguatan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri (APD), serta pelaksanaan patroli gabungan secara rutin.

Sementara itu, Sekretaris PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Windy Andale menyampaikan keberhasilan implementasi sterilisasi merupakan hasil kolaborasi antara regulator, aparat keamanan, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Menurutnya, dukungan yang diberikan seluruh pihak sejak tahap sosialisasi hingga persiapan implementasi menunjukkan adanya komitmen bersama untuk mewujudkan pelabuhan yang lebih aman, tertib, dan nyaman.

"Dukungan yang kami terima selama masa sosialisasi hingga persiapan implementasi menunjukkan adanya kesamaan komitmen untuk menghadirkan pelabuhan yang lebih aman, tertib dan nyaman. Sterilisasi menjadi langkah bersama dalam membangun layanan penyeberangan yang semakin profesional dan berorientasi pada keselamatan," ujarnya.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
asdp